Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
janji


__ADS_3

mereka pun langsung menuju kamar pasien Willy


saat mereka sampai ternyata dokter masih di dalam kamar


" udah tenang aja ya " ujar ustadz Rizal sambil menggenggam tangan vina


Vina merasa nyaman dan rasa panik nya sedikit mereda


" yang di bilang ibu benar zal, kalo di lihat dari luka nya emang mustahil sembuh, dia bertahan sampe sekarang karena dia kuat " ujar Vina


kemudian dokter pun keluar dari ruangan tersebut


" bagaimana keadaan Willy pak dokter ?" tanya Vina dengan panik


" beliau dalam keadaan sangat lemah, tapi Alhamdulillah beliau sudah sadar " ujar dokter tersebut dengan berwibawa


" Alhamdulillah" ujar Vina dan ustadz Rizal bersamaan


" dokter, pasien ingin bertemu dengan Vina " ujar seorang suster


" adakah yang bernama Vina ?" tanya dokter tersebut


" saya dokter! " ujar vina tanpa basa basi langsung saja masuk


" kalo Begitu saya permisi pak " ujar dokter itu kepada ustadz Rizal


" iya pak terimakasih banyak" ujar ustadz Rizal kemudian menyusul Vina masuk ke dalam kamar pasien


" Willy ... " ujar Vina sambil tersenyum manis dan meneteskan air mata nya


" Vin...." ujar Willy lirih


ustadz Rizal pun duduk di sofa sambil memperhatikan Vina dan Willy


" Willy kamu harus kuat " ujar Vina sambil meneteskan air mata


" aku capek vin " ujar Willy lirih


" kamu pasti kuat, aku tau ini sakit buat kamu, tapi kamu harus bertahan Willy, aku gak mau kehilangan kamu " ujar Vina yang membuat Willy terkejut

__ADS_1


" aku udah gak bisa jagain kamu lagi " ujar Willy lirih


" ustadz Rizal ! " panggil Willy lirih sambil tersenyum


ustadz Rizal pun langsung menghampiri Willy


" aku titip Vina ya ... aku gak bisa jagain Vina " ujar Willy yang membuat Vina menjadi semakin menangis


" Willy stop Wil Stop, aku sayang sama kamu,aku cinta sama kamu, kamu gak boleh ngomong kaya gitu, kamu janji sama aku buat jagain aku Willy " ujar Vina dengan nada tinggi karena dia sedih Willy selalu mengatakan hal itu


" aku juga cinta sama kamu Vin, tapi luka ini .." ujar Willy sambil menahan perut nya yang sakit


" Willy aku mohon bertahan Wil, kita belom menikmati banyak waktu " ujar Vina sambil menggenggam tangan Willy


" Vina ..." panggil kak Katya


Vina pun terkejut dengan kehadiran kak Katya


"kak Katya " ujar Vina kemudian memeluk Katya dengan erat


" aku di kasih tau ibu kamu kalo Willy keadaan nya semakin parah jadi aku langsung kesini " ujar Katya sambil mengelus rambut Vina


" ibu ...." ujar Vina


" menikah lah nak dengan Rizal, ibu hanya percaya dengan Rizal untuk menjaga dirimu " ujar ibu Vina sambil tersenyum


" ibu ....tapi Rizal dan aku tidak saling cinta " ujar Vina yang justru itu membuat ustadz Rizal menjadi sedih


" Vin, menikahlah agar aku dan orang tua mu bisa tenang " ujar Willy sambil tersenyum manis kepada Vina


sangat berat bagi Vina jika harus menikah dengan orang yang sudah dari kecil dia kenal


" Willy kamu kenapa ngomong gini " ujar Vina sambil mengelus lembut tangan Willy


" kamu lupa Vin siapa aku, aku tau aku ajal ku akan datang sebentar lagi " ujar Willy lirih


Vina hanya terdiam, dia baru ingat bahwa Willy adalah seorang indigo


" Katya , Vina tolong kalian pegang tangan Rizal dan fokuskan pikiran kalian, ibu ingin bicara dengan Rizal " ujar ibu Vina

__ADS_1


Vina dan Katya pun langsung memfokuskan fikiran nya dan memegang tangan Ustadz Rizal, dengan seketika Ustadz Rizal bisa melihat bahwa ada ibu nya Vina di hadapan nya


" Rizal " panggil ibu Vina


" Tante !! " ujar ustadz Rizal tidak percaya


" menikahlah dengan Vina nak, ibu hanya percaya pada mu, ibu titip Vin ya nak, jaga Vina dengan baik " ujar ibu Vina sambil menangis


kemudian dengan tiba-tiba kak Faisal dan ayah Vina datang sambil tersenyum


Katya senang dengan kehadiran arwah Faisal


" jaga Vina ya bro, gua gak bisa lagi jagain dia " ujar kak Faisal kepada ustadz Rizal


" Faisal !" ujar ustadz Rizal sambil meneteskan air mata nya


" Vina sudah tidak punya siapa-siapa lagi nak " ujar ayah Vina sambil tersenyum


" Vin kamu mau kan sayang " ujar ibu Vina yang membuat Vina sedih


" demi aku, kak Faisal, dan juga orang tua kamu Vin " ujar Willy sambil tersenyum manis


" iya Vina mau, ini permintaan terakhir kalian, Vina pasti mau " ujar Vina sambil menangis


" bagaimana dengan Rizal " ujar ibu Vina sambil berlinang air mata, ini adalah hal terberat bagi ibu Vina karena dia sudah tidak bisa menjaga Vina lagi


" Rizal janji akan menikah dengan Vina sesuai permintaan Tante, om ,Faisal dan juga Willy " ujar ustadz Rizal dengan mata berkaca-kaca


" Kat sekarang nak " ujar ibu Vina


ternyata Vina dan ustadz Rizal di nikahkan di hari itu juga di dalam kamar pasien Willy


Vina dan ustadz Rizal hanya terdiam dan duduk di samping ranjang Willy


kemudian Katya memanggil penghulu yang sudah ada di depan kamar pasien dan juga ada kedua orang tua ustadz Rizal


" Rizal " panggil Bu Sarah yaitu ibu ustadz Rizal


" umi " ujar rizal

__ADS_1


" ini yang terbaik sayang, ibu bangga sama kamu " ujar Bu Sarah sambil menangis


__ADS_2