
" emm gimana ya, aku takut mau kesana " ujar Vina sambil menatap wajah Rita serius
" aaaaaa " suara teriakan dari rumah sebelah
" tolong ...." suara itu kembali terdengar
" tuh kan Vin ayo kita kesna " ujar Rita
Vina pun mengangguk kemudian membangun kan suami nya
" mas .. mas..."ujar Vina sambil menggoyangkan tubuh ustadz Rizal
" hemm " jawab ustadz Rizal
" ada yang minta tolong mas " ujar Vina
" masa sih, enggak ada Vin " ujar ustadz Rizal setengah sadar
" mas ayo " ujar Vina sambil menarik kedua tangan ustadz Rizal
" iya-iya " jawab ustadz Rizal kemudian mereka keluar dari kamar
" tolong ....." teriak seorang wanita
" mas ayo buruan lari " ujar Vina sambil menarik tangan suami nya itu
" Vin siapa ya yang teriak " ujar Bu Sarah sambil turun dari tangga
" tetangga sebelah umi " ujar Vina
Bu Sarah pun ikutan keluar rumah dan menghampiri rumah tersebut, betapa terkejutnya mereka melihat seorang laki-laki yang sudah berlumuran darah
" tolong Bu ... tolong ustadz, tolong Vina .... " ujar istri dari laki-laki tersebut
" Bu Nadin kenapa bisa seperti ini pak Anjas nya " ujar Bu Sarah
" Bu Nadin ada seorang anak kecil yang sedang menangis di dekat vas bunga itu " ujar Vina sambil menatap vas bunga besar milik Bu Nadin
" saya gak punya anak Vin, dan siapa dia " ujar Bu Nadin yang linglung
__ADS_1
" lebih baik sekarang kita bawa pak Anjas ke rumah sakit " ujar ustadz Rizal
" iya ustadz baiklah " ujar Bu Nadin
mereka pun membawa pak Anjas masuk ke dalam mobil milik Bu Nadin, namun karena sudah malam supir Bu Nadin telah pulang ke rumah nya, Ustadz Rizal pun menawarkan diri untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit
" Vin kamu mau ikut apa di rumah aja ? " tanya ustadz Rizal
" Vina mau di sini dulu mas, mau ngobrol sama anak kecil itu " ujar Vina sambil tersenyum tipis
" Vin jangan ini udah malem lebih baik besok saja " ujar ustadz Rizal khawatir
" udah mas tenang aja, aku sama Rita kok " ujar Vina
" jaga diri kamu baik-baik ya, maaf aku gak bisa temenin kamu " ujar ustadz Rizal
" iya mas " jawab Vina dengan singkat
" kalo begitu aku berangkat dulu , assalamualaikum " ujar ustadz Rizal, sambil mencium dahi Vina
" waallaikumsalam mas " jawab Vina
ustadz Rizal dan Bu Nadin pun langsung menuju rumah sakit, karena jika mereka telat, nyawa pak Anjas akan melayang
" umi, umi percaya sama Vina kan kalo ada anak kecil yang menangis di dekat vas itu " ujar Vina sambil tersenyum menyeringai
" percaya Vin, tapi sebaiknya kita jangan terlalu ikut campur urusan mereka " ujar Bu Sarah kemudian menarik tangan Vina dan mengajak nya pulang
Namun ada kecil perempuan itu berlari dan memeluk kaki Vina
" kak tolong selamatkan aku " ujar anak itu
" umi tolong berhenti umi " ujar Vina
" Vin umi merasa merinding di sini, kita harus segera pulang " ujar Bu Sarah
" tapi anak kecil itu sekarang lagi meluk kaki Vina umi " ujar Vina dengan tatapan memohon agar Bu Sarah mau
" astagfirullah pantesan umi merinding "ujar Bu Sarah sambil mengelus dada nya
__ADS_1
" kak tolong bawa jasad aku ke tempat yang layak" ujar anak kecil itu
" memang jasad kamu ada di mana ? " ujar Vina sambil menundukkan badan nya
Bu Sarah yang mendengar Vina berbicara dengan anak itu menjadi merinding
" ada di bawah pohon itu " ujar gadis itu sambil menunjuk ke arah pohon pucuk merah belakang rumah Bu Nadin
" kenapa jasad kamu bisa di sana?" tanya Vina penasaran
gadis kecil itu malah menangis
" kok nangis " tanya Vina yang kasian
" Vin seperti nya kita harus segera bongkar pohon itu " ujar Rita yang dari tadi membisu
" besok aku akan bicarakan hal ini sama Bu Nadin " ujar Vina
" kami pulang dulu ya, besok kamu datang kembali " ujar Vina sambil tersenyum maniis
" makasih banyak ya kak " ujar gadis kecil itu
" ayo umi kita pulang " ujar Vina sambil tersenyum
Vina pun teringat dengan rose, dia pun memutuskan untuk tidur bersama rose malam ini
saat sampai di rumah
" umi ..." panggil Vina lirih
Bu Sarah yang akan menuju kamar nya pun langsung menghentikan langkahnya
" iya Vin " jawab Bu Sarah dengan lembut
" Vina tidur sama rose ya umi, selama ini Vina belom pernah tidur bareng rose " ujar Vina
" iya sayang " jawab umi dengan senyum nya yang lembut
Vina pun langsung menuju kamar rose, sebelum dia menyusul rose, dia menjalankan sholat tahajud
__ADS_1
setelah selesai, Vina pun tidur di samping rose sambil memeluk nya dan mencium rose berkali kali
dan pada akhirnya Vina pun ikut terlelap