Izinkanku Untuk Merasakan Lelah

Izinkanku Untuk Merasakan Lelah
Penyesalan Abi part 1.


__ADS_3

Semakin hari, Abi mulai merasa bersalah atas apa yang ia lakukan terhadap Fia. Bagaimana pun juga, hanya Fia yang berhak menyandang sebagai istri sekaligus nyonya dimansion itu. Karena sifat acuhnya Abi kepada Soraya wanita itu mulai melancarkan aksinya dengan terus berbelanja dan menghambur-hamburkan uang milik Abi.


"Sayang, aku minta uang lagi ya." Soraya ikut duduk disamping Abi.


"Bukannya sudah aku berikan kemarin? Habis?" Abi merasa heran dengan sikap borosnya Soraya.


"Hem, nanti transfer ya. Aku mau jalan-jalan bertemu dengan teman lama. Tidak enak jika jamuannya sederhana, pasti mereka akan menjadikan aku bahan gosip." Soraya dengan mulut manisnya.


"Uangku hanya tersisa sedikit, jika kamu selalu seperti ini. Bisa-bisa aku semakin melarat, Soraya. Mengertilah." Dengan penuh tekanan, suara Abi sangat membuat Soraya tidak suka.


"Kamu tidak sayang aku lagi, dulu kamu sangat memanjakan aku." Soraya menanggis dengan berbalik badan dari hadapan Abi.


Betapa dilemanya Abi saat itu, disalah satu sisi ia masih menyukai Soraya. Namun di sisi lainnya, rasa bersalah itu teramat besar kepada istrinya. Dan terlalu bodohnya, dirinya membawa wanita yang jelas-jelas dulu membuatnya seperti orang linglung ke dalam hubungan pernikahannya. Sudah pasti Fia akan merasa sangat tidak dihargai ataupun tidak dianggap, kini semuanya hanya bisa ia sesali.


"Menurutlah Soraya." Bentak Abi.


Mendadak tubuh Soraya terdiam, atas bentakam Abi tersebut telah berhasil membuatnya menjadi ketakutan. Sebenarnya Soraya sudah tahu, jika semua kekayaan Abi sudah di ambil alih oleh Surendra. Karena itu, kini Abi menjadi pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan selain menjadi bonekanya Soraya.


"Aku bukan Fia yang selalu menurut dengan apa kamu perintahkan, istrimu itu hanyalah wanita yang tidak lebih dari seorang pelayan."

__ADS_1


Plak!!


Tamparan keran Abi berikan dan mengenai pipi Soraya, terlihat jelas warna kemerahan disana. Dengan pandangan tidak percaya, Soraya menatap Abi dengan tatapan kekecewaan.


"Ka kamu, beraninya menamparku!"


"Dasar pria bo***h, seharusnya kamu itu memberontak dan mengambil kembali semua harta kekayaanmu itu. Kalau begini terus, kamu tidak bisa menghidupiku, Abi." Kini Soraya balik memaki Abi.


Kedua tangan kekar itu mengepal dengan sangat kuat, menahan semua amarah yang sebelumnya telah terkumpul didalam dirinya. Dan kini, semuanya itu siap untuk terlampiaskan.


"Diam, diam Soraya!"


"Sa sa kit." Soraya menahan tangan Abi agar tidak terlalu menekannya.


Namun itu tidak berarti apa-apa, tenaga seorang wanita tidaklah cukup kuat untuk melakukan perlawanan terhadap laki-laki. Terkecuali, jika wanita tersebut mempunyai kemampuan bertahan yang melebihi wanita pada biasanya.


"Mulai detik ini, keluar dari hidupku. Jangan pernah untuk kembali, aku sudah benar-benar muak dengan apa yang kau lakukan."


"Aku peringatkan, jangan pernah menghina istriku. Karena dia adalah wanita yang terbaik untukku, pelayan terhormat yang berhasil mengambil cintaku. Aku menyesal sudah menampung wanita sepertimu, keluar dari rumahku sekarang juga!!" Menghempaskan tangannya, membuat Soraya juga ikut terhempas ke lantai.

__ADS_1


"Penjaga! Penjaga!"


"Basma!!"


"Siap tuan." Basman berlarian saat namanya disebut oleh tuannya dan bertepatan dengan datangnya para penjaga.


"Bawa wanita ini keluar, jangan pernah mengizinkannya untuk menginjakkan kakinya lagi disini. Cepat bawa dia keluar, cepat!"


Basman dan para penjaga segera menunaikan tugasnya, walaupun Soraya memberontak dan mengeluarkan berbagai umpatan kasar kepada Abi. Kini ia sudah berada di luar pagar dari mansion Abi, disusul oleh Devi dan Ani yang tergopoh-gopoh membawa barang-barang milik Soraya.


Melemparkan begitu saja semua benda tersebut dihadapan Soraya, lalu pintu gerbang besar tersebut tertutup dengan rapat. Namun sebelumnya, Ani sempat mengucapkan sesuatu kepada Soraya.


"Kalau mau hidup enak, kaya raya itu ya kerja non. Kalau mau hasilnya saja tapi tidak mau usaha, mimpi kali."


Byur!


Air yang berasal dari sebuah ember berukuran sedang telah membasahi Soraya, hal itu dilakukan oleh Devi.


"Ini hukuman untuk anda, karena anda sudah menghina sahabat dan juga nona kami. Pergi sana."

__ADS_1


Sudah dapat dipastikan untuk jawaban atas apa yang Soraya berikan, berbagai umpatan keluar dari mulut manisnya.


__ADS_2