
Jam menunjukkan pukul 03.45, ustadz Rizal terbangun dari tidurnya karena dia sudah terbiasa bangun subuh, ustadz Rizal pun membangun kan Katya yang ada di sofa sebelahnya
" Katya....Katya....bangun ayo kita sholat " panggil ustadz Rizal dengan lembut sambil menggoyangkan kaki Katya yang terbalut kaos kaki
Katya pun terbangun dan melihat jam
" Astagfirullah, jam 4 zal, ayo kita sholat, keburu imsak " ujar Katya sambil bangun dari sofa
" kamu bangunin Vina dulu ya, aku wudhu duluan " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum
" iya zal " ujar Katya
" Vin.... Vin.... , sholat yuk, udah jam 4 ini keburu imsak" ujar Katya
" emmm....iya kak " ujar Vina yang masih mengantuk
Katya pun langsung melapaskan kaos kaki nya dan menuju kamar mandi
" Astagfirullah, licin " ujar Katya yang baru saja menginjak kan kaki nya di kamar mandi
" hati-hati ya Kat, emang sedikit licin kamar mandi nya " ujar ustadz Rizal
" iya zal "ujar Katya
Karena Katya baru saja bangun, seperti nya keseimbangan badan nya belom stabil, dan ...
"Astagfirullah...." ujar Katya yang kepeleset
__ADS_1
" awas kat!!! " ujar ustadz Rizal sambil menopang badan Katya dari belakang, supaya Katya tidak terjatuh
Vina yang terkejut pun langsung menghampiri Katya dan ustadz Rizal
" ambil hp " Guman Vina iseng kemudian mengambil ponsel nya di kasur
" koi Mili gaya.....
koi Mili gaya.....
koi Mili gaya .... hahahaha " Vina merekam adegan romantis itu menggunakan ponsel nya sambil menyanyikan lagu hitz dari bolywood
" Astagfirullah ,maaf ya Rizal, kamu jadi ngulang lagi wudhu nya " ujar Katya yang kaget
" hahahaha lanjut terus ...." ujar Vina sambil tetap merekam mereka berdua
akhirnya Katya dan Vina pun menyusul wudhu di kamar mandi, setelah wudhu mereka pun langsung menjalankan kan kewajiban mereka sebagai umat muslim
" Ya Allah, hamba mu mengucap syukur kepada engkau, karena sampai hari ini , hamba mu masih bisa bangun dan menyapa mu di pagi hari, lindungi lah orang-orang yang hamba mu sayangi ya Allah, jauhkanlah mereka dari orang-orang jahat, dan juga orang-orang yang akan memperdaya mereka, lindungi lah juga kedua orang tua Vina, dan kakak Vina ya Allah, walaupun Vina sudah tidak bisa memeluk mereka dan merasakan hangatnya sentuhan dari mereka, Vina tetap bahagia dengan kesempatan ini ya Allah, hamba mu mohon tempat kan lah mereka di sisi mu ya Allah, mereka ada malaikat terbaik di hidup Vina, dan juga Vina berdoa untuk, Willy .... yang saat ini sedang dalam keadaan kritis, semoga keadaan nya lekas membaik, melalui obat sebagai pelataranya, hanya engkau yang bisa melakukan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin ya Allah, jika kau berkenan hamba mu ingin melihat Willy kembali tertawa seperti dulu, Amin Yarobal Al-Amin..." doa Vina ....
Vina pun menoleh ke arah Katya, Vina merasa kasihan melihat Katya yang berdoa sambil menangis tersedu, Vina tau apa yang ada di pikiran Katya, Katya terlalu banyak menahan rasa sedihnya atas kematian kak Faisal, Katya mencurahkan isi hati nya kepada Tuhan sebagai, satu-satu pemberi hidup dan mati umat manusia
" Vin, .... kamu baikan " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum
" Alhamdulillah udah zal, makasih banyak ya, kalian udah mau jagain aku di rumah sakit" ujar Vina sambil tersenyum manis
" iya Vin, setelah ini kamu harus tetap hati-hati Vin, kalo perlu aku sewa bodyguard buat kamu " ujar ustadz Rizal antusias
__ADS_1
" hehe ngga usah zal, ada Allah di samping aku, bukti nya sampe sekarang aku tetep bisa bareng kalian " ujar Vina sambil tersenyum manis
" aku cuma gak mau kehilangan kamu Vin, hanya kamu satu-satunya sahabat aku yang paham dengan sikap dan kekurangan aku " ujar ustadz Rizal sambil menundukkan kepala nya
" Zal ,... aku bakal selalu ada buat kamu, kamu jangan sedih, mulai hari ini kamu Abang aku " ujar Vina sambil menggenggam tangan ustadz Rizal
ustadz Rizal pun melepaskan genggaman tangan Vina secara perlahan, dia tidak bisa menyentuh Vina karena dia bukan mahram nya Vina
" ohhh maaf zal " ujar Vina sambil menunduk kan kepala
" janji ya, mulai hari ini aku Abang kamu " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum
" janji !!, " ujar Vina sambil mengedipkan mata nya
" kalian udah selesai dari tadi?" ujar Katya yang baru saja selesai berdoa
" lumayan kak " ujar Vina kemudian menghampiri Katya dan memeluk Katya dengan lembut
" Vina......" ujar Katya sambil menangis
" kak Katya cerita aja kalo ada apa-apa , jangan di pendam kak, aku siap jadi pendengar kakak" ujar Vina sambil mengelus punggung Katya
" Vin , apa aku ini kelewatan batas jika tidak bisa melupakan Faisal sampai sekarang, kejadian nya sudah sebulan yang lalu, tapi aku belom bisa mengiklaskan Faisal Vin, aku masih ingin bercanda gurau dengan Faisal , aku masih ingin memasak untuk Faisal...." ujar Katya Sambil menangis
" kak Katya semangat ya, kita harus kuat, Kak Katya harus ingat bahwa rencana Tuhan lebih indah dari pada rencana manusia, semoga kejadian ini bisa jadi pelajaran buat kita kedepannya kak, aku yakin kak Katya kuat " ujar Vina sambil ikut menangis, biar bagaimanapun Faisal adalah kakak kandung Vina, kakak yang menjaga Vina dari kecil hingga besar saat ini
" kakak minta maaf ya Vin, harus nya kakak bisa menutupi kesedihan kakak di depan kamu, tapi kakak udah gak kuat Vin, semua tentang Faisal selalu menjadi bayang-bayang di pikiran kakak" ujar Katya
__ADS_1
" iya aku faham kok kak, kakak jangan khawatir, aku pasti selalu semangatin kakak selalu " ujar Vina sambil tersenyum manis