Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
surat Ustadz Yusuf


__ADS_3

Ustadz Rizal terbangun , dia melihat jam di tangan sudah menunjukkan pukul 5, dia melewatkan sholat Ashar nya , mungkin dia kelelahan karena semalaman di rumah sakit bersama Bu Nadin menjaga pak Anjas


dia melirik ke arah Vina yang masih di atas tubuh kekar nya itu, Ustadz Rizal tersenyum kecil sambil mengelus punggung Vina , untung saja tubuh Vina tidak terlalu berat hingga ustadz Rizal tidak masalah jika istri nya berlama-lama di atas tubuh nya


" Vin ...Vin ... bangun udah sore lohh " ujar ustadz Rizal


Vina masih tertidur dengan pulas, hal itu membuat ustadz Rizal tidak tega , mungkin Vina juga kurang tidur tadi malam sehingga dia lupa waktu


ustadz Rizal pun mengangkat tubuh Vina dan di letakan di atas kasur agar Vina lebih leluasa


ustadz Rizal segara menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya


saat mendengar suara air yang beradu dengan lantai Vina terbangun dan mendapati dirinya di atas kasur tanpa Ustadz Rizal


" astagfirullah udah jam lima " ujar Vina dia pun langsung bangun dan keluar dari kamar


Vina tidak enak dengan Bu Sarah jika dia bermalas-malasan, dia pun segera mengambil selang untuk menyiram tanaman di halaman


Bu sarah yang sedang bermain dengan rose hanya tersenyum manis melihat Vina yang sibuk dengan urusan menyiram nya


Bu Sarah tau bahwa Vina merasa sungkan di rumah itu jika tidak melakukan kegiatan rumah, dia pun menghampiri Vina


" rajin nya menantu umi " ujar Bu Sarah sambil mengelus punggung Vina


" ehh umi " Vina terkejut karena Bu Sarah datang dengan tiba-tiba


" maaf umi tadi Vina tidur siang nya lama " ujar Vina sambil menundukkan kepalanya


" umi juga minta maaf tadi umi masuk kamar kalian gak assalamualaikum dulu " ujar Bu Sarah sambil cengengesan

__ADS_1


" lohh ??" Vina bingung dengan perkataan mertua nya itu


" tadi umi mau ajak kamu bikin kue putu, tapi pas umi ketok gak ada yang buka pintu nya, pas umi coba buka pintu nya ternyata gak di kunci, yaaa umi iseng ngintip kalian lagi apa, ternyata lagi bobok berdua, maaf ya sayang kalo umi kepo " ujar Bu Sarah sambil tersenyum tipis


" ohhh begitu ya umi " ujar Vina malu


" umi gak akan mengulangi lagi kok Vin , beneran deh " ujar Bu Sarah yang merasa bahwa dirinya lancang masuk kamar Ustadz Rizal dengan seenaknya sendiri


" iya gapapa umi " ujar Vina mencoba tersenyum


" kalo begitu Vina mau mandi dulu ya umi " ujar Vina


" iya Vin " ujar Bu Sarah


Vina langsung mematikan kran air dan menuju kamar nya


setelah sampai kamar Vina melihat ustadz Rizal yang sudah bersih dan wangi


" emm mas wangi banget hehe " ujar Vina sambil nyengir


" wangi Dong kan mau ambil madu " ujar ustadz Rizal melirik Vina dengan senyum jail nya


Vina hanya tersipu mendengar kalimat itu, dia pun teringat tentang surat dari ustadz Yusuf


" mas gak mau buka surat dari ustadz Yusuf?? " tanya Vina


" ohh iya coba kita buka ya "ujar ustadz Rizal sambil mengambil surat itu di lemari


Vina pun langsung duduk di tepi ranjang

__ADS_1


ustadz Rizal membuka surat itu


Assalamualaikum..


untuk murid kesayangan ku


Muhammad Rizal


surat ini ku tulis dengan menahan segala kerinduan, bagaimana kabar mu sekarang nak ?, apakah kamu juga merindukan aku ?


Aku sangat berharga di usia ku yang tinggal menghitung hari ini, aku bisa bertemu dengan dirimu, pemuda yang baik dan lembut hati nya, taat agama dan tidak sombong


Aku mohon datang lah ke pondok nak, aku ingin bertemu dengan mu, banyak hal yang ingin ku bicarakan


Aku akan menulis segenggam harapan di kertas ini, karena aku tidak tau apakah aku masih bisa melihat mu ketika kamu akan menemui ku, tapi aku berharap surat ini bisa menjelaskan maksud ku yang lain


kau masih ingat dengan Aisyah anak ku? , besar harapan ku agar kau mau menjaga nya ketika aku sudah tiada nanti, aku yakin kau pasti akan menjadi imam yang baik untuk anak ku


aku berfikir keras bagaimana nasip anak ku ketika aku tiada nanti, tapi Tuhan tidak tidur, dia mengingat kan ku dengan murid ku yang telah lama meninggal kan ku


Datanglah dan temui aku nak, aku sangat berharap, Asiyah setuju dengan keputusan ku ini, karena dia juga mengagumi mu, dari awal kau datang


maaf jika aku terlalu memaksa, apapun yang akan kau katakan datanglah terlebih dahulu, setidaknya jika kau datang dan aku masih hidup aku masih bisa melihat wajah hangat mu, dan jika aku tiada sebelum kau datang, setidaknya kau bisa membantu menyolatkan mayat ku


Wassalamu'alaikum


ustadz Yusuf menulis surat tersebut


seketika Ustadz Rizal menjadi sedih dan tidak bisa berkata, harus bagaimana sekarang ini ??

__ADS_1


di pikiran nya hanya ustadz Yusuf yang terbaring lemah tak berdaya


__ADS_2