
keesokan harinya Vina bangun , dia terkejut saat ustadz Rizal tidak ada di samping nya
kemudian dia pun mencuci wajah nya dan keluar, dia melihat Bu Sarah sedang membaca majalah
" umi mas Rizal kemana ya ? " tanya Vina yang penasaran
" Rizal ke restoran Vin, seperti biasa dia cek keadaan di sana, bentar lagi juga pulang kok " ujar Bu Sarah
" ohh yaudah kalo gitu umi" ujar Vina
" Vin " panggil Bu Sarah
" iya umi " jawab Vina
" kenapa Rizal tidur di ruang kerja tadi malem? " tanya Bu Sarah dengan serius
" maafkan Vina umi, itu salah Vina yang tidak bisa menyenangkan mas Rizal" ujar Vina jujur sambil menunduk kan kepalanya
" ohhh seperti itu, apa kamu belom bisa menerima Rizal menjadi suami kamu " tanya Bu Sarah
" Vina sudah menerima mas Rizal menjadi suami Vina umi, tapi Vina masih takut untuk melakukan hal itu " ujar Vina dengan gugup
" sayang umi juga dulu nya takut, tapi kamu harus memberikan diri kamu, itu adalah ibadah Vin, umi dulu sangat takut , tapi umi memberikan diri umi supaya suami umi nyaman bersama dengan umi, kita ini hanya bisa membahagiakan suami dengan hal itu Vin" ujar Bu Sarah Sambil tersebut manis
" iya umi " jawab Vina dengan gugup
" yasudah kamu mandi ya, semoga saja Rizal segera pulang, ingat menikah itu adalah ibadah sayang " ujar Bu Sarah
" iya umi , makasih banyak saran nya " jawab Vina dengan perasaan bersalah
" kalo begitu Vina ke kamar dulu ya umi " ujar Vina
" iya Vina " jawab Bu Sarah dengan lembut
Vina pun langsung menuju kamar nya dan duduk di tepi ranjang
__ADS_1
" assalamualaikum" salam Ustadz Rizal
" mas Rizal " ujar Vina langsung memeluk ustadz Rizal
" ehh kenapa " ujar ustadz Rizal sambil tertawa kecil
" mas Rizal gak marah kan sama aku ? " tanya Vina
" enggak kok " jawab ustadz Rizal sambil mengusap rambut Vina
" maaf ya mas, aku tadi malem egois " ujar Vina sambil memainkan baju Ustadz Rizal
" gapapa " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
" yaudah sana mandi " ujar ustadz Rizal
" iya mas " ujar Vina
ustadz Rizal pun membuka laptop nya dan duduk di tepi ranjang
" astagfirullah" pekik Vina yang terkejut dengan penampakan itu
" lama tak bertemu Vina " ujar pak Lukman dengan senyum nya yang menyeringai
" tolong pak, jangan ganggu hidup saya lagi " ujar Vina yang gugup
pak Lukman dengan gerak nya seperti kilat langsung mencekik leher Vina
" tolong ...." ujar Vina dengan suara yang serak
ustadz Rizal tidak mendengar suara Vina dengan jelas karena suara shower di kamar mandi
" jangan berharap kau akan selamat kali ini Vin " ujar pak Lukman yang penuh dengan dendam
Vina pun langsung memejamkan mata nya dan membaca doa untuk mengusir roh halus
__ADS_1
" hahaha tidak bisa Vina tidak bisa " ujar pak Lukman
" tolong!! " ujar Vina sedikit keras hingga Ustadz Rizal pun mendekati pintu kamar mandi
" tolong !!! " teriak Vina lagi yang membuat ustadz Rizal yakin bahwa Vina sedang dalam bahaya
" hahaha " tawa bahagia dari pak Lukman
ustadz Rizal pun mendobrak pintu kamar mandi dan melihat visya sedang tersungkur di lantai
" Astagfirullah Vina " ujar ustadz Rizal
" tolong mas ada pak Lukman " ujar Vina yang membuat Ustadz Rizal terkejut
ustadz Rizal pun mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Vina semakin tidak bisa bernafas
dengan suara yang keras ustadz Rizal membacakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengusir roh halus itu
pak Lukman tidak menyangka bahwa kekuatan doa bisa mengalahkan dia, tiba-tiba tubuhnya menjadi panas dan perlahan hilang ....
" Alhamdulillah " ujar Vina ngos-ngosan
" Vina kamu gak papa " ujar Ustadz Rizal dengan tatapan khawatir nya
" makasih mas " ujar Vina kemudian memeluk ustadz Rizal
mereka kini sudah basah di bawah shower yang terus mengalir
"yaudah mandi ya, terus kita sarapan " ujar ustadz Rizal kemudian berjalan menuju kamar
namun Vina menarik tangan Ustadz Rizal, dan langsung memeluk ustadz Rizal
" aku benar-benar yakin mas, bahwa kamu bisa jagain aku " ujar Vina sambil menangis
" selagi Allah masih memberikan aku nafas, aku akan selalu menjaga kamu Vin " ujar ustadz Rizal kemudian melepaskan pelukannya
__ADS_1