
"Kak Ab...i. Hei! Apa yang kalian lakukan!!" Teriak Yasmin.
Yasmin setengah berlari masuk ke dalam ruangan, mendorong dengan seluruh tenaga yang ia punya.
"Dasar wanita tidak tahu diri! Dan kau! Ingat akan statusmu saat ini, jangan sampai menyesal." Emosi Yasmin terlihat begitu tinggi, bahkan kepada Abi ia tidak lagi menggunakan kalimat kakak.
"Tunggu Yasmin, kau salah menduga." Jawab Abi yang sedang menarik lengan sang adik untuk menjauh dari Soraya.
Secara membagi buta Yasmin menyerang Soraya, yang dimana menurutnya wanita itu sudah tidak mempunyai malu atas semua perbuatannya. Akan tetapi serangan dari Yasmin terhalang oleh tubuh kekar Abi yang melindungginya, mendapatkan pembelaan dari Abi membuat Soraya semakin mendramatisir keadaan yang ada. Dengan air mata dan juga rintihan yang ia berikan, membuat dirinya terlihat begitu lemah dan mengenaskan.
"Stop Yasmin, apa yang kamu lakukan?" Sanggah Abi yang menghalau serangan sang adik.
"Minggir! Kenapa juga kakak bela-belain wanita ini, ingat kak. Hidup kakak hampir hancur, apa masih pantas dia datang lagi dan membuat kakak yang sudah bisa berdamai dengan masa lalu kembali terpuruk?!" Emosi Yasmin semakin tidak terkontrol.
"A Abi, kepalaku sakit."
__ADS_1
"Maafkan sikap adikku, kamu tidak apa-apakan?" Abi memeriksa keadaan Soraya sehabis terkena serangan dari Yasmin.
Menganggukan kepala dan memasang wajah memelas, sungguh membuat Yasmin menyerangnya lagi. Tanpa mereka sadari, ada orang lain yang menyaksikan hal tersebut. Perasaan yang kokoh kini telah hancur, berusaha tegar agar bisa melalui kehidupan yang terasa melelahkan. Melihat orang yang mulai ia cintai dan pria yang masih berstatus menjadi suaminya, dengan begitu mudahnya bersikap begitu dekat pada wanita yang dulunya sudah membuatnya hancur kini kembali lagi memasuki kehidupannya.
Tanpa mengeluarkan suara apapun, menyaksikan hal yang cukup menyakitkan untuk dirinya. Mengetahui jika wanita itu adalah pemilik nama yang selalu suaminya sebut disaat ia bermimpi, membuat Fia tidak bisa menuntut lebih banyak.
Dugh!
"Nona Fia!"
"Sstthh." Fia mengisyaratkan dengan jari yang ia letakkan didepan bibirnya.
"Nona tidak apa-apa?" Khawatir Tyas saat mengetahui Fia yang kaget.
"Tidak apa-apa mbak, aku pulang dulu ya." Pamit Fia.
__ADS_1
"Tapi nona..." Tyas ingin mencegah kepergian Fia, namun ditahan oleh Ronal.
"Biarkan, nona Fia butuh waktu untuk kejadian ini. Huh, menambah pekerjaan saja. Ayo masuk." Tarik Ronal mengajak Fia.
Didalam ruangan itu juga mendadak menjadi begitu dingin, Abi yang memperlakukan Soraya dengan sangat istimewa dan juga dihadapannya ada Yasmin menatap tajam keduanya.
"Aku benar-benar kecewa denganmu kak, jika papa dan mama tahu akan hal ini. Aku pastikan kau akan menyesal, apalagi sampai ketahuan dengan kak Fia! Eh, kak Fia, kak Ronal. Apa kalian melihat kak Fia?" Yasmin baru menyadari keberadaan Fia yang hilang dari pandangannya.
Mendengar nama Fia disebut oleh Yasmin, membuat Abi sadar. Ia melepaskan tangannya dan menjauh dari Soraya.
"Fia! Apa yang kalian maksud?" Tanya Abi dengan penuh keheranan, dimana mereka membicarakan istrinya namun ia tidak mengetahuinya.
Pandangam kedua matanya seakan mencari keberadaan dari sang istri, karena nama itu telah disebutkan oleh orang-orang yang berada disana. Tidak mungkin jika ada yang membohonginya, setelah sekian waktu ia memastikan dan tidak ada apa-apa. Kembali Abi menghampiri Soraya yang masih meringis, tapi tidak untuk yang lain. Mereka merasa muak dengan pemandangan disana.
"Semoga saja kak Fia bisa memaafkanmu kak, apa yang terjadi hari ini. Tidak luput dari mata kak Fia, menyaksikan sendiri suaminya kembali bermesraan dengan wanita dari masa lalunya dan melupakan dirinya. Dan maaf kak, mulai detik ini kak Abi bukanlah kakak Yasmin lagi. Selagi wanita itu masih kakak masukan ke dalam kehidupan kakak, maka selama itu juga kakak Abi bukan kakak Yasmin."
__ADS_1
Brakh!
Yasmin menendang meja kerja Abi dengam seluruh tenaga yang ia miliki, melampiaskan semua kekesalan dan kemarahannya agar tidak semakin membesar. Dengan perginya Yasmin dari sana, Ronal dan Tyas mengikuti langkah itu.