
5 menit kemudian......
" astagfirullah Bu, ini luka tusukan kenapa bisa begini Bu " tanya pak Handoko
" cerita nya panjang pak tapi tolong bawa anak saya ke mobil ,biar saya yang bawa ke rumah sakit " ujar Bu Ida sambil menangis
" baik Bu ,ibu tenang aja Bu " ujar pak Handoko kemudian mengangkat tubuh Willy bersama-sama dengan Bu Ida
mereka pun segera memasukan Willy ke dalam mobil, kemudian di susul pak Dadang di belakang nya
" Terimakasih banyak ya pak atas bantuan nya, saya permisi pak " ujar Bu ida yang langsung melajukan mobilnya
******
Di kamar pasien Vina terbangun karena melihat kedua sahabatnya sedang tertidur pulas di samping Vina
" Terimakasih banyak ya kak Katya, Rizal, kalian udah jagain aku selama di Rumah sakit, aku gak tau harus bagaimana jika tidak ada kalian di samping aku sekarang " Vina pun mengelus rambut Rizal dan juga mengelus kepala kak katya yang terbalut hijab
tiba-tiba tangan ustadz Rizal memegang tangan Vina yang sedang mengelus rambut nya
" sama-sama Vina Ghania " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum manis
" ehhh, maaf Rizal aku buat kamu keget ya sampe terbangun " ujar Vina sambil melepaskan tangannya
__ADS_1
" gapapa kok Vin " ujar Rizal
" emm Rizal aku bosen di kamar boleh gak kalo kita jalan-jalan bentar di rumah sakit " ujar Vina memelas
" ini udah malem Vina, di rumah sakit juga pasti banyak makhluk halus yang menampakkan diri nya ke kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa" ujar ustadz Rizal yang tidak mau jika Vina harus turun dari kasur nya
" aku udah terbiasa dengan penampakan di sekitar ku kok, aku cuma mau cari angin segar aja " ujar Vina dengan wajah melas nya yang membuat Rizal harus menuruti permintaan nya
" ya sudah aku nulis surat dulu ke Katya kalo kita lagi keluar bentar, biar dia gak cariin kita pas bangun " ujar ustadz Rizal sambil menulis kata (Kita keluar bentar ya Kat, kamu tunggu sini, Assalamualaikum )
" udah ?" tanya vina
" sini aku bantu bawa infus nya, kamu turun dulu habis itu duduk di kursi roda, pegang nih tangan aku yang satu nya " perintah ustadz Rizal sambil memegang infus di tangan kiri nya, dan tangan kanan nya membantu Vina turun dari kasur
" yuk kita jalan mba ..." ujar Rizal sambil tersenyum maniis
mereka pun keluar kamar dan langsung menuju taman Rumah sakit, Vina terlihat begitu bahagia dengan udara malam yang dia hirup sekarang
" emm Vin mau tanya boleh " ujar ustadz Rizal sambil duduk di kursi yang ada di samping kursi roda Vina
" tanya apa zal" jawab Vina antusias
" kamu....." ujar ustadz Rizal yang bingung
__ADS_1
Vina hanya memandang ustadz Rizal sambil menunjukkan wajah seriusnya
" kamu apa...." ujar Vina yang penasaran
" kamu ....gak mandi berapa hari sih Vin kok bau nya asem banget " tanya ustadz Rizal yang sontak saja membuat Vina langsung tertawa terbahak-bahak
" aku kira apaan Rizal ihhh gak lucu beneran deh " ujar Vina sambil memukul tangan Rizal
" stop Vin stop sakit tau " ujar ustadz Rizal sambil memegang tangan Vina agar Vina menghentikan tangan nya yang terus saja memukul ustadz Rizal
" kamu nyebelin banget sih, emang aku bau banget ya.." ujar Vina sambil memonyongkan bibirnya
" udah ahhh jangan di monyongin gitu mulut nya tambah jelek lho, belom mandi lagi " ujar Rizal sambil tertawa kecil
"sekali lagi bilang aku belom mandi, aku lempar pake gagang infus lho " ujar Vina yang kesal dengan Rizal
" iya deh tapi kan memang belom mandi haha" ujar ustadz yang masih saja tertawa
pletakkk
" aw..sakit Vin kamu tega banget sih " ujar ustadz Rizal sambil memegang kepala nya yang baru saja di pukul Vina mengunakan gagang infus
"ini pelan kali zal hehe" ujar Vina sambil nyengir seakan tidak melakukan kesalahan apapun
__ADS_1