
KELAS
“ dew…kok pak nanang gak dateng-dateng ya? Padahal ini udah
10.20 lo, apa jangan-jangan hari ini
kita free ya?” ucap resti
“ iya mungkin, tapi res, biasanya kalau pak nanang gak masuk
tuh pasti kasih kabar,lah ini gak ada kabar, mungkin pak nanang terlambat kali”
“ iya sih”
Tak lama kemudian datanglah
seorang pangeran tampan, seperti biasa semua mahasiswa akan tersihir oleh
ketampanan sang pangeran
Subhanallah…..ya allah….ganteng sekali sih….ciptaan engkau
satu ini, ya allah jadikan lah pangeran ini jadi jodoh hamba ya allah ucap resti dalam hati
Lamunan semua siswa terbuyar karena suara yang sangat merdu
“ selamat pagi semuanya, saya disini menggantikan pak nanang”
Namun semua yang telah membuat mereka memuji si pangeran
langsung hilang dan tergantikan aura dingin yang keluar dalam diri pak nando,
wajah tampanya tak mampu membuat para
mahasiswa nyaman , sekarang yang di takutkan semua mahasiswa adalah pak nando dan aura dinginya
“ baiklah sekarang buka buku kalian halaman 56,” ucap nando
masih dengan wajah datar dan suara dinginya itu
Nando pun menuliskan materi yang akan di kerjakanya di papan
tulis
__ADS_1
“ wi, pak nando
kenapa sih? Lihat deh, suasana kelas langsung jadi serem cuy, lebih serem kaya
kuburan” ucap resti sambill
berbisik-bisik
“ hus, enak aja kelas ini di samain kaya kuburan , tapi
emang sih, liat aja tuh anak-anak kayak patung kagak ada ada yang berani gerak,
nih pak nando kayaknya badmood banget deh” ucap dewi sambil berbisik-bisik
juga
“ hey! Kalian yang ngomong sendiri” ucap nando dengan suara
yang sedikit meninggi
Resti dan dewi pun langsung menoleh ke sumber suara
******! Pak nando
nada dingin
Resti dan dewi pun bingung dan hanya saling pandang , karena
saat ini mereka bukan hanya dipandang oleh pak nando namun semua mata tertuju
pada mereka
“ kalo saya Tanya di jawab, jangan diem aja, kalian bisu?
Kenapa kalian ngobrol sendiri?” Tanya pak nando dengan nada yang sudah meninggi
Dewi yang saat itu bingung harus menjawab apa, hanya melihat
ke arah resti, dewi sangat takut bermasalah dengan pak nando, dia takut tidak
lulus mata kuliah ini, resti yang tau ketakutan dewi pun memberi isyarat kepada
dewi agar tenang, dewi pun mengambil nafas lalu mengeluarkanya perlahan, saat
__ADS_1
dewi akan menjawab pertanyaan pak nando resti mencegah dewi dan meyakinkanya
agar resti saja yang menjawab pertanyaan dari pak nando
Resti pun berdiri dan meminta maaf
“ maaf pak, kami salah”
“ saya tidak bertanya kamu salah apa tidak, yang saya
tanyakan kamu ngapain ngobrol sendiri?”
“ saya gak ngobrol sendiri pak, saya ngobrol berdua, dikira saya gila ngobrol sendiri gak ada temenya, lagian kita
tuh lagi ngomongin bapak kelas ini jadi kaya kuburan waktu bapak dateng ” ucap
resti tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya dengan tangan
Dan hal itu sontak membuat semua orang kaget, termasuk dewi
Harusnya tadi gue aja yang ngomong, kan si resti tu mulutnya
emang suka blong, ****** kan jadinya kalau kaya gini batin dewi
“ apa!?, jadi menurut kamu saya ini kaya setan gitu?” ucap
nando yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi
“ enggak pak, bukan itu maksud saya” ucap resti berusaha
membela diri
“ sudah sekarag kamu ikut saya ke ruangan saya “
“ tapi pak..”belum sempat resti menyelesaikan ucapanya
“ SEKARANG!”
“ BAIK PAK!” ucap resti spontan karena kaget dengan teriakan
pak nando
# waduh...kira-kira resti bakal diapain nih??
__ADS_1