Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
pemakaman


__ADS_3

" hei Will, kau anak yang baik ,datang lah ke pemakaman ayah mu, aku akan menjaga Vina di sini" ujar Katya yang melihat Willy sedih


" aku hanya melakukan yang aku bisa saat itu, tanpa menyadari jika harus kehilangan ayah " ujar Willy


" aku akan pergi tolong jaga vina " ujar Willy sambil menatap wajah Katya


kemudian Willy berdiri dan mengelus rambut Vina


 


" cepat lah sembuh Vin " ujar Willy kemudian meninggalkan mereka


 


Katya dan Vina pun kembali menyaksikan pemakaman orang tua Vina

__ADS_1


" emm kak Katya, bagaimana dengan abu kak Faisal apakah sudah di amankan juga" tanya Vina yang penasaran


" polisi menyerahkan nya kepada ku Vin, lalu aku menguburnya di bawah jendela kamar ku, itu pun aku bertanya dulu kepada Faisal apakah dia mau atau tidak, untunglah Faisal dengan senang hati abu nya di kubur di bawah jendela kamar ku, ...mungkin itu bisa jadi tanda bahwa dia dulu sering berada di situ saat ingin bertemu dengan ku" ujar kak Katya dengan mata berkaca-kaca, perlahan meneteskan air mata, kesedihan nya sudah tidak bisa di tahan lagi, kehilangan Faisal adalah pukulan terberat bagi Katya


Vina yang merasa iba hanya pasrah dengan keadaan nya saat ini, ingin sekali rasanya Vina memeluk Katya, namun kondisi nya sangat lemah, perlahan Vina pun ikut meneteskan air mata nya, teringat kenangan nya dengan Faisal, teringat semua pengorbanan Faisal saat Vina masih kecil hingga sekarang dia sudah dewasa


" kak, kita berdoa untuk kebaikan kak Faisal semoga, kak Faisal di terima di sisi Tuhan yang maha kuasa " ujar Vina lirih dengan mata yang merah karena menangis


" pasti Vin, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk Faisal" ujar kak Katya perlahan kak Katya duduk dan menjatuhkan ponsel nya, kak Katya tak menghiraukan ponsel nya, kemudian dia memeluk Vina dan menangis


" mah...." ujar wily yang berdiri di belakang Bu Ida yang sedang menangisi pak Lukman


" Willy....." ujar Bu Ida sambil memeluk tubuh Willy


" mahh...maafkan Willy mah, ini semua karena Willy" ujar wily sambil ikut menangis, biar bagaimana pun pak Lukman tetaplah ayah nya

__ADS_1


" tidak Wily, wily tidak salah, yang Willy lakukan sudah benar, mama hanya tidak menyangka papa mu melakukan hal sejahat itu " ujar Bu Ida yang tetap memeluk tubuh Willy


Wily mengelus punggung Bu Ida


" mah pelan-pelan ikhlas kan papa, ada Willy di sini, Willy akan menjaga nama" ujar Wily


Bu Ida pun melepaskan pelukannya dan tersenyum


" mama bangga dengan Willy, Willy anak yang hebat" ujar Bu Ida ,Bu Ida memang menyadari bahwa perbuatan pak Lukman sudah di luar batas, bukan hanya sekedar membunuh dan mengelapkan mayat nya,tapi pak Lukman juga sudah menghamili wanita yang tak bersalah dan membuang anak dari wanita itu ketika lahir


pemakaman pun di mulai, ustadz Rizal memulai ucapan doa nya, dan diiringi sahutan AMIN oleh orang yang datang untuk berlayat, tangisan Bu Ida dan Willy pun pecah saat pak Lukman di masukan ke dalam kubur nya, saat itu lah terakhir kalinya Bu Ida melihat suami nya


kedua orang tua Vina dan Faisal tersenyum bahagia melihat jasad mereka telah di kubur kan, berkali-kali ucapan syukur selalu di lantunkan oleh mereka karena mayat mereka telah berada di tempat yang benar, kini mereka hanya ingin melihat vina anak nya bahagia dengan masa depan nya, dan setelah itu mereka bisa hidup tenang ketika meninggalkan Vina


Di sebelah Bu Ida ada mama nya kak Katya bersama anak kecil yang tak lain adalah anak dari pak Lukman bersama wanita yang di bunuh nya itu, mama Kak Katya dengan khusyuk menyaksikan pemakaman ayah dan ibu Vina, sesekali anak itu memanggil mama kak Katya dengan panggilan mama, hati mama kak Katya pun tersentuh, anak yang baru berusia dua tahun harus hidup keras di hutan dengan dingin nya malam dan panas nya terik matahari

__ADS_1


__ADS_2