Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Bu Ida di rumah sakit


__ADS_3

" sakit Vin, kira-kira kali kalo pukul orang"


protes ustadz Rizal kepada Vina


" zal masuk yuk, aku haus nih pingen minum sambil cek hp, udah lama gak liat sosial media aku nih " ujar Vina yang tentu saja di setujui oleh ustadz Rizal


" Nanti kalo udah sembuh jangan lupa ya, tetep jadi guru ngaji di masjid " ujar ustadz Rizal sambil mendorong Vina ke arah kamar pasien


" iya zal, tapi gak janji ya, setelah ini pasti aku bakal sibuk di kantor ayah, tapi kalo ada waktu pasti aku bantu kok" ujar Vina sambil tersenyum maniis


Beberapa meter di depan Vina ada Bu Ida yang sedang histeris menangisi Willy, Vina dan ustadz Rizal pun langsung menghampiri Bu Ida


" Bu ....ibu kenapa" tanya ustadz Rizal


" ustadz Rizal, .......anak saya ..... anak saya sekarat ,.....gara-gara suami saya ustadz" ujar Bu Ida sambil menangis


" Willy sekarat Bu ?" ujar Vina penasaran yang di balas anggukan oleh Bu Ida

__ADS_1


" Astagfirullah, kenapa bisa Bu, apa yang terjadi dengan Willy Bu " tanya Vina yang mulai panik


" saya gak tau persis seperti apa kejadian nya, yang saya tau pak Dadang di Rasuki oleh suami saya, dan Willy menyuruh saya untuk bersembunyi di dalam kamar mandi, dan saat saya keluar kamar mandi Willy sudah dalam keadaan terkapar tak berdaya , begitu juga dengan pak Dadang kepala nya berdarah dan sekarang mereka sekarat " ujar Bu Ida pelan


" Ibu tenang dulu ya, saya ambil kan air minum dulu, ibu tunggu di sini " ujar ustadz Rizal


" Vin kamu sini dulu ya temenin Bu Ida " ujar ustadz Rizal kepada Vina


" iya zal " ujar vina singkat


" nak Vina jadi seperti ini pasti karena pak Lukman ya" tanya Bu Ida sendu


" maafkan suami ibu ya nak, ibu bener-bener gak tau dengan apa yang terjadi di keluarga ibu, semua nya hancur, keluarga ibu hancur, hati ibu hancur, dan Willy anak ibu juga harus menjadi korban nya atas semua ini, ibu bener-bener gak tau Vin ada apa sebenarnya" ujar Bu Ida yang sudah tak menangis lagi, tapi masih tetap melihatkan wajah sendu nya


" Bu Ida harus sabar, aku tau ini gak mudah banget buat ibu, ibu harus kuat " ujar Vina yang sebenarnya juga merasakan kehancuran di keluarga nya, Karna saat ini hanya dia yang tersisa di keluarga kecil nya itu


" satu-satunya harapan ibu hanya Willy, semoga dia tetap baik-baik saja " ujar Bu Ida yang kembali menetes kan air mata nya

__ADS_1


" Bu ini air putih dan roti, ibu makan dulu biar ada tenaga" ujar ustadz Rizal yang sudah kembali


" terima kasih ustadz Rizal, saya senang bertemu kalian di sini " ujar Bu Ida


" Vina ..." panggil kak Katya yang berada tak jauh dari Vina


Katya pun langsung menghampiri Vina dan yang lainnya


" aku pikir kamu masih di taman " ujar kak Katya


" tadi nya mau balik ke kamar, tapi gak jadi Karna liat ada Bu Ida di sini" ujar Vina sambil tersenyum maniis


Katya hanya tersenyum tipis melihat Bu Ida yang ada di rumah sakit, dan teringat perkataan ibu nya tentang pembunuhan dua orang pembantu di rumah Bu ida


" ayo balik ke kamar, minum obat besok kan kamu mau pulang jadi harus benar-benar vit badannya " ujar Katya sambil mendorong Vina


" ustadz Rizal di sini sama Bu Ida ya " ujar Katya sambil tersenyum tipis ke ustadz Rizal

__ADS_1


" oke gak masalah "jawab ustadz Rizal


" kalo begitu saya permisi dulu bu assalamualaikum" ujar Vina yang sebenarnya tak ingin meninggalkan Bu Ida


__ADS_2