
Tiba-tiba pintu kamar terbuka sendiri dan jreng jreng
" astagfirullah kamu !!!! " pekik vina yang kaget dengan penampakan di pintu
" kan aku udah bilang kemaren, kalo aku balik lagi ke kamar ini pagi hari " ujar dokter Arif
" kamu nih ganggu moment kita tau gak " ujar kak Katya yang bicara sambil menangis
" kak udah ya nangis nya kita lanjut nanti, sekarang kita siap-siap jadi detektif" ujar Vina sambil tersenyum maniis
" iya kalian siap-siap ya, aku tunggu sambil duduk " ujar dokter Arif
" hemmm aku mencium aroma makhluk halus di sini " ujar ustadz Rizal
" Astagfirullah kamu juga bisa liat sekarang zal " ujar Katya sambil memegang pipi cabi nya
" aku gak bisa liat makhluk nya, cuma karena kalian ngomong sama makhluk itu aku jadi tau kalo di sini ada dia " ujar ustadz Rizal santai
" ohhh kirain bisa, yaudah kita siap-siap dulu " ujar Vina Sambil melepaskan mukena nya
*****
__ADS_1
" Willy.....kamu kapan bangun nak, maafkan ibu yang gak bisa jagain kamu nak " ujar Bu Ida sambil mengelus rambut Willy
Bu Ida merasa sedih dengan keadaan Willy saat ini
Tiba-tiba
ceklekkkkk
suara pintu kamar
" selamat pagi Bu Ida " ujar pak polisi yang datang dengan kedua rekan nya
" iya pak " jawab Bu Ida
" pak ....saya mohon waktu untuk saja menjaga anak saya pak, saya benar-benar akan bertanggung jawab, tapi anak saya sekarang sedang dalam keadaan kritis" ujar Bu Ida memelas
"maaf Bu, ibu harus ikut kami ke kantor sekarang " ujar polisi tersebut sambil membrogol tangan Bu Ida
" pak saya mohon pak jangan bawa saya " ujar Bu Ida sambil menangis
" maaf Bu kami hanya menjalankan tugas kami, tolong jangan persulit kinerja kami Bu , kami sudah semalaman melacak keberadaan ibu " ujar polisi tersebut sambil membawa bu Ida keluar
__ADS_1
" Wily !!!!!,..... Willy,....., Willy maafin mama nak, maafin mama " teriak Bu Ida
Bu Ida pun di bawa polisi menuju keluar rumah sakit, namun perbuatan baik pasti di balas dengan kebaikan, Bu Ida bertemu dengan Vina, Katya dan juga ustadz Rizal
" waduh itu Bu Ida bukan sih, kok di geret-getet polisi " ujar Vina penasaran
" Vina ....!!" teriak Bu Ida
" Bu Ida kenapa " ujar Vina sambil mengelus pipi Bu Ida yang penuh air mata
" tolong jaga Willy Vin, Bu Ida harus pergi, ibu minta tolong Vin ,ibu gak tau minta tolong sama siapa lagi " ujar Bu Ida dengan melas
" Astagfirullah ibu kenapa Bu, pak kenapa Bu Ida di bawa ke kantor polisi? " tanya Vina yang penasaran
" maaf mba kami buru-buru, lain kali mba bisa datang ke kantor polisi untuk lebih detailnya kasus Bu Ida ini kami permisi " ujar pak polisi sambil membawa Bu Ida
" ibu titip Willy Vin " ujar Bu Ida sambil menangis tersedu dan meninggal kan mereka
" kak kita kemana dulu ini " ujar Vina kebingungan
" aku sama Rizal ke gudang penyimpanan organ, kamu jagain Willy ya, nanti kita nyusul " ujar Katya sambil tersenyum maniis
__ADS_1
" kak Katya hati-hati ya, aku tunggu di kamar pasien nya Willy " ujar Vina
" iya yaudah yuk zal, dokter Arif, kita cus sekarang mumpung masih subuh " ujar Katya sambil berjalan menuju gudang organ tubuh manusia