
Vina pun pelan-pelan melangkah ke kamar Willy, Vina terkejut saat mendapati Willy yang penuh luka di tubuh nya
" Astagfirullah, kamu kenapa bisa seperti ini Willy, kamu baik-baik aja kan " ujar Vina sambil meneteskan air mata
Vina pun mengelus rambut Willy dan menatap wajah Willy, kemudian dia menyandarkan kepalanya di samping tangan Willy
" Ya Tuhan, kuat kan lah hati nya agar dia bisa menerima kenyataan hidup nya saat dia tersadar nanti, Amin " Vina berdoa kemudian memejamkan mata nya
****
kini katya, ustadz Rizal dan juga dokter Arif sudah sampai di gudang penyimpanan organ manusia
" emmm bau nya busuk banget " ujar Katya sambil menutup hidung nya
" ayo ikut aku, mayat ku ada di sana " ujar dokter Arif
" sebenarnya kamu kenapa bisa di bunuh " ujar Katya sambil berjalan
" nanti aku ceritain" ujar dokter Arif
Katya dan ustadz Rizal pun mengikuti Arif dari belakang, namun saat dokter Arif hendak membuka pintu ruang bedah, pintu nya terkunci, namun hal itu sangat mudah bagi dokter Arif untuk membuka pintu nya, kemudian mereka bertiga masuk ke dalam, saat mereka masuk bau busuk nya semakin tajam bahkan hampir seluruh ruangan tersebut tidak ada angin segar, perlahan dokter Arif membuka lemari yang di kunci oleh pelaku Dann......
" aaaa!!!!, astagfirullah " teriak Katya sambil menutup mata nya
ustadz Rizal pun langsung menutup mulut Katya menggunakan tangan nya
__ADS_1
" jangan teriak nanti ada yang masuk " ujar ustadz Rizal
" mayat nya banyak belatung nya zal " ujar Katya sambil meneteskan air matanya
" iya udah sekarang kita foto dulu mayat nya " ujar ustadz Rizal
belom sempat ustadz Rizal melepaskan tangan nya, terdengar suara langkah kaki, sontak saja mereka terkejut, dengan sigap dokter Arif kembali menutup pintu dan lemari yang telah dia buka tadi
" kalian sembunyi di ruangan itu, dia tidak akan masuk ke dalam sana " ujar dokter Arif
Katya dan ustadz Rizal pun masuk ke dalam ruangan yang di tunjukan oleh dokter Arif, mereka masuk ke ruangan yang sangat gelap dan pengap tapi mereka yakin di situ aman
Tok...tok...
seorang suster cantik yang masuk ke dalam ruangan tersebut
" emmhhh!!, bau banget, mana belatung nya banyak lagi, hueekkk !! " ujar suster itu ketika melihat mayat Arif yang di penuhi belatung
Duerrr !!!!
tiba-tiba pintu ruangan itu tertutup dengan sendirinya dengan sangat keras
" astagfirullah " pekik Katya dan juga ustadz Rizal yang ada di ruangan itu
suster itupun merasa ada yang berat di bagian punggung nya, kemudian dia pun memberanikan diri untuk melihat ke belakang
__ADS_1
" Aaaaaaa!!!!" suster itu terkejut karena Arif berdiri tegak di belakang nya
Dia pun berlari menuju pintu keluar
" Tolong!... tolong!...." teriak suster itu
" Mirna ....." panggil Arif lirih
" Arif kamu mau apa!! " ujar suster itu yang tak lain adalah Mirna
" aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia Mirna ..." ujar Arif datar sambil menatap wajah Mirna
Mirna semakin takut apalagi lemari tempat mayat Arif belum sempat dia tutup
" kau ingin mati disini atau hidup menderita di penjara ha...." tanya Arif
" tolong Arif jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup" ujar Mirna gugup
" aku juga ingin hidup " ujar Arif datar namun saat ini dia mendekatkan wajahnya ke arah Mirna
" Ariff aku melakukan ini karena kamu menolak cinta ku, kamu jahat Arif " ujar Mirna gugup
"jika aku mati kau juga harus mati Mirna !! " teriak Arif
" tolong jangan Arif , biarkan aku di penjara saja,aku mohon , aku janji aku akan memberikan semua tabungan ku untuk keluarga mu, dan setelah aku bebas penjara aku akan menafkahi keluarga kamu " ujar Mirna memohon
__ADS_1
" tolong selamatkan nasip ibu dan juga adikku , aku akan membiarkan kamu hidup " ujar Arif datar