
“ pak nando?” ucap bulek sari
Sementara papa nando menatap bingung pada bulek sari
“ ibu mengenal suami saya?”
“ ibu resti?”
Kini sepasang suami istri itu saling bertatapan
“ maaf pak bu” ucap bulek sari buru buru menaruh minuman dimeja dengan tangan gemetar
“ kenapa ya bu?’
“ maaf karena gak tau kalau ibu dan bapak akan datang kesini, maaf y bu, pak keadaan rumah kami memang seperti ini” jelas bulek sari buru buru
“ emm, tidak apa bu” jawab mama resti
“ kamu kenapa sih sari?” kali ini buk sri ikut berbicara
“ ini mbak, mereka itu boss aku dulu waktu dijakarta”
“ APA? Bos kamu? Maksud kamu yang kamu kerja di perusahaan besar itu?”
“ iya mbak”
Sekarang buk sri pun ikut gugup, dia tak menyangka bahwa kini yang tengah berada didepanya, duduk di atas kursi kumuhnya, didalam rumah kecil mereka ini adalah jajaran orang terkaya yang ada di kota
“ jadi ibuk dulu bekerja di perusahaan suami saya?’
“ iya bu, dulu saya bekerja sebagai OG disana “
Mendengar hal itu mama resti menatap ke arah papa nando dengan tatapan bertanya
“ maaf saya sepertinya lupa” ucap papa nando sopan
“ tidak apa apa pak”
Karyawan NDA itu ada ribuan orang dan tidak mungkin kan seorang pemimpin perusahaan bisa hafal semua karyawanya yang berjumlah ribuan orang itu
“ monggo monggo bu, pak, nak reinan, adeknya di minum tehnya “
“ enggeh bu, makasih”
“ maaf geh bu pak, seadanya”
‘ ini sudah lebih dari cukup untuk kami bu”
Lalu hening menyelimuti
Untuk beberapa waktu tdak ada yang memulai pembicaraan sampai mama resti menyikut lengan papa nando
Papa nando pun menoleh kearah istrinya
__ADS_1
‘ papa ngomong ih” lewat tatapan matanya mama resti berbicara
Papa nando mengerti dengan isyarat mama resti
“ ekheemmm, begini bu saya dan istri saya datang kesini karena mau menyampaikan sesuatu “
Papa nando menjeda sebentar
“ sebelumnya saya mau meminta maaf atas kelakuan anak saya karena dengan tidak sopanya kemaren dia merusak urusan orang dan lebih parahnya dia melamar seorag gadis tanpa mengatakanya kepada saya ataupun mamanya, saya juga tidak tau dari mana dia ini mendapat keberanian seperti itu, hahaha” papa nando tertawa sendiri sementara mama resti memutar bola matanya malas sudah hafal dengan kelakuan aneh sang suami
Berbeda dengan bulek sari yang terkejut, untuk pertama kalinya dia melihat seorang pimpinan NDA
yang dingin dan jarang terseyum itu justru malah tertawa seperti ini
“ papa” peringat mama resti
“ ekhemm, maaf ma” ucap papa nando ketika menyadari bahwa dia sudah berlebihan
“ jadi begini bu saya sesuai dengan apa yang dibicarakan anak saya, kedatangan saya kesini yaitu untuk melamarkan anak ibu nisa ini untuk anak saya reinan “
Mendengar itu ketiga orang yang duduk dihadapan papa nando terdiam, jujur mereka bingung
dengan keadaan yang ada
Orang terkaya dikota datang melamar nisa yang hanya anak petani miskin, apakah mereka benar
benar bisa menerima nisa?” batin buk sri
Andai yang melamar bukan keluarga dari kalangan kaya dan pemilik perusahaan besar itu
terlalu berbeda?
Sementara nisa, dia juga bingung harus menjawa apa, disatu sisi dia merasa bahagia karena perasaanya terbalasakan lelaki yang selama ini disukainya melamarnya namun disisi lain dia merasa bimbang dan takut setelah mengetahui latar belaakangan keluarga reinan, mereka terlalu berbeda untuk bersatu
“ bagaiamana nak nisa ? Tanya mama resti setelah beberapa saat hanya kediaman yang mereka rasakan
Sementara reinan sudah merasa sangat gugup, dia takut nisa akan menolaknya
“ emmm…tapi bukankah umur kami masih terlalu muda tante?” ucap nisa
“ umur kalian sudah 19 tahun, kalian juga sudah punya KTP kan? Sudah legal untuk menikah”
“ tapi….kami terlalu berbeda tante” ucap nisa lirih sambil menundukan kepalanya
“ jangan merasa seperti itu nak, om dan tante tak pernah menilai seseorang hanya dari harta atau status sosialnya saja, selama dia anak yang baik maka kami akan dengan senang hati menerimanya “
Mendengar itu nisa hanya terdiam dia bingung sampai sebuah usapan lembut mengalihkan
perhatianya
“ terserah kamu nduk, ikuti kata hatimu, ibu akan mendukung semua keputusanmu “
Mendengar itu nisa menarik nafas dalam
__ADS_1
Sementara reinan sudah sangat gugup
“ bismillah ….nisa menerima lamaran mas reinan “
Mendengar itu reinan terkejut bukan main, sementara papa dan mama sudah saling berpegangan tangan sambil tersenyum bahagia
“ kamu menerima aku nis?” ucap reinan memastikan
Nisa hanya mengangguk sambil tersenyum malu
“ Alhamdulillah ya Allah….” Ucap reinan langsung berdiri
“ rei” ucap mama mengingatkan reinan
“ hehehe…maaf ma”
“ semuanya diruangan itu terlihat bahagia apalagi reinan dan nisa
“ silahkan bu dinikamti kuenya,
Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka
***********
“ terimakasih nis, sudah mau menerima saya “ ucap reinan
Kini mereka tengah duduk dihalaman rumah nisa, dikursi ddepan dibawah pohon mangga
‘ harusnya nisa yang brterimakasih sama mas reinan karena sudah mau memilih nisa yang hanya orang biasa”
“ kamu satu satunya perempuan yang bisa buat saya jatuh cinta berarti kamu bukan orang biasa nis, kamu istimewa “
“ sampai saat ini rasanya masih seperti mimpi mas reinan melamar nisa, melihat banyakanya wanita yang mendekati mas reinan, apalagi mereka juga cantik, pintar juga dari kalangan atas”
‘ hati gak pernah tau dimana dia akan berlabuh, dan hati saya memilih kamu”
“ apakah mas yakin kita akan menikah? Usia kita bahkan masih muda”
“ insyallah, selama niat kita baik kita pasti bisa”
“ bismillah semoga saja segala utusan kita dilancarkan oleh Allah “
“ amiin…”
akhirnya nisa menerima lamaran reinan
berarti mereka akan segera menikah dong?
tidak semudah itu, hahaha ....
masih ada rintangan yang harus mereka lewati
__ADS_1
next chapter okay...bye...