Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
serangan dadakan


__ADS_3

keesokan harinya Vina bangun , dia terkejut saat ustadz Rizal tidak ada di samping nya


kemudian dia pun mencuci wajah nya dan keluar, dia melihat Bu Sarah sedang membaca majalah


" umi mas Rizal kemana ya ? " tanya Vina yang penasaran


" Rizal ke restoran Vin, seperti biasa dia cek keadaan di sana, bentar lagi juga pulang kok " ujar Bu Sarah


" ohh yaudah kalo gitu umi" ujar Vina


" Vin " panggil Bu Sarah


" iya umi " jawab Vina


" kenapa Rizal tidur di ruang kerja tadi malem? " tanya Bu Sarah dengan serius


" maafkan Vina umi, itu salah Vina yang tidak bisa menyenangkan mas Rizal" ujar Vina jujur sambil menunduk kan kepalanya


" ohhh seperti itu, apa kamu belom bisa menerima Rizal menjadi suami kamu " tanya Bu Sarah


" Vina sudah menerima mas Rizal menjadi suami Vina umi, tapi Vina masih takut untuk melakukan hal itu " ujar Vina dengan gugup


" sayang umi juga dulu nya takut, tapi kamu harus memberikan diri kamu, itu adalah ibadah Vin, umi dulu sangat takut , tapi umi memberikan diri umi supaya suami umi nyaman bersama dengan umi, kita ini hanya bisa membahagiakan suami dengan hal itu Vin" ujar Bu Sarah Sambil tersebut manis


" iya umi " jawab Vina dengan gugup


" yasudah kamu mandi ya, semoga saja Rizal segera pulang, ingat menikah itu adalah ibadah sayang " ujar Bu Sarah


" iya umi , makasih banyak saran nya " jawab Vina dengan perasaan bersalah


" kalo begitu Vina ke kamar dulu ya umi " ujar Vina


" iya Vina " jawab Bu Sarah dengan lembut


Vina pun langsung menuju kamar nya dan duduk di tepi ranjang

__ADS_1


" assalamualaikum" salam Ustadz Rizal


" mas Rizal " ujar Vina langsung memeluk ustadz Rizal


" ehh kenapa " ujar ustadz Rizal sambil tertawa kecil


" mas Rizal gak marah kan sama aku ? " tanya Vina


" enggak kok " jawab ustadz Rizal sambil mengusap rambut Vina


" maaf ya mas, aku tadi malem egois " ujar Vina sambil memainkan baju Ustadz Rizal


" gapapa " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis


" yaudah sana mandi " ujar ustadz Rizal


" iya mas " ujar Vina


ustadz Rizal pun membuka laptop nya dan duduk di tepi ranjang


" astagfirullah" pekik Vina yang terkejut dengan penampakan itu


" lama tak bertemu Vina " ujar pak Lukman dengan senyum nya yang menyeringai


" tolong pak, jangan ganggu hidup saya lagi " ujar Vina yang gugup


pak Lukman dengan gerak nya seperti kilat langsung mencekik leher Vina


" tolong ...." ujar Vina dengan suara yang serak


ustadz Rizal tidak mendengar suara Vina dengan jelas karena suara shower di kamar mandi


" jangan berharap kau akan selamat kali ini Vin " ujar pak Lukman yang penuh dengan dendam


Vina pun langsung memejamkan mata nya dan membaca doa untuk mengusir roh halus

__ADS_1


" hahaha tidak bisa Vina tidak bisa " ujar pak Lukman


" tolong!! " ujar Vina sedikit keras hingga Ustadz Rizal pun mendekati pintu kamar mandi


" tolong !!! " teriak Vina lagi yang membuat ustadz Rizal yakin bahwa Vina sedang dalam bahaya


" hahaha " tawa bahagia dari pak Lukman


ustadz Rizal pun mendobrak pintu kamar mandi dan melihat visya sedang tersungkur di lantai


" Astagfirullah Vina " ujar ustadz Rizal


" tolong mas ada pak Lukman " ujar Vina yang membuat Ustadz Rizal terkejut


ustadz Rizal pun mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Vina semakin tidak bisa bernafas


dengan suara yang keras ustadz Rizal membacakan ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengusir roh halus itu


pak Lukman tidak menyangka bahwa kekuatan doa bisa mengalahkan dia, tiba-tiba tubuhnya menjadi panas dan perlahan hilang ....


" Alhamdulillah " ujar Vina ngos-ngosan


" Vina kamu gak papa " ujar Ustadz Rizal dengan tatapan khawatir nya


" makasih mas " ujar Vina kemudian memeluk ustadz Rizal


mereka kini sudah basah di bawah shower yang terus mengalir


"yaudah mandi ya, terus kita sarapan " ujar ustadz Rizal kemudian berjalan menuju kamar


namun Vina menarik tangan Ustadz Rizal, dan langsung memeluk ustadz Rizal


" aku benar-benar yakin mas, bahwa kamu bisa jagain aku " ujar Vina sambil menangis


" selagi Allah masih memberikan aku nafas, aku akan selalu menjaga kamu Vin " ujar ustadz Rizal kemudian melepaskan pelukannya

__ADS_1


__ADS_2