Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
kesedihan vina


__ADS_3

 


"Vin, di dasar danau itu ada mayat ayah dan ibumu,kita harus mengambil mereka" ujar Willy menatap nya serius,


"Will, saat itu aku masih berusia 12 tahun dan kak Faisal 17 tahun, saat ibu dan ayah ku menghilang kita hanya hidup berdua, kepolisian sudah mencari kemana perginya kedua orang tua ku tapi mereka tidak ada yang tau, jejak kematian ibuku tidak terendus oleh kepolisian....." ujar Vina sambil menagis


"Vina maafkan ayah dan ibu nak" ujar ayah Vina, mereka belum tenang di hidup nya Karna mereka memang masih ingin hidup untuk melihat anaknya tumbuh dewasa


" ayah ,ibu aku merindukan kalian " ujar Vina, kemudian sosok hitam itu berjalan ke arah Vina


" terimakasih telah menemukan ibuku, " ujar Vina kepada sosok hitam itu


 


seketika sosok itu menampakan wujud aslinya semasa ia hidup, betapa terkejutnya Vina dan Katya yang tau saat itu


" Faisal........." ujar Katya sambil tersungkur lemas, ia tidak menduga tunangan nya sudah tewas


" maafkan aku Katya, maaf kan aku Vina" ujar Faisal yang merasa bersalah


" kak mengapa ini bisa terjadi kak, aku merindukan mu " ujar Vina yang mencoba memeluk kakaknya namun tidak bisa


" kau tau tanah yang penuh abu di hutan itu, itu adalah abuku Vin, aku di buang dan di bakar di tempat itu" ujar Faisal sambil meneteskan air mata nya, ia tidak menduga hidup nya akan seperti ini


" kakakk.......siapa yang melakukan semua ini kak, aku akan membalaskan dendam mu kepada dia kak" ujar Vina

__ADS_1


" yang membunuh mereka adalah orang yang sama Vin" ujar Willy


 


" siapa Willy kau tau kan siapa orang nya" ujar Vina sambil menarik baju Willy


" dia ......dia......"


 


dor.....dor.... dor....


suara tembakan mengejutkan mereka,


" Vina kalian harus lari ,pak Lukman tau jika kalian ada di sini, cepat lari " ujar Rita yang tiba-tiba datang


" ayo ikut kita Vin" ujar ayah nya kemudian Vina dan yang lain nya mengikuti ayah Vina dari belakang


 


mereka berjalan menyusuri hutan, tiba-tiba mereka sampai di sebuah gubuk kecil


" sembunyilah di sini, mereka tidak akan datang ke tempat ini vin" ujar ayah Vina


"apakan ini tempat tinggal ayah dan ibu sekarang " ujar Vina, ia melihat tempat penuh sarang laba-laba, dan debu

__ADS_1


" iya , ini adalah tempat tinggal ku sekarang Vin" ujar ibu nya sambil tersenyum


Tiba-tiba ada suara anak kecil di gubuk itu


" apakah di sini ada anak kecil , atau mungkin anak kecil gaib yang ibu asuh" ujar Vina


 


" tidak Vin, ini anak manusia " ujar ibu Vina kemudian mengajaknya ke tempat anak kecil itu


" kenapa ada anak kecil di sini Bu" ujar Vina yang penasaran


" anak ini di buang oleh pria yang dulu nya juga membunuh ku, pria itu hendak membunuh anak ini, tapi aku dan ayah mu mencegah nya dengan memanggil seekor kera betina kemudian kera itu menjambak rambut nya dan melukai wajah pria itu, untung saja pria itu segera pergi ,dan aku minta bantuan kera itu untuk menyeret anak itu masuk ke dalam gubuk agar tidak kehujanan dan kepanasan" ujar ibu sambil tersenyum


 


" kasian sekali " ujar Vina yang menjadi tambah sedih


" lalu anak ini makan apa Tante" ujar Willy, yang merasa ini adalah salah ayah nya


 


"setiap hari kera betina itu membawa buah ke gubuk ini, anak ini ternyata bisa melihat ku dan suami ku" ujar ibu Vina


 

__ADS_1


" iya setiap hari kami ajak dia bermain, aku ajari dia bicara, tapi dia tidak bisa menyentuh kami " ujar ayah Vina


Dor ......dor.....dor......


__ADS_2