Izinkanku Untuk Merasakan Lelah

Izinkanku Untuk Merasakan Lelah
Candu.


__ADS_3

Waktu demi waktu sudah berganti, kehidupan abi bersama Fia semakin akrab satu sama lain. Sepertinya apa yang dikatakan oleh Yasmin dan juga mamanya menjadi kenyataan, dimana hal itu membuat Fia pusing.


"Ayolah sayang, ikut ya." Abi merengek seperti anak kecil kepada ibunya dalam membujuk Fia.


"Maaf mas, jika aku berada disana. Pasti tidak akan fokus untuk bekerjanya, yang ada malah nanti masnya malas-malassan."


"Tidak kok sayang, malahan nanti mas semakin bersemangat bekerjanya. ikut ya, ayolah sayang. Mas akan kabulkan apa saja yang kamu inginkan, asalkan kamu selalu berada disisi mas." Bujuk rayu Abi benar-benar membuat Fia tidak habis pikir.


Dahulunya, pria itu bahkan tidak sudi untuk berdekatan dan menyentuh dirinya. Setelah cinta hadir diantara mereka, sudah dipastikan membuat Abi bertekuk lutut. Tapi itu tidak membuat Fia menjadi besar kepala dan lupa akan semuanya, walaupun saat ini Abi sudha menerima dirinya.


"Mas..."


"Ayo berangkat, mas sudah menyiapkan semuanya yang kamu perlukan." Senyuman manis Abi berikan kepada Fia.


Mengehela nafas panjangnya, menolak pun tidak akan membuat pria itu merubah apa yang sudah ia inginkan. Dalam kondisi hamil yang memasuki trimester kedua, Fia mengalami kesulitan untuk berjalan. Dinyatakan mengandung bayi kembar, dan itu semakin menambah kebahagiaan keluarga besar mereka.

__ADS_1


Kedua sahabatnya yang masih setia berada disana, membantu menyiapkan bekal makan yang akan dibawa Fia mengikuti Abi ke perusahaannya.


"Apa kalian benar-benar ingin melihat aku semakin membulat ya." Ucap Fia saat melihat bekal yang sudah tersedia dihadapannya.


"Aduh nona, ini untuk berjaga-jaga agar ibu dan anak-anaknya tidak kesulitan untuk mendapatkan cemilan." Ani begitu bersemangat.


Ketika hubungan Fia membaik, kedua sahabatnya mulai memanggilnya dengan sebutan nyonya. Karena Abi sudah merubah status Fia sebagai istrinya seutuhnya, namun hal itu membuat Fia fidak nyaman. Yang pada akhirnya mereka sepakat dengan sebutan nona saja.


"Sudah sayang, terima saja. Mereka sangat perhatian kepada kamu dan anak kita, ayo." Abi mengandeng tangan Fia berjalan memasuki mobil.


"Baiklah, terima kasih semuanya. Kalian benar-benar T.O.P."


Ponsel milik Fia tidak berhenti bergetar, dimana Abi selalu menganggu dirinyanyang sedang beristirahat di dalam ruang pribadi milik suaminya. Dengan sengaja pula Fia mengabaikannya dan berlayar ke alam mimpi, mendapati tidak ada tanggapan dari istrinya. Abi yang kala itu sedang berdiskusi bersama Tyas dan juga Ronal, memilih meninggalkan keduanya memasuki ruang pribadi miliknya.


"Begini ni kalau sudah bucin, lupa dengan kita disini. " Celetuk Tyas yang menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

__ADS_1


"Tidak usah ikut campur urusan rumah tangga orang, kerjakan saja. Lebih cepat lebih bagus dan keluar dari sini." Ronal tahu betul apa yang akan terjadi diantara tuan dan wanitanya.


"Maksudmu?" Tyas masih bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Ronal.


Begitu malas untuk menjawabnya, Ronal memilih segera menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya kala itu. Tepat sekali, apa yang Ronal kerjakan sudah selesai, membereskan berkas miliknya dan bersiap meninggalkan Tyas yang masih mengerjakan beberapa pekerjaannya.


Terdengar suara ******* yang dapat merusak pendengaran dan juga keimanan seseorang, dengan menyeringai penuh kemenangan. Ronal menatap Tyas dengan tatapan mengejek.


"Sudah tahu kan apa yang aku bicarakan? Selamat menikmati, hahaha." Ronal tertawa dan berjalan secepat mungkin untuk keluar dari sana.


Tiba-tiba saja tubuh Tyas merinding ketakutan dan bergetar, telinga menjadi tidak suci lagi setelah mendengar suara yang begitu jelas dari ruangan tersebut. Bergegas membereskan semua berkas yang akan ia kerjakan dan membawanya keluar dari sana.


"Kalau begini terus, hancur sudah jiwa jombloku ini. Dasar tuan Abi tidak punya perasaan, dulu saja tidak mau dan sekarang. Ih, merinding nih." Tyas menjadi saksi perjalan cinta keduanya saat pertama bertemu dan pada akhirnya Abi menjadi sebucin seperti ini.


Sedangkan dua orang yang berada didalam ruangan pribadi itu masih mengeluarkan suara-suara merdunya, itulah yang membuat Abi tidak bisa jauh dengan Fia. Hubungan membaik dan juga menjadi candu baginya atas apa semuanya yang dimiliki oleh Fia, hal itu membuat Abi semakin melupakan masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2