
Vina pun segera masuk ke dalam kamar nya dan melepaskan hijab nya
" aku mau ambil handphone aku dulu ya, ketinggalan di ruang kerja " ujar ustadz Rizal kemudian keluar
Vina pun segera Menganti baju nya tiba-tiba
" aaaaaaa mas Rizal lampu nya mati " teriak Vina yang membuat ustadz Rizal terkejut
" iya sabar Vin " teriak ustadz Rizal di ruang kerja
sedangkan Bu Sarah dan pak Abdul
" abi si Vina nya takut tuh " ujar Bu Sarah
" udah gappaa kan ada suami nya " ujar pak Abdul yang sudah mengantuk
" mama mau ambil senter dulu ya, tumben banget mati lampu " ujar Bu Sarah
ustadz Rizal dengan cepat langsung menyalakan senter hp nya kemudian menyusul Vina di kamar
saat masuk ke dalam kamar betapa terkejutnya ustadz Rizal ketika melihat Vina yang hanya menggunakan bra dan celana dalam
" Vina " ujar ustadz Rizal kaget
"mas Rizal Vina takut " ujar Vina sambil berlari memeluk ustadz Rizal
ustadz Rizal pun langsung menutup pintu kamar nya
" kok gak pake baju ? " tanya ustadz Rizal
" tadi aku mau ganti baju mas " ujar Vina yang tidak memperhatikan dirinya
" ya udah ganti dulu ya, takut ada setan nanti " ujar ustadz Rizal yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan salah satu anak buah nya
" mas jangan pergi ya " ujar Vina kemudian mengganti baju nya
__ADS_1
ustadz Rizal pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur, hasrat nya sebagai lelaki normal benar-benar di uji oleh Vina
" mas kok senter nya mati " ujar Vina
" waduh Vin handphone nya lowbed" ujar ustadz Rizal
" haduh handphone aku di mana ya " ujar Vina yang panik
tak sengaja kaki Vina tersandung meja hingga membuat dia jatuh
" astagfirullah" pekik Vina
" ya ampun Vin, udah sini gak usah di cari handphone nya " ujar Ustadz Rizal sambil membantu Vina berdiri
" tapi Vina baru ganti celana mas belom ganti baju " ujar Vina yang membuat ustadz Rizal menjadi tambah stres
ustadz Rizal pun langsung menarik Vina dalam pelukan nya dan merebahkan tubuh mereka di ranjang
" udah gak usah kemana mana sini aja " ujar ustadz Rizal
" mas Vina belom ganti baju" ujar Vina polos tanpa tau isi hati Ustadz Rizal
" udah gapapa Vin, kita cuma berdua dia kamar, gak usah ganti gapapa " ujar ustadz Rizal dengan lembut
Vina pun langsung menurut
" mas...." panggil Vina
" iya " jawab ustadz Rizal
" aku siap kok kalo mas Rizal udah gak tahan " ujar Vina yang mengerti perasaan ustad Rizal
" udah gapapa kamu pasti capek " ujar ustadz Rizal yang mencoba menahan keinginan nya
" mas dari tadi gelisah, mas pasti lagi nahan sekarang " ujar Vina sambil cengengesan
__ADS_1
" kamu nih ya ...." ujar ustadz Rizal sambil mencubit hidung Vina
" mas gak bisa bohong sama Vina kita udah sahabatan lama " ujar Vina yang membuat ustad Rizal tersadar dengan siapa dia saat ini bersanding
" aku takut kamu sakit Vin " ujar ustadz Rizal sambil mengelus rambut Vina
" ya udah kalo gitu ,aku mau bobok aja " ujar Vina kemudian membelakangi ustadz Rizal
ustadz Rizal pun langsung menarik tubuh Vina dalam pelukan nya dan mendekatkan wajah nya hingga Vina menjadi gugup
" jangan nangis ya " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum jail
Vina pun langsung memegang tangan ustadz Rizal sambil memejamkan mata nya
ustadz Rizal pun mencium bibir Vina dengan lembut, di ***** nya bibir manis Vina yang dari tadi mengganggu otak suci nya
tiba-tiba lampu menyala dan keadaan sekitar menjadi terang
" mas aku malu " ujar Vina sambil menutupi dada nya dengan tangan
" kenapa di tutup aku udah liat " ujar ustadz Rizal kemudian melepaskan kedua tangan Vina
ustadz Rizal pun mengusap dua gumpalan itu dengan bergantian
perlahan Vina mengeluarkan air mata nya
" mas aku takut " ujar Vina sambil menangis
" kenapa takut " ujar ustadz Rizal sambil mengusap air mata Vina
" gak tau " ujar Vina yang ketakutan
ustadz Rizal menjadi tidak tega dengan Vina kemudian menutup dada Vina dengan selimut dan mengambil baju untuk Vina
" udah gapapa tidur aja ya " ujar ustadz Rizal sambil memberikan baju kepada Vina
__ADS_1
Vina pun menggunakan baju tersebut dan mengambil posisi tidur sedikit jauh dari ustadz Rizal
sedangkan ustadz Rizal memilih pergi ke ruang kerja agar pikiran nya tenang