
setelah sampai di rumah Bu Nadin, Vina dan ustadz Rizal di minta keterangan oleh polisi, ustadz Rizal menjelaskan tentang awal kejadian dia menemukan pak Anjas tergeletak dengan banyak darah namun Ustadz Rizal tidak tau penyebabnya, polisi pun mulai menyelidiki rumah tersebut , di temukan sebuah pisau yang penuh dengan darah, kemudian polisi mengamankan pisau tersebut, setelah selesai mengecek semua nya, polisi pun berniat untuk kembali ke kantor polisi, namun Vina mengentikan langkah mereka , Vina menjelaskan dengan detail kejadian yang terjadi dengan dirinya tadi malam, dengan rasa setengah percaya dan setengah tidak percaya polisi masih mempertimbangkan keputusan
" mari kita buktikan sendiri saja pak, kita gali tanah nya, dari pada kita hanya diam penasaran " ujar Vina yang juga ikut penasaran apakah Mey Mey ada di sana
" baiklah kalo begitu nona Vina, mau tidak mau kita harus memeriksa nya " ujar salah satu polisi
para polisi pun segera menggali tanah tersebut menggunakan cangkul
" Vin kamu yakin jika mayat anak itu ada di sini ?" tanya ustadz Rizal tidak percaya
" iya mas aku yakin, sekarang aja dia lagi main sama rose " ujar Vina
" kok kamu biarin rose main sama dia " ujar ustadz Rizal sedikit tidak suka
"tenang aja dia anak yang baik kok "ujar Vina sambil tersenyum
dengan perasaan yang tidak menentu Ustadz Rizal tetap menunggu para polisi tersebut menggali tanah di bawah pohon pucuk merah
" astagfirullah " pekik seorang polisi yang menggali tanah tersebut
Vina dan ustadz Rizal pun langsung menghampiri mereka
benar saja ada Mey Mey di bawah pohon itu
" mari kita angkat mayat ini , seperti nya mayat ini belom lama di kubur di sini " ujar salah seorang polisi
Vina yang melihat mayat Mey Mey pun terkejut bahkan air mata nya keluar dengan sendirinya melihat gadis kecil itu
" jadi dia yang namanya Mey Mey ? " tanya Ustadz Rizal
" iya mas " jawab Vina singkat
polisi pun memasukkan badan Mey Mey ke dalam mobil polisi untuk di autopsi
__ADS_1
" sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak, atas bantuan ustadz Rizal dan Bu Vina , kami akan menindaklanjuti kasus ini sampai ke akar nya , kalo begitu kami permisi assalamualaikum " ujar salah seorang polisi
" baik pak waallaikumsalam " jawab ustadz Rizal dengan senyum manis nya
polisi pun segera meninggalkan tempat itu karena banyak hal yang harus mereka selesai kan
" gimana sekarang udah lega mayat nya ketemu " ujar ustadz Rizal
" udah mas " jawab visya
Vina dan ustadz Rizal pun langsung kembali ke rumah, Ustadz Rizal langsung menuju kamar sedangkan Vina menyusul rose yang sedang bermain bersama Mey Mey
" rose " panggil Vina dari balik pintu
" kakak " jawab rose sambil membuka pintu
" kemana kak Mey ? " tanya Vina penasaran
Vina pun memeluk rose seandainya saja dulu rose tidak bertemu dengan orang tua Vina , pasti nasib rose sama dengan Mey mey
" rose main nya jangan aneh-aneh ya, setelah ini makan siang bareng Oma oke " ujar Vina sambil tersenyum maniis
" kak, kemaren Oma cerita sama rose, kalo nanti kakak Vina sama kak Rizal mau kasih rose adik ,supaya rose gak sendirian main nya " ujar rose sambil nyengir
" hahaha Oma bisa aja " ujar Vina sambil mengelus rambut rose, sebenarnya batin Vina sangat sedih karena harapan kedua orang tua Ustadz Rizal begitu besar untuk memiliki cucu, sedangkan dia sendiri belom siap untuk memulai semuanya, bahkan memberikan hak nya pun dia masih begitu gugup
" kakak balik ke kamar dulu ya sayang " ujar Vina
" iya kak " jawab rose
Vina pun melangkah menuju kamar nya , ketika masuk ke dalam kamar nya, Vina mendapati ustadz Rizal sedang tertidur di sofa
Vina pun langsung membangunkan suami nya supaya pindah di kasur
__ADS_1
" mas mas, pindah di kasur jangan di sofa nanti badannya sakit semua " ujar Vina sambil menggoyangkan lengan ustadz Rizal
ustadz Rizal pun tersenyum jail dengan cepat dia menarik istri nya, sehingga posisi istrinya ada di atas tubuh nya
" aku mau pergi besok, gak ada hadiah buat aku " ujar ustadz Rizal
" mas kamu nih pikiran nya itu Mulu, kan aku udah bilang nanti malem " ujar Vina sambil memukul dada ustadz Rizal dengan pelan
" janji apa insyaallah " ujar ustadz Rizal
" emm insyaallah " jawab Vina sambil tersenyum manis
ustadz Rizal mengerti apa yang di rasakan Vina ,dari tatapan matanya ada rasa takut dan gelisah, ustadz Rizal pun mengelus hijab Vina , sambil tersenyum
" Ya Allah Terimakasih karena engkau telah menitipkan bidadari surga untuk menjadi pendamping hidup hamba mu yang penuh dengan cela ini " ujar ustadz Rizal sambil menatap wajah Vina
Vina menjadi salah tingkah dan gerogi, jantung nya berdegup kencang, bisa-bisa nya dia di buat salah tingkah di depan sahabat nya sendiri
dengan lembut ustadz Rizal mengelus hijab Vina, hingga Vina pun merasakan kenyamanan saat berada di atas tubuh suami nya itu, kini kepala nya bersandar di dada ustadz Rizal
" I Love you Vin " bisik ustadz Rizal
Vina benar-benar di buat Melayang oleh perlakuan Ustadz Rizal, Vina pun tersadar jika diri nya berada di atas tubuh ustadz Rizal
saat dia hendak bangkit dari tubuh ustadz Rizal , tangan ustadz Rizal menahan nya, hingga Vina tidak bisa berdiri
" mas kamu gak capek atau keberatan aku di atas badan kamu ?? " tanya Vina
" aku malah seneng " ujar ustadz Rizal
Vina pun meletakkan kembali kepada nya di dada ustadz Rizal, nyaman dan penuh cinta itu yang dia rasakan
dan pada akhirnya mereka tertidur di atas sofa itu
__ADS_1