
“ SRI! KELUAR KAMU! SRI!” ucap seseorang dengan marahnya
“ SRI!!!”
Kegaduhan tersebut membuat beberapa tetangga dan warga
keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi
Sementara nisa dan bu sri masih masih di ladang sedang bersiap
diri untuk pulang, tiba tiba ada salah seorang warga yang datang menghampiri
mereka dengan tergopoh gopoh
“ buk sri….iku dek omah….ono sing ngamuk “
Nisa dan bu sri yang mendengar hal itu pun langsung lari menuju rumah
mereka
Sesampainya di sana, sudah banyak warga yang berkumpul di depan
rumah bu sri,para tetangga hanya diam karena mereka tidak tau masalah apa yang
terjadi
“ ya ampun …..pak danang….ono opo iki pak??” ucap bu sri
“ lah iki orangnya,ayo mana bayar utangmu “
“ ya allah…pak…saya pasti akan bayar, tapi tidak harus bapak
seperti ini “
“ y sudah sekarang kamu bayar hutangmu “
“ maaf pak…saya belum bisa bayar ‘
“ halah! Alasan ! “ bentak pak danang
“ maaf pak kami memang belum bisa membayar “ ucap nisa
“ y wes, omah iki bakal tak ambil, sampek kalian iso bayar utange"
Nisa dan buk sri benar benar kaget, karena rumah ini satu satunya
harta berharga mereka, rumah peninggalan orang tua bu sri
“ jangan pak…jangan ambil rumah ini hiks…hiks…” ucap bu sri memohon
sambil berurai air mata
__ADS_1
“ halah….sudahlah…kalian itu kan gak bisa bayar jadi ya sudah “
Hahaha….untung banyak aku ini, hutangnya hanya sepuluh juta tapi
aku bisa dapet rumah ini, kalau aku jual bisa puluhan bahkan ratusan juta ini
“ bapak ndak bisa gitu, hutang ibu hanya 10 juta, kenapa harus
ambil rumah, rumah ini kalau dijual harganya bisa puluhan bahkan ratusan juta “
ucap nisa
Wah….cerdas juga anak satu ini,dia tahu saja apa yang aku
rencanakan
“ kalau bapak masih mau mengambil rumah kami,bapak bisa saja di
tangkap warga desa,karena bapak mengambil paksa hak kami “ ucap nisa dengan
berani
Pak danang sedikit takut dengan ancaman nisa,pasalnya warga desa
sini tidak akan segan segan menghakimi orang yang berbuat jahat terhadap
warganya
Aku kira mereka akan mudah di bodohi karena mereka orang desa yang sangat minim
pengetahuan
“ baiklah…rumah ini tak akan aku ambil, tapi kalian harus pergi
dari rumah ini,selama kalian belum bisa melunasi hutang kalian maka rumah ini
miliku, dan akan aku sewakan ke orang lain, sekarang mana surat tanahnya “
Hahaha…..kalian pasti akan mudah ku bohongi
“ kenapa kami harus menyerahkan surat tanah ke bapak,bukanya bapak
hanya akan mengambil rumah kami sebagai tempat sewa?”
“i…iya, tapi itu sebagai jaminannya “
“ tidak bisa pak! Surat itu adalah kunci dari rumah ini,bila kami
serahkan ke bapak, kami tidak tau apa yang akan bapak lakukan,bisa saja bapak
akan menjual rumah ini “
__ADS_1
Sial! Lagi lagi dia membaca rencanaku
“ tidak bisa! Bagaimana kalau tiba tiba kalian menjual rumah ini
dan membawa kabur uangnya tapa membayar hutang padaku “
“ baiklah….surat tanah dan surat rumah akan kami serahkan kepak RW,
jadi surat itu akan aman,tidak boleh ada yang mengambilnya selain kedua belah pihak
bertemu dan membuat suatu keputusa”
“ mana bisa seperti itu “
“ bapak bisa menempati rumah kami sampai kami bisa membayar hutang
kepada anda, namun anda idak bisa menjualnya karena surat tanah masih atas nama
ibuk dan di bawa oleh pak RW “
“ iya iku bener”
“ iyo, bener iku ‘
“ heem”
Suara para tetangga yang saling bersahutan setuju dengan keutusan
nisa
Sial! Anak ini cerdas juga, idak gampang membohonginya
“ baiklah..saya setuju, tapi besok kalian harus tinggalkan tempat
ini “
“ baik” ucap resti sambil memeluk ibunya yang masih menangis
Pak danang pun pergi meninggalkan nisa dan bu sri
“ nduk…pie iki? Kita mau bertempat di mana ?? kita dak punya rumah
lagi….hiks..hiks…’
“ enggeh buk…sabar….., ayo masuk dulu buk….nanti difikirkan “
Nisa dan buk sripun masuk kedalam rumah mreka
Ya allah…berilah jalan kami dalam menghadapi masalah ini
# maaf kan author yang lama update ya readers....idenya lagi mampet nih
__ADS_1