
lo?” ucap laki laki itu
“ kenapa?? Ucap reinan pada laki laki itu
“ ngapain lo ikut campur?”
Rei hanya diam dan mendekat, dengan tatapan mata yang tajam dan
dingin, mempunyai tatapan yang persis seperti ayahnya, yang bisa membuat lawanya
merasa terintimidasi
“ l….lo..mau ngapain” ucap laki laki itu sedikit takut karena dia
tau sedang berurusan dengan siapa
“ gue gak mau ngapa ngapain, cuman mau ngingetin aja lo sekarang
ada dimana, dan berani banget lo bikin perkara di kandang orang lain??” ucap
rei dingin dan mengintimidasi
“ lo! “ jujur laki laki itu sedikit merasa takut, karena sekolah
mereka selalu menjadi rival, dalam berbagai bidang, namun tetap sekolah ini yang
lebih unggul, belum lagi dia pun menyadari bahwa orang yang dihadapinya bukanlah
orang sembarangan, ayolah….hampir seluruh kota ini tau siapa keluarga ALFARIS,
dan nando adalah salah satu pewaris keluarga ALFARIS
“ minta maaf sama mereka" ucap reinan
“ gak mau! Dan akan! Enak aja lo nyuruh gue !”
“ jadi lo gak mau?? Ucap reinan sambilmelihat ke sekelilingnya
Laki laki itupun mengikuti arah pandang nando dan dia baru
menyadari bahwa sekarang satu sekolah sedang memperhatikanya, hampir semua siswa
menatapnya tajam dan tak bersahabat, dia pun hanya bisa menelan ludah
“ lo masih diem??” pertanyaan reinan mebuyarkan pemikiran nya
“ bro, udah lo minta maaf aja, gak usah bikin perkara, lo mau kita
abis disini??” ucap teman nya yang mendekat dan berbisik
Dia pun bingung, dia tidak mau harga dirinya hilang, karena dia
memang dari keluarga yang berada, namun dia tau bahwa membuat masalah dengan
seorang REINAN PENGESTU ALFARIS bukanlah halyang baik, karena keluarga nando
cukup berkuasa dan berpengaru
__ADS_1
“ ok, gue minta maaf, puas??” ucap nya
“ cabut guys” ucap laki laki itu sambil berdiri meninggalkan lapangan dengan emosi
Anak anak SMP nusantara pun pergi meninggalkan ALFARS
“ nisa kamu gpp kan?? Bisa
berdiri kan??”
“ bisa kok san “
Sania pun membantu nisa untuk berdiri namun sebelum nisa bediri
dengan tegap nisa tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga dia pun
terduduk kembali
“ aduh….” Ucap nisa
“ kaki kamu kayaknya keseleo deh nis, tangan kamu juga berdarah”
“ udah gpp” ucap nisa
“ gpp gimana?? “
Sementara reinan malah pergi meninggalkan nisa juga sania
“Lo gpp kan nis?? “ Tanya
kamar mandi
“ gpp reno”
“ ren lo gendong nisa don, bawa ke uks “
“ aku gak mau san”
“ kenapa?? Kamu itu kesakitan nis”
“ aku gak mau, reno bukan
muhrim sama aku”
“tapi nis, “ ucapan sania terpotong
“ aku gak mau san, aku gak mau bersentuhan dengan orang yang bukan
muhrimku”
“ udah san, gak usah di paksa nisa nya, kita kan udah tau nisa
gimana” ucap reno
“ iya, kalo gitu gue cari bantuan dulu deh ya” ucap sania sambil
melihat kanan kirinya guna mencari bantuan
__ADS_1
Tiba tiba reinan datang dengan mendorong sesuatu
“ rei???” ucap reno dengan nada bertanya
“naik!” ucap rei
“ hah?? “ ucap nisa dan sania besama karena mereka bingung dengan
rei
“ naik” lagi rei mengulang ucapanya
“ o iya “ ucap nisa, dan
sania pun yang mengerti situasinya membantu nisa duduk di kursi roda
Setelah nisa duduk di kursi roda sania yang bermaksud menggantikan
rei untuk mendorong kursi roda nisa dibuat terkejut karena rei langsung
mendorong kursi roda itu tanpa berkata apapun
Dan hal itu membuat orang terkejut bukan hanya sania namun juga
reno, dan akhirnya sania dan reno mengikuti rei dan nisa yang sudah berjalan duluan
keruang UKS
Semenara nisa dia merasa malu,karena selama perjalanan ke ruang
UKS, banyak pasang mata yang melihat
kearahanya, ada yang menatap dengan tatapan bertanya, ataupun seakan akan tidak
menyukai nisa,
“ rei….aku gak harus duduk di kursi roda, aku masih bisa jalan”
sementara rei hanya diam tak menjawab
“ kalo kaya gini aku kaya orang sakit parah wae” ucap nisa
cemberut
Rei hanya tersenyum samar karena nisa cemberut
Sekarang dalam benak sania bertanya Tanya
Kenapa rei gak kaya rei yang biasanya?? Apa jangan jangan…..
Ah gak mungkin lah, rei mungkin hanya kasian aja, batin sania
# hay....author balik nih….
makasih sudah mau nunggu author up
selamat membaca
__ADS_1