Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Willy cemburu


__ADS_3

kemudian ustadz Rizal mulai memandang Vina dengan lekat, terdapat keraguan di dalam wajah nya yang putih bersih itu


" Vin.....jangan seperti ini lagi ya, aku sangat khawatir dengan keadaan mu, dari kecil hingga sebesar ini, aku dan Faisal lah yang menjaga mu, jika keadaan mu seperti ini, aku tidak tenang Vin, mau makan saja rasanya susah " ujar ustadz Rizal


" iya susah lah kan harus nya sekarang kamu nih ada yang suapin, ini kmu nya masih sendiri aja hehe" ujar Vina yang mulai sedikit tenang karena ada ustadz Rizal di samping nya, ustadz Rizal memang usia nya sama dengan kak Faisal, saat Vina lahir ustadz Rizal dan Faisal lah yang menjaga Vina bermain hingga pada akhirnya kedua orang tua Vina meninggal dunia, ustadz Rizal masih setia di samping Vina untuk terus mensupport Vina


" Vin...jangan bicarakan hal itu, aku sendiri pun tidak tau kapan aku akan menikah haha" ujar ustadz Rizal sambil tertawa, Vina juga ikut tertawa kecil Karna keadaannya belum stabil


" aku rasa sudah waktunya kamu mencari pendamping hidup zal, walaupun aku tau gak ada wanita yang mau sama kamu, tapi apa salah nya mencoba ,haha " ujar Vina sambil terus memamerkan senyum manis nya


"pasti ada, malahan sekarang aku sedang mendiskusikan nya dengan Tuhan " ujar ustadz Rizal


" wah jangan bilang kalo Rita yang kamu diskusikan " ujar Vina


" hahaha kalo aja kamu gak sakit udah aku jitak kepala kamu" ujar ustadz Rizal sambil tertawa lepas

__ADS_1


****


Willy berjalan menyusuri rumah sakit, kini dia sudah sampai di depan kamar Vina, sebelum masuk dia melihat bubur ayam di wadah bekal untuk Vina, di buka nya sedikit pintu kamar agar Vina tidak terbangun, dia melihat Vina dengan ustadz Rizal sedang bercanda gurau, terlihat wajah Vina yang tadinya pucat dan lemas sekarang sudah mendingan dan bisa tertawa ada keraguan di benak Willy antara masuk atau tidak, perlahan dia masuk dan.....


" Assalamualaikum" ujar Willy sambil masuk dan tersenyum


" waallaikumsalam" jawab Vina dan ustadz Rizal bersamaan


" apakah aku menggangu waktu kalian " ujar wily sambil meletakkan bubur ayam di meja kemudian berdiri di samping Vina


" apa kau mau bubur ayam Vin, ini buatan bibi, aku meminta nya untuk membuatkan bubur untuk mu" ujar Willy sambil mengambil bubur ayam di meja dan membuka nya


" ouhhh, apakah aku merepotkan kalian " ujar Vina sedikit terkejut karena banyak orang yang peduli dengan keadaan nya


" tidak merepotkan, aku senang melakukan nya " ujar Willy kemudian mencoba menyuapi Vina dengan bubur ayam di tangan nya

__ADS_1


" emmm Will, bisakah kau berikan bubur itu kepada ustadz Rizal aku masih malu jika harus kau suapi " ujar Vina sambil tersenyum tipis


" maaf Vin" ujar Willy kemudian memberikan bubur itu kepada ustadz Rizal


" Hadehh Vin, di suapin sama cowok ganteng kok gak mau sih" ujar ustadz Rizal sambil menyuapi Vina


" hehe, aku hanya malu" ujar Vina


" apa beda nya dengan ku, sama-sama laki-laki, sama-sama ganteng" ujar ustadz Rizal


" jika kau yang menyuapi aku sudah biasa" ujar Vina sambil tersenyum dan memakan bubur nya


kemudian Willy pun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya,dan sesekali melirik ke arah Vina dan ustadz Rizal


"hemm aku gak boleh cemburu, biar bagaimana pun aku ini hanya orang asing yang baru dia kenal, sedangkan ustadz Rizal adalah sahabat nya, wajar saja jika mereka dekat" guman Willy sambil melihat Vina dan ustadz Rizal

__ADS_1


__ADS_2