
kemudian kak Katya masuk ke dalam kamar sambil membawa roti bakar
" udah udah nih aku bawa roti bakar kita sarapan dulu " ujar kak Katya
Vina dan ustadz Rizal pun langsung terkejut dan terdiam
" hehe ayo makan malah diem " ujar kak Katya sambil tersenyum
" iya Kat makasih banyak ya" ujar ustadz Rizal
mereka pun menikmati roti bakar itu dengan syahdu
" Vin kak kayaknya kakak harus pulang deh, ada urusan di rumah, insyaallah nanti malem kakak kesini lagi " ujar kak katya
" iya gapapa kok kak Katya, makasih banyak ya " jawab Vina sambil tersenyum manis
" Rizal kamu gak ada acara kan? " tanya Katya
" gak ada Kat " jawab ustadz Rizal cuek sambil memakan roti bakar nya
" ya udah kamu di sini aja sana Vina, kasian Vina nya kalo ada apa-apa gak ada yang bantuin" ujar Katya
" iya Katya, nanti malem kalo kesini bawa ganti baju buat aku sama Vina ya, sekalian nih baju kotor kita bawa pulang " ujar ustadz Rizal
" oke deh aku pulang dulu ya, dadada " ujar katya kemudian meninggalkan mereka
Vina pun merapihkan kamar Willy dan membuka jendela nya agar ada udara segar yang masuk
" Rizal " panggil vina
" ada apa Vin " jawab ustadz Rizal
" liat deh di depan rumah sakit ada orang jualan ketoprak kayaknya enak deh " ujar Vina sambil tersenyum tipis
" kamu mau ?" tanya ustadz Rizal
__ADS_1
" mau !" jawab Vina antusias
" ya udah kamu tunggu sini, aku beliin dulu " ujar Ustadz Rizal
" em Rizal !! " panggil Vina lagi
" ape lagiiiii " jawab Ustadz Rizal sambil memasang muka malas nya
" hehe jangan lupa es teh biar jos " ujar Vina cengengesan
" iya deh " jawab ustadz Rizal kemudian meninggalkan Vina
Vina pun tersenyum bahagia , kemudian melanjutkan lagi aktivitas nya membersihkan ruangan tersebut
tiba-tiba
Tit ....Tit.....tit....
Vina pun terkejut mendengar suara itu, dia pun langsung menghampiri Willy
dokter segera datang dan memeriksa keadaan Willy, sementara Vina menunggu di luar sambil menangis
" Ya Tuhan selamat kan lah nyawa nya " ujar vina sambil meneteskan air mata nya
tiba-tiba ustadz Rizal datang dan menghampiri Vina
" Vin kamu kenapa " ujar Ustadz Rizal panik
" keadaan Willy semakin parah " ujar Vina
" udah kita serahkan semua ini kepada Tuhan ya Vin " ujar ustadz Rizal sambil mengusap air mata Vina
tiba-tiba ibu Vina dan ayah Vina datang
" ayah ibu " Vina terkejut melihat orang tua mereka
__ADS_1
" ibu gak yakin Willy bisa jagain kamu setelah ini vin" ujar ibu Vina
" dia pasti selamat, dia pasti sadar " ujar Vina sambil menangis
" mustahil Vina , liat luka yang ada di tubuh nya, liat berapa banyak jaitan yang ada di perut nya " ujar ibu Vina
Vina hanya menangis sambil menyenderkan tubuhnya di kursi
" heiiii kita sholat yuk Vin, kita bersujud kepada Allah " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
" Rizal !! " ujar Vina sambil menangis kemudian memeluk tangan Rizal
" iya nak sebaiknya kalian berdoa untuk keselamatan Willy, apapun itu tidak ada yang mustahil bagi sang pencipta " ujar ayah Vina
" ayo Vin, kita wudhu dulu " ujar Ustadz Rizal kemudian mengajak vina ke mushola rumah sakit
mereka pun sampai di mushola
ustadz Rizal dan Vina pun langsung wudhu kemudian mereka sholat berjamaah di mushola
setelah selesai sholat Vina dan ustadz Rizal pun duduk di teras mushola
" Rizal " panggil Vina
" iya Vin " jawab ustadz Rizal
" salah gak sih kalo aku suka sama Willy" ujar Vina sambil menunduk kan kepalanya
" gak salah kok " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
"aku gak mau kehilangan dia zal " ujar Vina sambil meneteskan air mata nya
ustadz Rizal hanya terdiam sambil memijat dahi nya
" lebih baik kita kesana Vin, pasti dokter cariin Kita " ujar ustadz Rizal kemudian mengandeng tangan Vina
__ADS_1