
“nisa!”
Nisa pun menoleh ke sumber suara,
diikuti dengan teman teman nya yang lain
Terlihat beberapa perempuan yang
sepertinya seumuran dengan mereka
“ ayu,marni,putri, dewi” ucap nisa
“ arep menyang ngendi? “ Tanya dewi
( mau kemana?)
“ neng pasar”
Lalu semua teman nisa terdiam,
mereka tiba tiba menjadi pemalu sambil menundukan pandanganya juga mencuri
pandang pada teman teman nisa yang kini berada di samping kiri kananya
Nisa yang menyadari arah pandang
teman temanya
“ o iya kenalkan ini temen temen ku
dari Jakarta” ucap nisa memperkenalkan teman teman nya dan di balas dengan
senyum hangat semua
“ kenalin nama gue reno” ucap reno
sambil mengulurkan tanganya tidak lupa dengan senyum manis yang dia miliki
Melihat itu teman teman perempuan
nisa tersenyum malu, dengan malu malu mereka menjabat tangan reno
“ minggir! “ ucap bima mengambil
alih tempat reno
“ gue bima, paling ganteng diantara
mereka semua”
Mendengar itu semua temanya hanya
geleng geleng kepala
Dengan senyum malu malu khas wanita
desa mereka menerima jabatan tangan bima
Setelah itu dilanjut dengan teman
teman yang lain, dan bersama sama berjalan menuju pasar
“ nis” panggil ayu
“ hemm??”
“ kanca kanca mu ganteng ganteng
banget” ucap ayu
“ moso?”
“ iyo! Koyo artis korea, hehehe”
jawab marni
“ iya sih, emang mereka ganteng
ganteng, wong kuto gak tau neng sawah “ jawab nisa
( iya sih, memang mereka ganteng, orang kota kan gak pernah ke sawah)
“ tapi tenan nis, gak enek pemuda di desa ini yang
gantennya kaya mereka”
“ kok bisa bisanya mereka semuanya
ganteng gak ada yang jelek”
“ sing perempuan yang cantik banget,
__ADS_1
kulitnya putih mulus, koyo artis artis”
“ kok iso nis punya temen kaya
mereka?’
“ gak tau juga aku, ya kita jadi
temen aja”
“ kayaknya mereka wong sugih,
lihaten pakaianya, bagus bagus banget “
Uapan marni membuat nisa dan ayu
menoleh ke belakang, terlihat disana dewi dan putri sedang mengobrol dengan sania, sementara dibekangnya ada
reinan, reno, aldi, bima dan riko
Memang benar apa yang dikatakan
marni, walau baju yang mereka kenakan tampak simple namun bisa terlihat bahwa
baju itu adalah baju bagus dan mahal, sangat berbeda dengan pakaian mereka
sehari hari dikampung
Walau hanya melihat sekali namun
orang orang pasti tahu bahwa mereka berasal dari kalangan atas, terlihat dari
wajah mereka yang cantik dan tampan, terlihat terawat
“ mereka memang bukan orang
sembarangan “ ucap nisa
“ bener kan? Mereka orang kaya?”
“ iya, mereka memang anak anak orang
kaya “
“ jadi gak enak aku, kayaknya gak
pantes berteman sama mereka “ ucap ayu
berteman hanya melihat harta aja, buktinya mereka mau berteman sama aku
yang hanya anak petani”
“ tapi kan kebanyaka orang kaya suka
merendahkan orang kecil, lihat aja itu kaya mas mamad anaknya pak kades, dia
aja pilih pilih mau temenan sama siapa, bahkan pernah ngatain kita gak pantes
berteman sama mereka “
“ gak semua nya kaya gitu kok, masih
banyak yang baik “
“ takut aja nis”
‘kalo kalian kenal mereka pasti
seneng, mereka semua baik banget, selama aku di Jakarta mereka suka bantuin
aku”
“ tenane? Alhamdulillah wes kalo
mereka itu orang baik “
Sementara di belakang
“ temen teman nisa manis mania ya?’
ucap reno
“ kagak usah macem macem lo,inget
gebetan lo di jakarta nunggu”
‘ elah! Gpp kali “
“ inget kita cuman tamu di desa ini,
harus jaga sopan santun’
__ADS_1
‘ iya iya, tahu gue”
“ mereka juga gak mau kali ama lo”
ucap bima yang ada di belakang reinan dan reno
“ apa lo? ikut ikut aja, mereka mau
lah sama gue, gantengnya kaya gini “
“ ganteng gue kali”
“ gue lah”
“ gue”
“ udah udah, bacot banget lo berdua
“ ucap riko
Mendengar itu mereka berdua diam
Tiin….tiin……
Sebuah motor melaju kencang melewati
mereka
“ apaan tuh? Buset kaget gue” ucap
reno
“ makanya, kagak sopan banget”
Seorang lelaki seumuran mereka
dengan pakaian yang nyetrik itu ternyata menghadang jalan mereka, laki laki itu
berhenti tepat di hadapan nisa
“ mas mamad?” ucap nisa terkejut
karena mamad kini dengan tiba tiba menghadang jalanya dengan teman teman
“ hai dek nisa” ucap mamad sambil
membenarkan rambutnya yang terlihat klimis
“ iya mas”
“ mau ke pasar y?”
“ iya mas”
“ ayo mas bonceng”
“ gak usah mas makasih, nisa bareng
teman teman aja “
“ jangan dong… nanti kamu capek,
mending sama mas aja dari pada sama mereka “
“ makasih mas, tapi nisa jalan aja
sama teman teman “
“ ekheemmmm” suara deheman reinan
membuat perhatian mamad teralih
‘ kalian siapa?”
“ ini teman teman nisa dari kota
mas” ucap nisa
“ o…..anak kota to…”
“ iya mas”
“ kenalin ya saya mamad calon
suaminya nisa” ucapnya percaya diri
“ APA?” ucap mereka bersama
# akhirnya setelah sekian purnama terlewat up juga hahaha
sebagai perminataan maaf auhtor akan update banyak nih
__ADS_1