
" mari pak kita mulai sekarang " ujar pak Abdul yaitu ayah dari ustadz Rizal
" baiklah kita mulai " ujar penghulu tersebut
acara ijab qobul itu pun terlaksana dengan baik dan syahdu, sesekali Bu Sarah meteskan air mata nya begitu pun juga dengan kak Katya
Willy yang ada di tempat itu pun tersenyum bahagia atas momen itu, dia yakin ustadz Rizal mampu menjaga Vina dengan baik
setelah selesai Vina langsung memeluk Bu Sarah
" Bu maafin Vina yang udah ngerepotin ibu dari dulu sampe sekarang " ujar Vina sambil menangis
" Vina kenapa bicara seperti itu, justru ibu bahagia karena Rizal menikah dengan kamu " ujar Bu Sarah sambil mengelus rambut Vina
" Vin... selamat ya ..." ujar Willy kemudian dia menghembuskan nafas terakhirnya
" Willy ....!! " teriak Vina sambil memegang tangan nya
" inalillahi wainailaihi rojiun " ujar semua orang yang ada di tempat itu termasuk pak penghulu
pak Abdul pun segera memanggil dokter untuk memastikan keadaan Willy, dan benar saja Willy sudah menghadap kepada sang pencipta
pihak rumah sakit pun langsung mengurus mayat Willy
*****
keesokan hari nya pemakaman Willy di laksanakan, hadir juga Bu Ida di dampingi polisi
" Willy .... maafkan ibu nak, ibu gak bisa jagain Willy " ujar Bu Ida sambil menangis dan memeluk nisan Willy
" sabar ya Bu, kita harus ikhlas " ujar katya
__ADS_1
" kak!! " panggil gadis kecil di samping Vina sambil menarik baju Vina
" heiiii rose " ujar Vina kemudian menggendong rose
" mama " ujar rose sambil menunjuk ke arah orang tua nya dan juga kak Faisal yang sedang melambaikan tangan nya
Vina pun tersenyum manis dan ikut melambaikan tangan nya, dan mereka bertiga pun hilang
" sekarang mama sudah tenang sayang " ujar Vina sambil tersenyum
mereka pun melakukan acara pemakaman itu dengan tenang dan khusyuk
setelah selesai para warga yang hadir pun secara bergantian untuk pulang, kini tinggal Katya, Bu Sarah, pak Abdul , mama Katya , Vina dan juga ustadz Rizal berserta rose
" Bu Ida ...mari kita kembali " ujar polisi yang mendampingi Bu Ida
" pak saya masih ingin di sini " ujar Bu Ida sambil memeluk nisan Willy
Bu Ida pun mematuhi peraturan polisi tersebut
" terimakasih banyak semua nya " ujar Bu Ida sambil bersalaman dengan mereka , kemudian meninggalkan mereka
" Vin ayo pulang " ujar ustadz Rizal
" iya Vin,kita pulang yuk " ujar kak Katya
" iya kak " ujar Vina
mereka pun meninggalkan tempat itu
****
__ADS_1
Vina pun di bawa ke rumah ustadz Rizal
" Alhamdulillah sudah sampai " ujar Bu Sarah kemudian turun dari mobil dan di susul yang lain nya
" ayo nak masuk " ujar pak Abdul
" aduhhh rose makin cantik aja " ujar Bu Sarah kemudian masuk ke dalam rumah bersama dengan rose dan pak Abdul
" Vin kamu gak masuk ? " tanya ustadz Rizal
" aku gugup zal " ujar Vina sambil menatap wajah ustadz Rizal
" gapapa kan biasanya kalo main tinggal masuk, kaya biasa nya aja masuk tinggal masuk gak usah gugup " ujar Ustadz Rizal kemudian mengandeng tangan Vina
ustadz Rizal pun membawa Vina masuk ke dalam rumah
" Rizal " panggil Vina
" kenapa " tanya ustadz Rizal
" kok rasanya beda ya " ujar Vina
ustadz Rizal pun tersenyum manis kemudian mengelus rambut Vina
" kalo dulu kamu datang kesini karena kita sahabat, dan sekarang kamu datang ke sini karena kamu jadi istri aku, itu yang buat kamu gugup " ujar ustadz Rizal
Vina pun mengangguk sambil menunduk kan kepalanya
" kenapa Vin ? " tanya pak Abdul yang dari tadi memperhatikan mereka berdua
" emm gapapa Abi, kalo gitu Vina sama mas Rizal ke kamar dulu ya Abi " ujar Vina gugup kemudian menarik tangan Ustadz Rizal
__ADS_1
pak Abdul pun tersenyum genit ke arah ustadz Rizal, sambil mengedipkan satu mata nya , Ustadz Rizal hanya menggeleng kan kepalanya karena sikap ayah nya