
Vina pun terbangun di pagi hari, dia melihat jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, Vina pun menjalankan kewajiban, setelah selesai dia segera kamar nya, memastikan apakah suami nya sudah pulang atau belum, sesampainya di kamar ternyata Ustadz Rizal belum pulang, dengan cepat Vina pun menghubungi ustadz Rizal
" hallo assalamualaikum " ujar Vina sambil memegang ponsel nya
" waallaikumsalam Vina " jawab ustadz Rizal di seberang
" mas Rizal mau di bawain baju ganti sama sarapan gak nanti " ujar Vina
" ngga usah Vin, nanti pagi mas pulang " ujar ustadz Rizal
" ohhh yaudah kalo gitu mas, Vina tutup telpon nya assalamualaikum " ujar Vina
" waallaikumsalam " jawab ustadz Rizal
Vina pun langsung mandi dan melakukan pekerjaan rumah, dari cuci piring, mengepel lantai, dan masak, Bu Sarah yang baru keluar dari kamar nya terkejut karena Vina sudah masak dan beres-beres rumah
" Masya Allah rajin nya menantu ibu " ujar Bu Sarah sambil tersenyum manis
" hehe umi bisa aja biasanya kan Vina memang seperti ini umi " ujar Vina
" maaf ya Vin umi gak bantu masak tadi, masih syok sama kejadian tadi malam " ujar Bu Sarah
" iya umi gapapa kok " ujar Vina
" ayo umi kita sarapan dulu " ujar Vina kembali
" yasudah kalo gitu umi mau panggil Abi dulu ya sayang " ujar Bu Sarah sambil menuju kamar nya
Rose yang baru selesai mandi langsung menyusul Vina yang ada di dapur
" kakak !! " panggil rose sambil memeluk kaki Vina
" hai rose " ujar Vina dengan senyum manis nya, namun senyum itu langsung berubah ketika dia melihat anak kecil yang ada di belakang rose
" rose kamu kenal sama temen kamu yang di belakang itu ? " tanya Vina yang penasaran
" kakak, temen aku tadi nemenin aku mandi, terus dia mau ajak aku main di pohon pucuk merah yang ada ayunan nya " ujar rose dengan polos
Vina pun terkejut dengan perkataan rose
" kenapa kamu ajak rose main ke sana ? " tanya Vina kepada arwah anak kecil yang tadi malam dia temui di rumah Bu Nadin
__ADS_1
" aku sepi kak, aku pingen main bareng rose karena cuma rose yang bisa liat aku " ujar anak kecil itu
" kak, boleh kan Rose main bareng mey " ujar rose
" jadi nama kamu Mey " ujar Vina
" iya kak " ujar Mey
" sayang udah bangun, sini cucu omaa " teriak Bu Sarah yang melihat rose bersama Vina di dapur
" Oma , rose nanti mau main bareng kakak Mey " ujar rose dengan polos tanpa tau siapa sebenarnya si mey
"Mey... siapa dia ??? " ujar Bu Sarah yang bingung
" mungkin tetangga baru umi " ujar pak Abdul sambil duduk di kursi
" lebih baik kita sarapan dulu umi Abi " ujar Vina mengalihkan pembicaraan
mereka pun langsung duduk di kursi masing masing
" Mey ayo kita makan " ujar rose yang mengajak Mey makan
" aku tidak makan Ros " ujar Mey menolak
" sama Mey opa, opa gak tau kalo ada Mey di samping rose" ujar rose sambil menikmati sarapan nya
" gak ada siapa-siapa kok Ros " ujar pak Abdul yang tidak melihat siapa pun di kursi samping rose
" iya rose Oma juga gak lihat " ujar Bu Sarah yang ikut aneh dengan sikap rose
" ada omaaa " jawab rose
" Abi umi sebaiknya kita sarapan dulu " ujar Vina dengan tatapan mata yang tidak senang dengan situasi saat itu
mereka pun mulai sarapan walaupun ada rasa penasaran di dalam diri mereka masing-masing, termasuk pak Abdul dan Bu Sarah yang merasa aneh dengan sikap rose
setelah selesai sarapan Bu Sarah dan Vina pun segera membereskan piring tersebut dan mencuci nya
saat sedang mencuci piring bersama Vina Bu Sarah memberikan diri untuk bertanya dengan Vina
" Vin memang tadi siapa yang sedang duduk bareng rose " ujar Bu Sarah
__ADS_1
" emmm, anak kecil yang kita temui tadi malam umi " jawab Vina
" astagfirullah, umi takut Vin " ujar Bu Sarah
" umi gak perlu khawatir, Mey itu baik, dia hanya anak kecil yang polos dan kesepian aja " ujar Vina
" tapi kita harus tetap waspada Vin " ujar Bu Sarah
setelah selesai Vina dan umi pun langsung menuju kamar masing-masing
Vina pun membersihkan lemari ustadz Rizal sambil melihat-lihat apa saja isi nya
saat Vina sedang menata bingkai dan juga buku di lemari, Vina melihat sebuah buku catatan Ustadz Rizal
" buku diary nya mas Rizal " ujar Vina sambil membuka buku tersebut
di buku itu terdapat catatan ustadz Rizal semasa dia belajar di sebuah pesantren
tok tok tok
ustadz Rizal datang
" Assalamualaikum " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
" waallaikumsalam mas " jawab sambil mencium tangan ustadz Rizal
" lagi ngapain Vin ? " tanya Ustadz Rizal
" lagi beresin kamar mas " ujar Vina
" nanti siang kita ke rumah Bu Nadin ya, karena ada polisi yang akan menyelidiki kasus yang menimpa pak Anjas " ujar ustadz Rizal
" iya mas, ada sesuatu juga yang harus Vina selesaikan di rumah itu " ujar Vina
" memang nya ada apa ? " tanya ustadz Rizal penasaran
" nanti juga mas tau, sekarang mandi dulu ya, setelah itu sarapan " ujar Vina kemudian mencium pipi Ustadz Rizal
" mulai nakal ya sekarang " ujar ustadz Rizal sambil mencubit pipi Vina
" hehehe kan sama suami sendiri gapapa mas " ujar Vina kemudian keluar dari kamar nya
__ADS_1
ini visual nya navisya Kayla Akbar