
saat dalam perjalanan Katya selalu saja menelpon nomer Faisal berharap Faisal mengangkat panggilan nya, sambil melihat cincin pertunangan nya dia terus saja menelpon nomer telpon Faisal
" kak Katya, udah sarapan" tanya Vina memulai percakapan di antara mereka
" aku lupa sarapan Vin, sekarang kita fokus dulu cari faisal, aku khawatir sama Faisal, firasat ku kali ini beneran gak enak Vin aku takut terjadi sesuatu dengan Faisal" jawab Katya yang dari tadi memasang wajah cemas
" kak ,kita sarapan dulu di rumah makan ya, kesehatan juga lebih penting, jangan sampe kita gak ada tenaga saat mencari mas Faisal" ujar Vina sambil tersenyum maniis
" kita cari Faisal kemana ya Vin, teman-teman Faisal sudah aku hubungi semua tapi mereka gak tau kemana perginya Faisal, aku harus gimana Vin" ujar Katya sambil meneteskan air mata
" kak .....kita serahkan semua sama Tuhan ya kak, sekarang kakak tenangin pikiran dulu, aku juga khawatir kak," ujar Vina yang masih saja fokus mengemudi
"maafin kakak ya Vin, harus nya kakak kasih kamu semangat, ini malah kakak jadi memperburuk keadaan " ujar Katya sambil mengelus rambut lembut Vina
Vina hanya tersenyum melihat Katya yang begitu perhatian terhadap nya, dia pun segara melajukan mobilnya menuju rumah makan
" kakak mau pesen apa" ujar Vina
__ADS_1
" kakak ikut apa yang Vina makan aja deh" jawab Katya sambil tersenyum maniis
*****
" papa......bangun ini udah jam 10 pagi papa gak laper" seorang wanita paruh baya yang tak lain Bu Ida
" selamat pagi ma....." jawab pak Lukman sambil mengatur posisi duduk nya
" ini udah siang pah ....." ujar Bu Ida sambil duduk di samping pak Lukman
" dia itu tetangga nya ustadz Rizal pahh, kata ustadz Rizal dia bisa melihat makhluk tak kasat mata, makanya di bawa kesini sama ustadz Rizal" ujar Bu Ida
" sebenarnya papa kenapa bisa pingsan ma" tanya pak Lukman
" mama gak tau pah ,yang jelas papa sudah pingsan sejak di dalam mobil saat mau pulang ke rumah" ujar Bu Ida kemudian beranjak dari tempat tidur
"aku harus bertemu gadis itu , pasti dia akan menyelidiki siapa sosok hitam itu,jika memang benar sosok itu adalah Faisal bisa masuk penjara aku, jangan sampai gadis itu tau lebih dalam" guman pak Lukman kemudian beranjak dari kasur nya dan mandi
Pak Lukman pun menikmati mandi pagi nya, mengusap tubuh nya dengan sabun mandi, rasanya tubuhnya sangat lengket karena kejadian tadi malam dia pergi ke hutan
__ADS_1
Tiba-tiba sekilas sosok hitam muncul di belakang tubuh pak Lukman, pak Lukman bisa melihat nya lewat pantulan cermin di depan nya
" *sialan mau apa dia ,mengapa selalu menghantui ku, dasar brengs*k" guman pak Lukman, pak Lukman tetap melanjutkan mandi nya , seketika sosok itu berada di belakang tubuh pak Lukman,dan mencekik leher pak Lukman
" apa yang kamu lakukan, lepaskan aku, Faisal lepaskan aku" pak Lukman berteriak sekuat tenaga
"pa.....papa kenapa pa " ujar wily anak pak Lukman
" Wil........Willy..... tolong.....papa. ...." suara serak pak Lukman memanggil Willy
seketika sosok hitam itu pergi meninggalkan pak Lukman, pak Lukman yang kehabisan nafas akhirnya pingsan
" papa ....papa kenapa " ujar wily kemudian menggendong papa nya naik ke kasur
__ADS_1