
Menceritakan dari awal kehidupan yang dirasakan oleh Fia kepada nek Ida, membuat wanita paruh baya itu menatap iba kepada Fia. Mereka pun segera beristirahat, karena sudah begitu larut. Memberikan tempat terbaik yang mereka punya, Ahmad bersama sang nenek beristirahat di tempat yang dianggap sebagai ruang tamu. Sedangkan Fia, mereka tempatkan di dalam kamar yang ada.
.
.
.
Berbeda dengan keadaan di mansion besar milik Abi, pria itu belum menyadari kepergian istrinya dari mansion tersebut. Hanya para sahabat dan juga Basman yang begitu khawatir dengan keadaan nona mereka, sibuk mencari keberadaan Fia yang semakin tidak tentu arah.
"Tuan Basman, bagaimana ini. Nona Fia belum kembali dan kita tidak tahu keberadaannya. Apa kita lapor sama tuan besar saja?" Ani benar-benar khawatir dengan sahabatnya itu.
"Jangan dulu, biar nanti saya akan mencoba mencarinya lagi. Apa tuan tidak bertanya dengan kalian mengenai nona?" Tanya Basman.
Keduanya menggelengkan kepala, untuk saat ini mereka benar-benar sangat kehilangan. Ditambah dengan sikap dari Soraya yang semakin hari semakin berani, tidak menyadari jika dirinya hanyalah tamu disana.
Pada hari ini, entah kebetulan atau Tuhan ingin menunjukkan tentang apa yang sedang terjadi. Surendra bersama istrinya datang berkunjung, sudah cukup lama Abi dan Fia tidak menemui mereka. Tepat disaat keduanya masuk ke dalam mansion, secara tiba-tiba Soraya berteriak kepada para pelayan untuk segera menyiapkan apa saja yang ia inginkan. Selain berteriak, wanita itu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk didengar. Bentakan bahkan hukuman ia berikan pada pelayan yang tidak menuruti keinginannya, selayaknya seperti nyonya besar disana.
__ADS_1
"Jika kalian tidak mau mengerjakannya, detik ini juga bereskan semua barang-barang kalian dan angkat kaki dari sini. Masih banyak orang yang benar-benar mau bekerja, bukan seperti kalian." Dengan bertolak pinggang, Soraya menghakimi para pelayan.
Sungguh pemandangan yang tidak pantas untuk disaksikan, apalagi Soraya tidak menyadari kehadiran dari sang pemilik kuasa disana. Dilanjutkan dengan kepulangan Abi dari perusahaan, Mia dengan cepat menyambar mulut Abi agar tidak mengeluarkan suara. Dan menyuruhnya menyaksikan siapa wanita yang selalu ia puja-puja dan ia bela selama ini, bahkan Mia sudah mengerucutkan bibirnya sebagai tanda tidak suka.
Hal yang cukup aneh untuk Abi, dimana selama ini. Soraya selalu bersikap manis dan lemah lembut dihadapannya. Tidak pernah sekalipun mengeluarkan perkataan-perkataan kasar pada siapapun, akan tetapi kali ini Abi benar-benar dibuat tidak percaya.
"Soraya!" Suara Abi menggema disana.
"Abi." Soraya kaget dan membalikkan tubuhnya untuk melihat sumber suara.
Betapa kagetnya lagi, disana juga ada kedua orangtua dari Abi. Tatapan tajam itu dengan cepat melesat bagaikan busur anak panah menuju sasarannya, dan itu membuat dada Soraya merasa sesak dan tidak bisa bernafas.
"Sudah ma, pa. Mungkin saja Soraya khilaf."
"Bela saja terus wanita ini Abi, mama tidak habis pikir dengan jalan pikiran yang ada di kepala kamu. Sekarang, dimana Fia? Dia lah yang paling berhak disini, bukan wanita ini!" Mia mulai menunjukkan taringnya.
"Ma, kenapa mama selalu benci sama Soraya? Abi dan Fia tidak seperti ini, kami menikah karena paksaan mama dan papa bukan karena cinta."
__ADS_1
"Benar tante, om. Kami saling mencintai dari dulu sampai saat ini, jangan pisahkan kami lagi." Soraya bergelayut manja pada Abi dan mencoba melayu kedua orangtua Abi dengan mulutnya yang berbisa itu.
"Diam kalian!" Bentak Surendra dengan geramnya.
Seketika semuanya menjadi hening, orang yang sangat disegani itu mengeluarkan suaranya. Tidak ada yang berani untuk membantahnya, apalagi sampai mencari masalah.
"Bawa Fia kemari, cepat!"
Tidak ada satupun yang berada disana bergerak, bahkan Devi dan Ani saling melirik satu sama lain. Hal inilah yang sangat mereka takuti dan akhirnya terjadi juga, segera Basman memasang dirinya untuk menjawab semuanya.
"Maafkan kami tuan, nona Fia tidak berada di mansion. Sudah satu minggu lebih kami berusaha mencarinya, tapi belum mendapatkan hasilnya." Tunduk Basman saat menjelaskan semuanya.
"Apa?!" Surendra melebarkan kedua matanya.
"Ti tidak mungkin, ini tidak mungkin." Mia terhuyung dan mendarat pada sofa disana.
Begitu pula pada Abi, ia juga begitu kagetnya saat mengetahui jika Fia tidak berada di mansion dalam waktu yang cukup lama tanpa sepengetahuan dirinya.
__ADS_1
Kabar tersebut membuat seluruh isi mansion menjadi gempar, begitu pula pada Abi.