
Jam sudah menunjukkan pukul 22.25 WIB, Ustadz Rizal duduk di tepi ranjang menunggu istri nya keluar dari kamar mandi, setiap melakukan hal itu jantung Ustadz Rizal selalu berdebar kencang, harusnya dia bersikap tenang agar Vina nyaman saat melakukan hubungan itu, namun tidak bisa di pungkiri, ini adalah kali pertama ustadz Rizal melakukan hal intim itu
ceklekkkkk
Vina keluar dari kamar mandi mengunakan dress pendek dari Bu Sarah, warna dres nya merah muda sesuai dengan kulit Vina yang putih bersih
deg deg deg
kedua insan itu saling berpandangan
" cantik !! " ujar ustadz Rizal
Vina pun duduk di samping ustadz Rizal dengan wajah yang tegang dan kaku
ustadz Rizal pun mengelus rambut Vina yang di biarkan terurai, rambut Vina Begitu wangi membuat ustadz Rizal semakin bergairah
" aku gak mau gagal malam ini " bisik ustadz Rizal
ustadz Rizal menarik tubuh Vina , hingga Vina berada di pangkuan ustadz Rizal
" emmm mass .... " ujar Vina yang takut
" suttttttt " ujar ustadz Rizal sambil menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Vina
ustadz Rizal mencium bibir Vina dengan lembut, kemudian tangan nya meraba tubuh Vina hingga ke bagian punggung, Vina merasa geli dengan sentuhan itu
" kita mulai sekarang ya sayang " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
deg deg deg
jantung Vina benar-benar berdegup kencang, terlebih lagi ustadz Rizal memangil dia sayang
tangan ustadz Rizal membuka satu persatu kancing baju di dres tersebut , hingga terlihat 2 gumpalan yang begitu menggiurkan, Vina sengaja tidak memakai bra
tanpa pikir panjang Ustadz Rizal langsung menjatuhkan tubuh Vina ke kasur
__ADS_1
****
fajar kembali datang bersama hangat nya sang Surya, cahaya matahari menembus fentelasi jendela kamar ustadz Rizal sehingga membangun kan insan yang ada di dalamnya
" Vin ... Vin .. bangun " panggil ustadz Rizal dengan lembut
" emmm nanti mas " ujar Vina sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ustadz , mata Vina sembab
" sayang ..." panggil ustadz Rizal lagi sambil mengelus rambut Vina
" iya sayang " jawab Vina dengan lembut
" ayo bangun, kita kan mau pergi pagi ini " ujar ustadz Rizal
" gendong ya mas " ujar Vina yang masih saja mendekap di tubuh ustadz Rizal
" iya deh " ujar ustadz Rizal kemudian mengendong istri nya
" langsung mandi ya " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum
ustadz Rizal langsung menuju kamar mandi dan meletakkan Vina di bawah shower
" awww mas sakit " ujar Vina sambil merintih
" ya udah kalo gitu kita berendam aja " ujar ustadz Rizal yang panik
" ngga usah mas takut gak keburu " ujar Vina
" sakit banget ya ?? " tanya ustadz Rizal yang khawatir
" gapapa kok, lama-lama juga pasti gak sakit " ujar Vina sambil tersenyum
mereka pun langsung melakukan ritual mandi, diiringi dengan candaan ringan
****
__ADS_1
" Ibrahim .... " panggil ustadz Yusuf
" iya pak " jawab Ibrahim yang duduk di samping ranjang ustadz Yusuf
" panggilkan Aisyah " ujar ustadz Yusuf
" baik pak " jawab Ibrahim
Ibrahim langsung memanggil Aisyah di kamar nya
tok tok tok tok
" Aisyah... Aisyah" panggil Ibrahim dari luar kamar
ceklekkkkk
" iya Ibrahim " jawab Aisyah
" ustadz Yusuf ingin bicara " ujar Ibrahim dengan sopan
" ohhh, baiklah kalo begitu " ujar Aisyah kemudian menuju kamar Ustadz Yusuf bersama dengan Ibrahim
setelah sampai kamar
" Abi ..." panggil Aisyah dengan lembut
" Aisyah anak ku ..." ujar ustadz Yusuf sambil mengelus hijab Aisyah
" Abi mohon Aisyah jangan tinggalkan sholat lima waktu, rajin mengaji dan selalu mendoakan Abi ketika Abi nanti telah tiada " ujar ustadz Yusuf
" Abi kenapa bicara seperti itu, apa Abi tidak mau melihat Aisyah menikah dan memiliki cucu " ujar Aisyah
" Abi tidak berharap banyak di hidup Abi sekarang ini Ai, untuk bangun di pagi berikutnya saja Abi sudah sangat bersyukur" ujar Ustadz Yusuf
" Abi harus kuat " ujar Aisyah sambil menggenggam tangan Ustadz Yusuf
__ADS_1