ISTRIKU SEORANG KPOPERS

ISTRIKU SEORANG KPOPERS
rencana kedepan


__ADS_3

hari demi hari berlalu,


sebentar lagi ujian kelulusan akan segera di laksanakan, tak terasa masa putih


abu abu kini akan segera berkahir


hubungan nisa, faris, dan


riko juga terjalin dengan baik, mereka berteman dengan baik, faris dan riko


yang selalu mengikuti nisa kemanpun pergi, mereka benar bena menjaga nisa


dengan baik, bahkan tak jarang itu membuat para siswi lain cemburu


mereka benar benar terkenal


di kalangan anak SMA NUSANTARA, si nisa gadis sederhana dan polos itu selalu di


temani 2 pengawal setianya, yang satu tampan bagaikan pangeran yang satu buruk


rupa, kisah mereka bagaikan kisah  dongeng.


DI KANTIN


Keadaan kantin seperti biasa


saat makan siang akan sangat terasa penuh dan banyak siswa yang menghabiskan


waktunya disana , begitupun dengan nisa dan teman temanya


“ minggu depan ujian


dilaksanakan, kalian udah siap kan??” tanya nisa pada teman temanya, mendengar


itu mereka hanya diam dan saling pandang


“ kalo gue santai aja nis,


mau nilai gue berapapun juga pada akhirnya gue juga bakal ikutin mau ortu gue” ucap bima


Mereka mengangguk mengerti,


bukan rahasia lagi tentang kedua orang tua bima yang memang keras dengan bima,


mereka memang tidak pernah perduli dengan nilai bima, karena menurut mereka


bima hanya harus siap menggantikan bisnis orang tua mereka


“ kalau gue sih optimis gue


bisa, karena gue pengen masuk kedokteran” ucap aldi


“ lo mau jadi dokter?? Emang


bisa?? Nilai lo aja gak beda jauh ama gue “ ucap bima


“ enak aja lo, gue yakin


nilai gue ujian kali ini bakal baik, gue tu sebenarnya pinter, cuman  sial aja gue punya temen kaya lo, makanya


ikut bodo gue “


“ enak aja lo!”

__ADS_1


Mereka pun tertawa,


Beginilah keadaan meja


mereka, meja yang selalu diisi oleh riko cs, nisa, sekar, dan faris ini selalu


saja membuat anak anak lain iri, mereka juga ingin duduk di sana, bersama para


laki laki tampan SMA NUSANTARA, mereka iri terutama pada nisa dan sekar, karena


hanya mereka yang bisa masuk dalam circle pertemanan riko cs


“ kalo mas riko??” tanya


sekar pada riko


“ gue….gak tau”


“ kok gak tau? Emang mas riko


gak mau mengejar impian mas riko?”


“ emang gue punya impian??


Lebih tepatnya emang gue punya kesempatan buat bermimpi??” ucap riko dengan


nada sendunya


Semuanya diam, mereka tau apa


yang dimaksud riko, dirinya hampir sama dengan bima, memiliki orang tua yang sangat


otoriter pada anak mereka, terutama riko yang memang anak laki laki satu


satunya, tuntutan orang tuanya selalu menjadi beban tersendiri baginya, bahkan


bermimpi


Keadaan tiba tiba menjadi


canggung, sebagian dari mereka merasa kasian dengan riko, berteman dengan riko


selama ini membuat mereka mengenal sosok riko lebih dalam, kebaikanya,


kelemahanya, juga kesulitan yang dia alami, sebenarnya di balik kesempurnaan seroang riko


dia juga memiliki beban


“ kalian gak usah kasian ama


gue” ucap riko sambil terus memakan baksonya


 “ siapa yang kasian ama lo? pd banget!” ucap


bima berusaha beralasan, karena riko paling tidak suka ada yang mengasihaninya


“ kalo sekar?” ucap nisa pada


sekar sekalian ia ingin mengalihkan pembicaraan


“ aku sih kuliah dikota ini


aja nis, ambil desaigner, aku kan suka gambar “

__ADS_1


“ semangat sekar “


“ kalo kamu?” ucap sekar


“ aku sih paling pulang


kampung, aku gak melanjutkan ke perguruan tinggi”


“ kenapa?”


“ kamu kan tau aku gak punya


uang buat lanjut kuliah, bisa bersekolah di SMA sebagus ini dan lulus aku udah


seneng banget”


“ tapi kamu pinter nis, kamu


bisa cari beasiswa”


“ emmm…aku pengen menemani


ibu ku di kampung, ibu ingin kembali ke kampung, jadi aku harus menemaninya “


“ bukanya rumah kamu dijual


ya?”


“ alhamdulillah hasil kerja


dan jualan ibuku bisa nabung sedikit demi sedikit untuk bayar hutang dan


sekarang rumahnya bisa kembali lagi kepada kami”


Mereka semua diam, rasanya


ada perasaan tidak rela nisa harus kembali ke kampung halamnya, itu berarti


mereka akan berjauhan dan semakin sulit bertemu


 “ kalo mas faris?”


“ aku….gak tau”


“ mas faris lanjut kuliah


kan?”


“ emm….gak tau”


“ mas faris pintar, mas faris


bisa dapet beasiswa, jadi gak usah khawatir soal biaya” ucap nisa berusaha


menyemangati faris, mereka masih beranggapan faris bingung melanjutkan


kuliahnya karena kendala ekonomi


Bukan karena itu nisa, tapi


karena kamu bakal jauh dari aku, dan aku gak mau batin faris


Mereka pun melanjutkan

__ADS_1


obrolan mereka


# malam semuanya.....gimana nih kabarnya? semoga selalu dalam keadaansehat ya


__ADS_2