
" hai dek nisa" ucap seorang laki laki yang seumuran dengan nisa, mungkin lebih tua
" mas mamad" ucap nisa berusaha ramah
" lagi apa??"
" lagi nyapu aja mas"
" nanti sore ikut mas mau??"
" ikut kemana mas?"
" ada pasar malam di desa sebelah, mas pengen ajak kamu lihat "
" emm....nanti nisa ijin ibu dulu mas"
" oke"
lalu mereka sama sama diam
" mas mamad kenapa masih disini??"
" hah?? em gpp, ya udah mas pulang dulu ya"
" iya mas"
lalu lelaki bernama mamad itu pergi meninggalkan nisa yang masih berdiri di halaman rumanya dengan sapudi tanganya
nisa menghela nafas,sudah seminggu sejak ia dan ibunya pindah lagi kedesa ini, lelaki bernama mamad anak kepala desa yang dulu nisa kenal sebagai kakak kelas sekaligus teman bermainya kini malah menunjukan rasa sukanya
nisa ingat dengan kejadian bebeapa hari lalu
**FLASHBACK **
" loh?? buk sri kapan datang??"
" sudah 3 hari yang lalu bu"
" lama juga di jakarta ya???"
" iya bu lumayan"
" la sari ikut pulang??"
" ikut bu"
*nisa datang dari arah belakang dengan mambawa beberapa sayuran yang tadi dibeli ibunya *
*" ini siapa? " tanya salah satu ibu *
" anak saya bu, nisa"
" ini nisa??"
*" iya bu" ucap nisa sambil mencium punggung tangan satu persatu ibu ibu yang sedang mengobrol dengan ibunya *
" ayune...kamu punya perawan cantik kaya gini sri??"
" hahaha....ibuk e yo ayu kok"
" iya iya, percaya wes"
" tak ambil mantu y, itu sama anaku si mamad, biar nanti mereka kenal "
*ibu hanya menanggapinya dengan tertewa begitupun dengan nisa, namun nisa tak menyangka dari pertemuan itu kini dia malah harus berurusan dengan mas mamad *
FLASHBACK OFF
" mamad kesini lagi nduk??" tanya ibu saat nisa masuk kedalam rumah
" enggeh bu"
' mamad kayaknya emang suka sama kamu"
" nisa tahu bu"
" kamu gimana? mamad anaknya baik, gak neko neko"
" nisa masih belum pengen nikah bu, nisa juga gak mau pacaran, nisa hanya menganggap mas mamad kaya temen"
__ADS_1
" ya udah terserah kamu,tapi jangan kasih harapan ke mamad ya nduk, kasian, kalau memang kamu gak suka, bilang saja sejujurnya "
" enggeh bu"
' ibu mau ke warung dulu, kasian bulekmu jaga sendiri "
" iya bu"
sejak beberapa hari lalu buk sri dan bulek sari memang membuka warung dari sisa tabungan yang ada, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari selain dari hasil sawah nanti
" nanti malam mas mamad ajak nisa lihat pasar malam bu"
" ya kamu gimana ?? kalau ikut kamu jangan sendiri, ajak temen, ibuk gak mau kamu berudaan sama mamad, takutnya ada berita yang enggak enggak"
" enggeh bu, nanti nisa ajak dewi aja "
' ya udah ibu ke depan ya"
' enggah bu"
sementara di jakarta
" lo kenapa sih rei??" tanya reno
" gue kangen nisa" ucap reinan to the point tanpa malu
" eh buset.....bisa galau juga es kaya lo"
" gue serius"
" iya iya, y udah kesana aja "
" susulin kemana? alamat rumahnya aja gak tau"
" lah?? gimana sih lo?'
" yang gue tahu cuman dia dari jawa timur"
" ya udah lo kesana lah"
pletakk
" sakit bege"
" ya lo mikir dong, lo kira jawa timur itu kecil?? "
" tunggu deh rei, kayanya gue pernah deh lihat tantenya si nisa pake seragam OG kantor bokap lo"
" eh?? iya ya"
minta aja datanya di kantor bokap lo, pasti dkasih, pasti kan ada alamat rumah di sana
" iya juga y"
reinan langsung berdiri
" mau kemana lo???'
' ke kantor bokap"
" ikut gue"
reno dan reinan pun masuk kedalam mobil dan pergi menuju kantor papa nya
**KANTOR **
reinan masuk kedalam kantor papanya dengan reno di sampingnya
banyak pegawai yang mengangguk hormat kepada reinan, siapa pun tahu bahwa reinan adalah putra dari pemlik perusahaan tempat mereka bekerja, semua juga tahu bahwa reinan adalah cucu laki laki satu satunya kalurga al faris,
reinan hanya diam tanpa membalas sapaan para pegawai papanya itu, seperti biasa dia memang dingin dengan orang lain, para peawai pun juga sudah biasa dengan hal itu karena pak nando juga sama dinginnya dengan reinan , berbeda dengan reno yang membalas sapaan para karyawan reno dengan senyum tak enaknya
" dasar es! " batin reno
" selamat siang mas reinan" ucap sekertaris papanya yang kini tengah berdir di meja kerjanya
' papa ada mbak??"
" ada mas, silahkan masuk"
__ADS_1
" baik"
reinan masuk kedalam ruangan papanya, setelah tadi mengetuk pintu dan di persilahkan masuk
" kamu ngapain kesini rei??"
" aku butuh bantuan papa"
" bantuan??"
' aku mau lihat data pegawai OG disini pa"
" buat apa??"
" aku pengen nemuin alamt rumah perempuan yang aku suka pa"
" apa hubunganya dengan OG papa"
" karena tantenya bekerja sebagai OG disini walau sudah berhenti "
" papa gak bisa bantu kamu"
" kenapa pa???"
" itu data pribadi gak bisa sembarangan "
" ya udah "
lalu reinan mengeluarkan hpnya
" hallo assalamualaikum ma"
" waalaikumussalam, ada apa rei??"
" mama masih ingat nisa? wanita yang reinan suka"
" masih dong, calon mantu mama"
" jadi gini ma,papa....."
belum sempat reinan melanjutkan ucapanya hp nya sudah di rebut papa nando
" sayang...."
" loh?? pa??'
' iya ini reinan disini"
" oalah...tadi reinan mau bilang apa ya??"
" tadi katanya dia mau main aja disini "
" oalah....ya udah "
" iya mah, papa tutup ya mau meeting"
" iya pa, reinan mana??"
" dia masih di kamar mandi "
'oalah....y udah pa mama tutup ya assalamualaikum"
" waalaikumussalam "
huft..... papa nando terlihat lega ia melihat ke arah nando dengan jengkel
*bisa gawat kalau sampai mama tahu aku gak bantuin reinan, gak dapat jatah nanti batin papa nando *
sementara reinan hanya tersenyum
" kamu ya! okay papa turuti mau kamu"
reinan memang selalu tahu apa kelemahan papa nando
dasar bapak anak dilura dingin didalamnya sama sama bucin batin reno
# hay....udah berapa hari nih author gak up??
maaf ya, author repot banget kemaren ada acara
__ADS_1
gimana nih?? lanjut gak??