
Seiring perjalanan waktu, kini hubungan Fia dan Abi mulai melunak. Namun ada suatu hal yang membuat Abi begitu sangat geram, yaitu white.
"Lepaskan Fia, dia berhak untuk bahagia dan terlepas dari kamu Abi."
"Tidak, sampai kapanpun Fia tetaplah istriku. Kamu yang seharusnya sadar diri, White." Nada bicara Abi mulai meninggi.
"Heh, dimana kamu saat Fia membutuhkan orang yang menemaninya dalam keadaan hamil dan melahirkan? Abian tumbuh tanpa figur seorang ayah, dan kini kamu datang disaat semuanya sudah damai tanpa kehadiranmu!"
Perdebatan terjadi diantara mereka berdua, White mendatangi perusahaan Abi dan membuat sedikit keributan disana. Ronal maupun Tyas tidak bisa membantu apa-apa, karena mereka berdua sama-sama keras kepala dan tidak bisa dihentikan ketika berdebat.
"Jangan berkomentar jika tidak tahu kebenarannya, ingat White. Fia adalah istriku, kau tidak bisa memisahkan kami." Tegas Abi kepada White.
"Istri? Kau bilang dia adalah istrimu? Hahaha, kau benar-benar pria tidak punya otak." White menyeringai dengan nada ketus.
"Kalian sudah berpisah selama beberapa tahun, status Kalian berdua tidak bisa dikatakan sebagai suami istri lagi. Menikah ulang adalah jawabannya, dan jika Fia tidak ingin kembali menikah denganmu lagi. Maka kau bukanlah siapa-siapanya lagi, aku berhak mendapatinya. Camkan itu Abi."
Perkataan White benar-benar membuat emosi Abi tidak bisa dikendalikan lagi, Abi beranjak dari tempatnya dan melayangkan pukulan telak pada wajah White secara terus-terusan.
__ADS_1
Tidak memberikan sedikitpun celah untuk White bernafas, Abi terus menyerang White. Namun semuanya terhentikan saat Ronal mendapati keduanya dalam keadaan yang sudah tak terkendali, butuh beberapa orang untuk melerainya. Bahkan Ronal pun terkena hantaman dari keduanya, membuat kepala dan wajahnya mengalami memar.
"Kalian ini, sudah berumur tapi kelakuan sama kayak bocah." Geram Ronal kepada keduanya.
"Tahu apa kau, hah! Lebih baik diam dan duduk manis saja, sana." White mengusir Ronal agar tidak ikut campur dengan urusan pribadi mereka.
"Kau yang diam, berurusan denganmu itu selalu saja membuat orang lain terkena imbasnya. Seharusnya kamu yang menjaga sikap, apalagi Kalian berdua itu saudara."
"Tidak ada namanya saudara jika harus membuatku sakit kepala terus-terusan saat bertemu denganmu. " Sambung Abi.
"Siapa yang kau maksud? Aku? Enak saja, paman Rendra saja tidak pernah berkata seperti itu padaku. Dia begitu ramai kepada semua orang, tapi tidak denganmu." White semakin mengeluarkan semua rasa kekesalannya pada Abi.
Kedua masih terus saling serang melalui kata-kata, Tyas yang perempuan saja dibuat pangling dengan aksi keduanya dalam mengumpat.
...Mereka ini laki-laki atau perempuan ya, kenapa lebih hebat mereka dalam masalah mengumpat daripada wanita....
"Jangan coba-coba mendekati ataupun mencintai Fia, karena dia masih tetap istriku sampai nyawaku hilang." Tegas Abi kepada White.
__ADS_1
"Percaya diri sekali kau, hah. Apa kau tahu, Fia hidup seperti apa setelah kau lebih memilih wanita gila itu. Tidak kan?!"
"Bahkan Abian, yang kau akui sebagai anak dipermalukan oleh teman-temannya karena tidak mempunyai ayah. Kau ada dimana saat itu, hah?! Jawab!"
"Kenapa diam? Merasa bersalah? Sudah terlambat, dan bersiaplah untuk menerima Fia sebagai saudaramu. Bukan sebagai istrimu lagi."
Pukulan telak untuk Abi, ucapan White benar-benar membuat dirinya tidak bisa mengelak lagi. Semuanya benar, namun ia tidak akan pernah mengakui perpisahan dengan Fia.
"Sampai kapanpun, Fia adalah istriku. Dan kau! Jangan harap bisa merebutnya dari sisiku, camkan itu." Abi mempertegas ucapannya, agar White tidak terlalu berharap.
Kericuhan terjadi kembali, kedua saling baku hantam dan Ronal dengan malasnya tidak akan melerainya. Menghampiri keduanya yang masih saling serang, Ronal menyeringai.
"Baguslah, jika diantara kalian berdua ataupun keduanya tiada. Dengam senang hati, aku akan menjadikan Fia sebagai ratu dalam hidupku." Ronal berlalu begitu saja meninggalkan keduanya yang terdiam.
Kepergian Ronal membuat Abi dan White menjadi kesal dan geram, mereka tidak rela jika Fia menjadi bagian dari hidup Ronal.
"Ronal!!" Kedua berteriak.
__ADS_1
...Mampus, kabur!!...