
hari demi hari berlalu,
sebentar lagi ujian kelulusan akan segera di laksanakan, tak terasa masa putih
abu abu kini akan segera berkahir
hubungan nisa, faris, dan
riko juga terjalin dengan baik, mereka berteman dengan baik, faris dan riko
yang selalu mengikuti nisa kemanpun pergi, mereka benar bena menjaga nisa
dengan baik, bahkan tak jarang itu membuat para siswi lain cemburu
mereka benar benar terkenal
di kalangan anak SMA NUSANTARA, si nisa gadis sederhana dan polos itu selalu di
temani 2 pengawal setianya, yang satu tampan bagaikan pangeran yang satu buruk
rupa, kisah mereka bagaikan kisah dongeng.
DI KANTIN
Keadaan kantin seperti biasa
saat makan siang akan sangat terasa penuh dan banyak siswa yang menghabiskan
waktunya disana , begitupun dengan nisa dan teman temanya
“ minggu depan ujian
dilaksanakan, kalian udah siap kan??” tanya nisa pada teman temanya, mendengar
itu mereka hanya diam dan saling pandang
“ kalo gue santai aja nis,
mau nilai gue berapapun juga pada akhirnya gue juga bakal ikutin mau ortu gue” ucap bima
Mereka mengangguk mengerti,
bukan rahasia lagi tentang kedua orang tua bima yang memang keras dengan bima,
mereka memang tidak pernah perduli dengan nilai bima, karena menurut mereka
bima hanya harus siap menggantikan bisnis orang tua mereka
“ kalau gue sih optimis gue
bisa, karena gue pengen masuk kedokteran” ucap aldi
“ lo mau jadi dokter?? Emang
bisa?? Nilai lo aja gak beda jauh ama gue “ ucap bima
“ enak aja lo, gue yakin
nilai gue ujian kali ini bakal baik, gue tu sebenarnya pinter, cuman sial aja gue punya temen kaya lo, makanya
ikut bodo gue “
“ enak aja lo!”
__ADS_1
Mereka pun tertawa,
Beginilah keadaan meja
mereka, meja yang selalu diisi oleh riko cs, nisa, sekar, dan faris ini selalu
saja membuat anak anak lain iri, mereka juga ingin duduk di sana, bersama para
laki laki tampan SMA NUSANTARA, mereka iri terutama pada nisa dan sekar, karena
hanya mereka yang bisa masuk dalam circle pertemanan riko cs
“ kalo mas riko??” tanya
sekar pada riko
“ gue….gak tau”
“ kok gak tau? Emang mas riko
gak mau mengejar impian mas riko?”
“ emang gue punya impian??
Lebih tepatnya emang gue punya kesempatan buat bermimpi??” ucap riko dengan
nada sendunya
Semuanya diam, mereka tau apa
yang dimaksud riko, dirinya hampir sama dengan bima, memiliki orang tua yang sangat
otoriter pada anak mereka, terutama riko yang memang anak laki laki satu
satunya, tuntutan orang tuanya selalu menjadi beban tersendiri baginya, bahkan
bermimpi
Keadaan tiba tiba menjadi
canggung, sebagian dari mereka merasa kasian dengan riko, berteman dengan riko
selama ini membuat mereka mengenal sosok riko lebih dalam, kebaikanya,
kelemahanya, juga kesulitan yang dia alami, sebenarnya di balik kesempurnaan seroang riko
dia juga memiliki beban
“ kalian gak usah kasian ama
gue” ucap riko sambil terus memakan baksonya
“ siapa yang kasian ama lo? pd banget!” ucap
bima berusaha beralasan, karena riko paling tidak suka ada yang mengasihaninya
“ kalo sekar?” ucap nisa pada
sekar sekalian ia ingin mengalihkan pembicaraan
“ aku sih kuliah dikota ini
aja nis, ambil desaigner, aku kan suka gambar “
__ADS_1
“ semangat sekar “
“ kalo kamu?” ucap sekar
“ aku sih paling pulang
kampung, aku gak melanjutkan ke perguruan tinggi”
“ kenapa?”
“ kamu kan tau aku gak punya
uang buat lanjut kuliah, bisa bersekolah di SMA sebagus ini dan lulus aku udah
seneng banget”
“ tapi kamu pinter nis, kamu
bisa cari beasiswa”
“ emmm…aku pengen menemani
ibu ku di kampung, ibu ingin kembali ke kampung, jadi aku harus menemaninya “
“ bukanya rumah kamu dijual
ya?”
“ alhamdulillah hasil kerja
dan jualan ibuku bisa nabung sedikit demi sedikit untuk bayar hutang dan
sekarang rumahnya bisa kembali lagi kepada kami”
Mereka semua diam, rasanya
ada perasaan tidak rela nisa harus kembali ke kampung halamnya, itu berarti
mereka akan berjauhan dan semakin sulit bertemu
“ kalo mas faris?”
“ aku….gak tau”
“ mas faris lanjut kuliah
kan?”
“ emm….gak tau”
“ mas faris pintar, mas faris
bisa dapet beasiswa, jadi gak usah khawatir soal biaya” ucap nisa berusaha
menyemangati faris, mereka masih beranggapan faris bingung melanjutkan
kuliahnya karena kendala ekonomi
Bukan karena itu nisa, tapi
karena kamu bakal jauh dari aku, dan aku gak mau batin faris
Mereka pun melanjutkan
__ADS_1
obrolan mereka
# malam semuanya.....gimana nih kabarnya? semoga selalu dalam keadaansehat ya