Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Awal pembalasan pak Lukman


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Willy berdering


" hallo ada apa" cetus Willy tanpa memberikan salam


" begini mas Willy tiba-tiba ibu ketawa-ketawa sendiri di samping rumah, saya takut ibu terlalu stres karena di tinggal pak Lukman " suara seorang satpam lewat via suara


"huff baiklah aku segera pulang pastikan ibu tidak keluar gerbang rumah" ujar wily kepada satpam itu


Willy pun langsung berdiri dan menghampiri vina


" Vin maaf kan aku, aku harus pulang ada sesuatu yang terjadi dengan mama, cepat sembuh ya " ujar Willy sambil tersenyum maniis Kepada Vina


" baiklah jika ada sesuatu beri tahu aku ya" ujar Vina sambil tersenyum maniis


" oke Vin" jawab Willy singkat kemudian meninggalkan Vina dan ustadz Rizal


Willy berjalan dengan cepat, tak di hiraukan nya penampakan beberapa hantu yang menyeramkan di rumah sakit itu, dia ingin cepat sampai di rumah


****

__ADS_1


" aku ingin kau juga membunuh dia agar keluarga kita tenang, tidak ada lagi orang yang bisa bersaing dengan kita " ujar pak Lukman sambil tersenyum sadis


" jangan pahh, mama gak bisa, dia gadis yang baik pah, tenang kan diri papa, papa harus tenang di alam papa, jangan lagi pikiran hal dunia pa" ujar Bu Ida yang ketakutan sambil meneteskan air mata


" hahaha Ida.....ida.. , aku tidak akan pernah mudah menyerah, pokok nya sebelum aku melihat jasad gadis itu, aku tidak akan pernah tenang hahahaha" ujar pak Lukman yang kini hanya tinggal raga nya, kini dia bukan lagi seorang manusia tapi dia seorang setan yang ingin menggangu dan mencelakai manusia


perlahan Bu Ida berjalan hendak mengambil air untuk wudhu, tapi pak Lukman dengan siaga menghadang Bu Ida, dengan susah payah pak Lukman hendak masuk ke tubuh Bu Ida


"pergi kau Lukman....pergi aku tidak mau melihat mu ada di sini, pergi....." teriak Bu Ida sambil menghadang tubuh pak Lukman mengunakan tangan agar tidak masuk ke tubuh nya, tapi apalah daya, tubuh pak Lukman bagaikan angin yang tidak bisa di sentuh


" hahaha jangan seperti itu sayang" pak Lukman langsung menyerang ke arah Bu Ida dan ke adaan sekitar Bu Ida menjadi gelap, dia hanya bisa merasakan kegelapan Karna tubuh nya sudah di ambil alih oleh pak Lukman


****


" di samping rumah mas Willy, Bu Ida ketawa-ketawa sendiri saya jadi takut mau menghampiri Bu Ida " jawab pak Dadang gugup karena takut Willy marah


" jaga gerbang nya pak, aku takut kalo ibu kerasukan jiwa papa" ujar Willy sambil melajukan mobilnya ke parkiran rumah


Setelah memarkir kan mobil nya dengan posisi sempurna, Willy langsung berlari ke samping rumah tapi tidak ada Bu Ida

__ADS_1


" ma....mama.....mama dimana mahh ini Willy mah " Willy memanggili ibu nya


bryukkkk


suara dari belakang rumah, Willy langsung berlari ke arah luar rumah


" mahhh, mamah " panggil Willy lagi


Willy tidak mendapati mamah nya ada di belakang, dia langsung mencari 2 pembantu nya


" Bi ...bibi ..." Willy memanggili pembantu nya


" bi Sumi.... bi Yati . ..." ujar Willy memanggili kedua pembantu nya


Willy langsung mencari mereka, takut ibu nya berbuat sesuatu yang mencelakai mereka


clontang.....gedubrakkk


suara dari luar rumah, Willy langsung berlari ke arah luar rumah, betapa terkejutnya Willy saat melihat bahwa dua pembantu nya sudah terkapar bersimbah darah, Karna ternyata Bu Ida melempar mereka dari lantai tiga, Willy melihat ibu nya tersenyum menyeringai sambil memegangi pisau yang penuh dengan darah

__ADS_1


__ADS_2