
“ nduk”
“ enggeh bu?”
“ ibu mau ngomong sesuatu sama kamu”
‘ ngomong nopo bu?’
“ sudah waktunya kamu melupakan nak reinan, sudah 4 tahun kamu menunggu, lupakan dia nak” mendengar itu nisa hanya diam
“ ibu hanya gak mau kamu lebih sakit saat masih saja berharap sama nak reinan”
“ cobalah terima nak jaka, dia baik, keluarganya juga baik, dia juga terlihat mencintai kamu”
Nisa hanya diam, jujur hatinya masih mengharapkan mas reinan tapi benar kata ibu berapa tahun lagi dia akan menunggu? Bahkan kabar saja tidak dia dapat dari mas reinan
“ baik bu, nisa akan coba terima mas jaka”
“Alhamdulillah…..” ucap bu sri sambl memeluk nisa
“ ibu hanya mau kamu bahagia nak”
‘ enggeh bu”
Keesokan harinya jaka datang seperti bisa
“ kamu gak sibuk nis?”
“ enggak kok mas”
“ maaf y saya setiap hari datang, hehehe”
‘ gpp mas, banyak tamu banyak rejeki”
“ hahaha”
“ gimana sama hati kamu nis?”
lagi lagi jaka menanyakan hal yang sama
“ apa mas jaka gak akan nyerah untuk menunggu nisa?”
“ enggak, mas udah bilang akan menyerah saat kamu udah dapat seorang yang bisa menajga kamu”
“ apa kalau nisa menerima mas jaka sementara perasaan nisa bukan untuk mas jaka, mas jaka gpp?”
“ mas akan berusaha membuat kamu menyukai mas, mas ingin kamu bahagia”
“ hiks….nisa cape mas, harus menunggu seseorang yang bahkan kabar saja tidak terdengar”
Jaka tau soal hal itu, dia tahu bahwa nisa sudah menyukai orang lain yang ditunggunya sampai saat ini
“ jangan nangis, mas gak mau kamu nangis”
“ nisa ingin melupakan dia mas, tapi apakah bisa?”
“ kamu berhak bahagia nis”
__ADS_1
‘ apakah mas jaka mau bantu nisa untuk melupakan dia?”
Jaka terkejut mendengar hal itu, apakah artinya nisa memberikan kesempatan untuknya?
“ apa itu berarti kamu menenrima mas ?”
“ nisa mau melupakan dia, tapi bukankah terlalu egois dan jahat kalo nisa menggunakan mas jaka untuk melupakan“
‘ gpp, mas gak keberatan nis, mas gak keberatan kamu jadikan pelarian”
“ tapi nanti mas jaka sakit hati”
“ mas siap sakit hati”
“ tapi….”
“ mas mohon beri mas kesempatan buat kamu bahagia, entah bagaimana nanti akhinya mas ingin punya kesempatan buat kamu tersneyum “
Mengalir kembali air mata nisa, betapa baiknya pria dihadapanya kini
“ baik mas, nisa akan beri mas kesempatan”
"Alhamdulillah….terimakasih nis”
Nisa hanya bisa tersenyum, jujur dia sendiri ragu dengan keputusanya, perasaanya untuk mas reinan masih sangat kuat
“ minggu depan aku akan datan dengan kedua orang tua ku, untuk melamar kamu”
“ iya mas
Dengan senyum yang menghiasi wajahnya jaka pamit undur diri
*****
Seminggu kemudian
“ kamu sudah siap nduk?”
“ iya bu”
“ sebentar lagi nak jaka dan keluarganya akan datang, kamu siap siap y”
“ engeh bu”
Ketiga kalinya jaka akan datang kesini, untuk melamar nisa
Kali ini nisa akan mencoba menerima lamaran mas jaka, beliau adalah orang yang baik
“ assalamualaikum “
“ waalaikumussalam “
Jaka datang dengan sang ibu,satu satunya orang tua yang dia miliki, ia terlihat tampan dengan celana kain hitam juga batik biru hitam yang menghiasi badanya yang tegap
“ silahkan duduk bu” ucap buk sri sambil bersalaman dengan bu hajah begitulah pangggilan iibu mas jaka
“ sebentar nggeh? Saya panggilkan nisa”
__ADS_1
Mereka hanya mengangguk dengan senyum
“ nisa”
‘ enggeh bu”
‘ ayo tamunya sudah datang”
‘ enggeh bu| ucap nisa sambil membawa nampan berisi minuman begitu juga dengan ibu yang membawa nampan berisi beberpa cemilan ringan dan kue
“ silahkan diminum ibu dan mas”
‘ makasih nis”
“ makasih nduk “
Nisa kini duduk di sebelah sang ibu,berhadapan dengan mas jaka dan ibuya
“ begini bu, maaf kalau sekiranya saya mengganggu”
“ enggak apa apa nak jaka, ibu suka kalau ada tamu”
‘ untuk ketiga kalinya saya datang kesini melamar nisa, niat saya masih sama, saya berniat melamar nisa, menjadikanya istri saya “
“ ibu serahkan semuanya ke anak ibu, apapun jawabanya ibu mau menerima”
“
bagaimana nis? Apa kamu mau menerima saya?
Nisa diam, dia melihat kearah mas jaka, terpancar harapan disana, lalu dia berpindah kearah ibu hajah, beliau hanya tersenyum, senyum yang sangat menenangkan, terpancar kabaikan dan kelembutan dari senyum itu, dari pancaran matanya terlihat ketulusan, lalu ia melihat kearah sang ibu yang kini memegang tanganya, ibunya tersenyum, namun terpancar harapan disana
Nisa menunduk, tegakah dia lagi lagi menolak lamaran mas jaka, saat orang orang disekitarnya
menginginkan dia bahagia? Walau hatinya masih terukir satu nama “
“ bismillah….nisa menerima lamaran mas jaka “ ucap nisa
“ Alhamdulillah…..” ucap jaka langsung memeluk ibunya
“ nisa menerima jaka bu? “ ucap jaka
“ iya le”
“ Alhamdulillah bu”
Disisi lain seseorang baru saja sampai di teras rumah dan mendengar pembicraan mereka
apakah aku terlambat? guman orang itu
# akhirny author update lagi
maafkan author y guys....
sebentar lagi tamat kok
sabar y....
__ADS_1
kalian tetep dukung reinan gak ni??