
“ ha…ha..ha…hahahaha….” suara tertawa bergema di seluruh
ruangan yang cukup besar dan didominasi cat berwarna putih dan abu-abu, dari
ruangan ini dapat dilihat keindahan seluruh kota s, ruangan ini berada di
lantai tertinggi gedung pencakar langit di kota ini, ya ini adalah ruang CEO PT
NDA,
Suara tertawa yang sangat keras terdengar dari orang yang sedang duduk di kursi
kebesarannya, ya dia adalah nando alfaris, saat ini dia tengah memperhatikan
layar laptopnya, yang sangat menarik baginya, sampai dapat memancing tawanya,
pasalanya sekarang dia tengah melihat, bukan hanya melihat sih lebih tepatnya
mengawasi apa yang dilakukan oleh mahasiswanya itu ketika dia tidak ada
FLASHBACK ON
Sesampainya nando di kantor, dia langsung menuju ke
ruanganya, seperti biasa banyak karyawan yang menyapa bahkan menatap kagum
kepadanya, namun nando tidak menanggapi sama sekali, dia bahkan hampir tidak
pernah tersenyum pada karyawanya, bagi mereka siapa yang bisa melihat senyumnya
pak nando pasti sangat beruntung, karena seorang CEO PT NDA, NANDO AL FARIS, tersenyum itu adalah suatu kejadian yang sangat langka,
“ pak nando ganteng banget ya nit….” Ucap salah satu
karyawan perempuan
“ iya ganteng, sayang dia dingin sekali, seakan-akan tidak
ada jalan untuk mendekatinya, bahkan aku bekerja disini sudah lebih dari 5
tahun,namun aku tidak pernah melihat pak nando tersenyum, aku jadi ingin tau,
__ADS_1
bagaimana jika pak nando itu tersenyum, pasti sangatlah tampan, berwajah dingin
saja sudah sangat tampan” ucap teman karyawan yang lain
“ benarkah? Jadi dia sangat sulit didekati?, aku hampir
tidak percaya, aku kira dia akan menjadi laki-laki yang mempunyai banyak gadis
disisinya, melihat betapa sempurnanya dia”
“ iya aku juga kira begitu, namun sampai detik ini aku
bekerja disini hampir tidak pernah mendengar atau melihat pak nando ke kantor
membawa seorang wanita”
“ benarkah? Karena aku baru aku rasa aku belum tau banyak
soal pak nando”
Tidak masalah, ada aku,kau bisa Tanya apapun padaku hahaha…”
“ baiklah…sekarang lebih baik kita lanjutkan pekerjaan kita”
Sesampainya nando diruanganya, dia langsung uduk dikursi
kebesaranya, tidak lama kemudian datanglah sekertaris pribadi nando
“ permisi pak, ini beberapa file yang harus anda tanda
tangani” ucap niko sekertaris pribadi
nando
“ baik, taruh saja di meja” ucap nando
“ apa ada yang bisa saya bantu lagi pak?” Tanya niko
“ tidak, kau boleh lanjutkan pekerjaanmu”
“ baik pak, kalau begitu saya permisi” ucap niko
__ADS_1
“ ya”
Nando pun langsung menyelesaikan banyak pekerjaanya yang
tertunda karena dia tinggal megajar sebagai dosen, ya mejadi dosen adalah
cita-cita nando sedari kecil, baginya menjadi seorang guru adalah sebuah
pekerjaan yang mulia, namun sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam
keluarganya, nando memiliki tanggung jawab yang besar sebagai penerus
usaha keluarganya, orang tua nando
sendiri tak pernah memaksa kan keinginanya, mereka menghargai cita-cita nando,
dan mereka tidak pernah melarang nando dalam mewujudkan cita-cita nya, namun
nando sendirilah yang ingin melakukan semuanya, disatu sisi dia ingin tetap
melanjutkan cita-cita nya, namun disisi lain dia mempunyai tanggunng jawab yang
besar terhadap keluarganya, jadi seberat apapun akan dia jalani, walau dia
sendiri tidak tau sampai kapan dia akan seperti ini, mungkin suatu saat nanti
dia harus memilih salah satu antara cita-cita atau tanggunng jawab nya sebagai
penerus usaha keluarganya, dia sudah sangat bersyukur mempunyai orang tua yang
tidak mengekang anaknya, membiarkan nando mengambil keputusanya, mungkin suatu
saat dia harus berhenti sebagi seorang dosen, dan focus mengembagkan perusahaan
keluarganya.
Sementara ini nando masih dibantu oleh sang ayah yaitu haris
al faris, karenanya nando masih mapu membagi waktunya, biarlah sementara ini
dia menikamti waktunya sebagai seorang dosen, dan ai bersyukur masih diberikan
__ADS_1
kesempatan untuk dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang dosen
maa ya masih banyak typo, aku akan berusaha lebih baik lagi, makasih banyak buat yang udah mampir, maturthankyou banget…..hahaha....