
sebelum lanjut baca, jangan lupa like, komen ,dan vote, ya temen-temen, dukungan dari kalian berharga banget buat author yang jadi penulis, sebelum nya Terima kasih banyak karna sudah membaca, boleh kok kasih saran di komen, okedeh lanjut selamat membaca temen-temen 🙂
*****
sudah 1 bulan lama nya mereka menghabiskan waktu bersama, kini Vina mengambil alih perusahaan Faisal ,vina tau bahwa ini adalah keputusan yang berat, bisa jadi pak Lukman mengincar Vina untuk jadi target berikutnya, tapi Karna semangat dari Willy dan juga Rita sahabat Vina yang bisa di andalkan untuk mengawasi pak Lukman, vina menjadi sedikit lega dan semangat untuk melanjutkan kehidupan nya
" selamat pagi Bu vina, ini berkas yang harus di tanda tangani" ujar Ilham asisten Faisal yang sekarang jadi asisten Vina
" ohhh iya Faisal makasih banyak" ujar Vina ramah
Â
" emm bu, kalo saya boleh tau, kemana perginya pak Faisal " tanya Ilham
Â
degg
langsung saja Vina terkejut dengan pertanyaan Ilham
" ada urusan di liar negeri, mas Faisal buru-buru, maka dari itu tidak memberi kabar" ujar Vina, kemudian menandatangani berkas yang di berikan Ilham
Â
" begitu ya Bu, kalo begitu saya permisi bu" ujar Ilham
Â
Vina pun merasa bahwa kasus ini harus segera di urus, Vina pun langsung menghubungi Willy
" hallo Vin " ujar Willy lewat via suara
" assalamualaikum Willy , nanti kita ketemuan di cafe Tan yaa, aku harus bicara soal pembunuhan keluarga ku" ujar Vina sambil tersenyum kecil Karna Willy lupa memberi salam
Â
" Waallaikumsalam vin, oke nanti aku kesana jam berapa" ujar Willy
" jam 7 malam bagaiman" ujar vina
__ADS_1
" baik lah " ujar Willy
" terimakasih Wil, wassalamu'alaikum" ujar Vina
" waallaikumsalam" ujar Willy
Â
*****
pak Lukman yang baru saja pulang kerja langsung menuju hutan bersama dua anak buah nya Jaka dan Udin ,di belakang nya sudah terdapat seorang wanita yang hampir sekarat, di bagian perut nya terdapat bekas tembakan wanita itu masih hidup dan sadar
Di tempat lain Willy sudah sampai di cafe Tan, dia telat 15 menit , di sana hanya terdapat tas Vina, saat itu dia hanya menunggu Vina sampai Vina kembali ke tempat duduk nya
****
Â
sunyi, gelap dan juga dingin, itulah yang wanita itu rasakan, di dalam mobil ia melihat Lukman yang ada di kursi kedua, dan dia berada di kursi ketiga paling belakang, di depan terlihat Jaka dan Udin sedang mengobrol, wanita itu mencoba menahan rasa sakit di perut nya, dengan sisa kekuatan dia mencoba bertahan hidup, dia tau ini adalah akhir hayat nya, dia teringat orang-orang yang sangat berharga bagi nya "ayah,.....ibu,......kakak....tolong aku" hanya itu yang ada di pikiran wanita itu perlahan mobil berhenti, di depan tebing
"turun kan gadis itu" ujar pak Lukman
Â
Â
" kau harus mati " ujar pak Lukman sambil tersenyum sadis
Â
Tiba-tiba ada Rita yang siap menjatuhkan ranting pohon di atas, ia mengatur waktu yang pas agar ranting jatuh di atas pak Lukman, dan ternyata wanita sekarat itu adalah Vina ....
Â
" tolong....lepaskan aku ...." ujar Vina dengan sisa tenaga yang ia punya
Â
pak Lukman pun mengambil pisau nya, Vina yang was-was mulai mengatur rencana nya untuk menghindar, ia tidak mau terluka lagi,
__ADS_1
" Rasakan ini Vina " pak Lukman menancap kan pisau nya
jlebbb ...brrrryukkk
suara tusukan pisau pak Lukman, dan ranting yang menimpa pak Lukman, Vina selamat dia berhasil menghindar dengan menggulingkan diri nya ke samping, melihat pak Lukman yang tertimpa ranting Vina tersenyum, namun penderitaan belom berakhir Jaka dan Udin siap membunuh Vina dengan pistol yang ada di tangan mereka, Vina merasa syok, kemudian melihat ada danau di tebing itu, dia berlari
Â
" Tuhan aku mohon jangan sampai mereka berhasil membunuh ku aku ingin hidup, aku tidak mau mendahulukan ajal ku " guman Vina sambil terus berlari
Â
Rita tidak tinggal diam dia segera melempar kan beberapa ranting pohon ke tubuh jaka dan Udin, melihat hal itu Jaka dan Udin melempar beberapa garam dan bawang putih di sekitar mereka,hal itu membuat Rita sedikit menjauh
" sialll" guman Vina
Dorrr Dorrrr
kaki Vina tertembak, ia jatuh kemudian mengambil beberapa tanah di tangan nya, saat jaka dan Udin mendekati Vina, Vina melempar kan tanah itu ke wajah mereka, mereka langsung merasakan perih di mata mereka, kemudian Vina mengambil pistol di tangan Jaka dan Udin
Â
" maafkan aku" ujar vina,
Â
kemudian Vina menembak kepala Udin dan Jaka sebanyak 3 kali seketika Udin dan Jaka tewas, Vina membuang mereka ke danau bawah tebing persis yang di lakukan mereka kepada orang tua vina
Byurrrrr
Vina menangis, baru kali ini dia membunuh manusia, tiba-tiba tangan nya di tarik oleh pak Lukman
" lepaskan aku pak Lukman" ujar Vina sambil memberontak
" aku tidak akan melepaskan mu, haha terima ini" ujar pak Lukman sambil menancap kan pisau ke tubuh Vina dan .....
jlebb
lagi dan lagi ..... .
__ADS_1