
setelah sampai kamar Vina pun melepaskan tangan nya
" kenapa " tanya ustadz Rizal sambil menatap wajah Vina dengan pekat
" mas kita pulang ke rumah ku aja ya, aku canggung kalo di rumah mas Rizal " ujar Vina sambil menunduk kepala nya
" besok kita pulang ya, aku mohon hari ini aja kita di sini, gak enak sama umi dan abi Vin " ujar Ustadz Rizal sambil tersenyum manis
" iya udah kalo gitu, aku mau mandi dulu mas, kan habis dari makam pasti banyak yang ikut pulang " ujar Vina
" ya udah aku ke depan ya " ujar ustadz Rizal kemudian meninggalkan Vina
Vina pun duduk di tepi ranjang kemudian membuka ponsel nya , dia melihat foto kenangan nya bersama Willy
" Willy ...." ujar Vina sambil mengelus foto Willy, Vina pun menangis sendu, harus bagaimana lagi, sekarang Willy sudah tenang
" aku akan coba mengikhlaskan kamu walaupun aku tau itu bukan hal yang mudah Will " ujar Vina
Vina pun langsung bergegas mandi
setelah selesai mandi Vina pun menyusul ustadz Rizal yang ada di ruang tamu
" mas Rizal udah mandi ? " tanya Vina penasaran karena Rizal sudah Menganti pakaian nya
" udah di kamar mandi tamu, nungguin kamu lama " ujar ustadz Rizal
" maaf ya mas " ujar Vina sambil tersenyum manis
ustadz Rizal masih gugup terhadap istri nya, bagaimana dia memperlakukan istrinya sedangkan istri nya sendiri belom bisa mencintai dia
__ADS_1
" emm sholat yuk udah duhur lho " ujar Ustadz Rizal sambil tersenyum manis
Vina pun mengangguk kan kepalanya, mereka pun menuju kamar dan melaksanakan kewajiban mereka
setelah selesai sholat Vina pun mencium tangan Ustadz Rizal seperti yang di lakukan suami istri sesudah sholat
" kalo kamu gerah pake hijab terus gapapa kok di lepas, umi juga tau kamu belom siap berhijab" ujar ustadz Rizal yang melihat Vina kurang nyaman dengan pakaian nya yang serba tertutup
" gak enak sama umi mas, gapapa kok, sekalian belajar " ujar Vina dengan lembut
ustadz Rizal pun tersenyum manis, kemudian melepaskan mukena yang di pakai Vina
" kalo kamu belom siap satu ranjang sama aku, gapapa Vin, nanti aku tidur di kasur lantai kamu tidur di atas " ujar Ustadz Rizal
" ehhh jangan , gapapa kok mas " ujar Vina sambil memegang tangan Ustadz Rizal
" aku tau kamu belom bisa mencintai aku Vin, aku takut kamu gak nyaman dengan hubungan ini " ujar ustadz Rizal yang mencoba mengerti perasaan Vina
" ya udah kamu istirahat aja dulu di kamar, pasti kamu capek banget dari kemaren gak istirahat " ujar ustadz Rizal sambil berjalan meninggalkan kamar
" mas Rizal.." panggil Vina lirih
" iya ...kenapa " jawab ustadz Rizal dengan lembut
" tolong mas Rizal jujur sama Vina, sebenarnya siapa wanita yang selalu mas Rizal diskusikan dengan Allah di sepertiga malam itu " ujar Vina
ustadz Rizal pun mendekati Vina dan memegang ke dua tangan Vina
" kamu Vin " ujar ustadz Rizal yang membuat Vina terkejut
__ADS_1
" bohong, aku gak mau mas Rizal tersiksa karena pernikahan ini, mas Rizal pasti punya wanita yang mas Rizal mau, tapi kenapa mas Rizal mau menikah dengan Vina, Vina udah ngerepotin mas Rizal dari dulu sampai sekarang " ujar Vina sambil meneteskan air matanya
" kamu gak ngerepotin aku kok, aku seneng aku bisa selalu ada buat kamu, jangan pernah berfikir aneh-aneh Vina ...." ujar ustadz Rizal dengan nada tinggi
Vina pun terkejut baru kali ini ustadz Rizal berbicara menggunakan nada yang tinggi
" aku mau pulang aja mas, aku pasti ngerepotin mas Rizal di sini, aku bisa jaga diri aku kok, aku gak mau hanya karena keinginan orang tua ku, mas Rizal jadi tertekan " ujar Vina sambil mengusap air mata nya
ustadz Rizal pun memeluk Vina dengan sangat erat
" Vin, kamu adalah orang yang selalu aku bawa di setiap doa ku, aku gak bohong Vin, tolong perjuangan pernikahan kita, demi orang tua kamu, demi orang tua ku, demi Faisal dan juga demi Willy " ujar ustadz Rizal
Vina pun membalas pelukan ustadz Rizal
" makasih banyak mas " ujar Vina
ustadz Rizal pun memberanikan diri untuk mencium bibir Vina
" Vin ...." panggil ustadz Rizal
Vina pun langsung mengangkat wajah nya , dengan lembut ustadz Rizal mengelus pipi Vina dan ....cup satu ciuman kecil mendarat di bibir Vina
" mas Rizal " ujar Vina sambil memukul-mukul dada ustadz Rizal
ustadz Rizal hanya tersenyum melihat tingkah istri kecil nya itu
" mas , Vina mau tidur siang ya, capek banget badan Vina mas " ujar Vina yang masih berpelukan dengan ustadz Rizal
" ya udah, aku ke depan ya kamu istirahat di kamar " ujar ustadz Rizal kemudian melangkah menuju ruang tamu
__ADS_1
" gak mau, mas Rizal juga di sini, aku takut kalo sendirian " ujar Vina sambil memeluk ustadz Rizal dari belakang