Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
pelarian Bu Ida


__ADS_3

"ahhhh....." kaki Bu Ida di pegang oleh bi Sumi saat Bu Ida ingin ke belakang dan melewati tubuh Bi Sumi yang ternyata masih hidup walaupun dalam keadaan sekarat


" lepaskan kaki ku brensekkk" teriak Bu Ida sambil menendang tangan bi Sumi menggunakan kaki nya


bi Sumi yang sekarat dan lemah hanya bisa diam saat tangan nya di tendang oleh Bu Ida


" ayo bantu bi Sumi dulu, kita bawa dia ke rumah sakit " ujar salah satu warga yang kemudian membawa Bu Sumi keluar gerbang, terlihat wajah Bu Sumi menyeramkan dengan beberapa tusukan di tubuh nya dan juga wajah nya tak beraturan jatuh dari lantai 3, entah hal ajaib apa yang bisa membuat bi Sumi masih hidup dalam ke adaan seperti itu ,sedang kan warga yang lain nya berpencar mengejar Bu Ida dan membungkus mayat Bi Yati


" ya ampun pak....wajah e ancurr tenan, aku dadi Wedi pak " ujar salah satu ibu-ibu yang ada di sana kemudian dia lari meninggalkan rumah Bu Ida Karna ketakutan


" aku telpon polisi dulu ya, kita harus gerak cepat untuk menangkap pembunuh " ujar salah satu warga yang ada di rumah Bu Ida


" iya cepat, jangan sampai dia lolos" ujar teman nya


*****


" pak bos sebaik nya kita kembali lagi ke rumah, saya takut ibu mencelakai diri nya sendiri" ujar pak Dadang yang sedang duduk di salah satu kafe bersama Willy


" papa benar-benar keterlaluan, dia menjadikan mama sebagai boneka nya untuk memusnahkan orang-orang di sekitar nya, aku hanya takut jika nanti papa juga akan membunuh ku dan pak Dadang, apalagi tadi papa sangat ingin membunuh ku, Karna aku lah yang membuat dia meninggal" ujar Willy sambil memijat-mijat dahi nya


" pak bos menurut saya sebaik nya kita pulang mengecek keadaan Bu Ida " ujar pak Dadang sambil menyeruput kopi nya


" diam dulu aku sedang melihat ke adaan mama " ujar wily yang mulai memejamkan mata nya, entah apa yang di lakukan Willy

__ADS_1


"ya ampun punya majikan kok kaya gini amat ya, apes apes "guman pak Dadang


" pak Dadang aku bisa tau apa yang kau pikirkan" ujar Willy yang masih memejamkan matanya


" ouhhh maaf pak bos " ujar pak Dadang gugup


pak Dadang hanya melihat heran ke arah Willy, sesekali dia melihat jam di tangan, jam menunjukkan pukul 19.00, sudah malam


" ayo kita pulang, mama sedang dalam bahaya" ujar Willy sambil menyelipkan 3 lembar uang berwarna merah,untuk 2 kopi yang dia pesan


pak Dadang hanya patuh saja dia pun ikut berjalan menuju parkiran mobil bersama Willy


****


" ya Tuhan aku harus bagaimana ingin sekali rasanya aku katakan yang sebenarnya,tapi mereka tidak akan pernah percaya, biar bagaimana pun pelaku nya adalah orang yang telah mati, aku hanya sebagai gambaran nya, tolong hamba mu ya Tuhan " guman Bu Ida sambil menangis, dia menyesal karena baru kali ini mau belajar membaca Al-Qur'an, jika dari dulu Bu ida sudah mau belajar pasti Bu Ida bisa dengan mudah mengucapkan kalimat-kalimat dalam Al-Qur'an yang bisa membantu Bu Ida dalam kondisi seperti ini


Bu Ida terus berlari menyusuri jalanan, di bingung mau pergi kemana, di tidak membawa uang ataupun ponsel nya untuk menghubungi orang terdekat nya, baju nya sudah tak berbentuk lagi, kotoran darah, dan debu sudah menjadi satu di baju itu, di tambah lagi wajah Bu Ida yang banyak noda darah, dan rambut nya yang acak-acakan


" Ida lewat sini" ujar pak Lukman yang tiba-tiba mengejutkan Bu Ida


"aaaaaa.......pergi kau Lukman, aku tidak mau melihat mu, ini semua gara-gara perbuatan mu yang sadis itu, pergi........" teriak Bu Ida yang ketakutan


" aku ingin menolong mu Ida " ujar pak Lukman yang berada di depan nya

__ADS_1


Tiba-tiba ada cahaya lampu mobil dari kejauhan, Bu Ida ketakutan sedang kan pak Lukman tetap saja menghadang Bu Ida untuk pergi sendiri, pak Lukman ingin Bu Ida pergi bersama dia


" ayo Ida, aku pastikan kau baik-baik saja " teriak pak Lukman


" aku tidak mau, lebih baik aku mati di tabrak oleh mobil itu dari pada harus sesat ikut bersama mu" ujar Bu Ida dengan nada tinggi


mobil semakin mendekat Bu Ida berharap mobil itu menabrak nya hingga tewas, agar Bu Ida tidak lagi bertemu dengan pak Lukman yang psikopat itu


" Ida awasss " teriak pak Lukman


dan.......mobil berhenti tepat di depan Bu Ida


" mama, ...." Willy memanggil mama nya


" Willy" teriak Bu Ida sambil memeluk tubuh Willy


" kita harus pergi sekarang nak, ada warga yang sedang mengejar mama di belakang, tolong mama nak" ujar Bu Ida sambil menangis


" baiklah mah, ayo masuk" ujar Willy sambil menuntun ibu nya


dari kejauhan warga sudah terlihat berbondong-bondong mencari keberadaan Bu Ida


" Dadang ambil kau yang mengemudi, aku di belakang bersama mama" ujar Willy sambil berjalan cepat dan masuk ke dalam mobil

__ADS_1


" baik pak " ujar pak dadang kemudian mengemudi kan mobil nya, dia memilih putar balik ke arah yang di lewati nya tadi bersama Willy


__ADS_2