
" Vin kamu jangan terlalu dekat dengan Bu Ida ya " ujar Katya sambil mendorong kursi roda
" kenapa kak ??" tanya Vina yang penasaran
" yaa aku cuma punya perasaan gak enak aja sama Bu Ida, lebih baik waspada aja deh Vin " ujar katya serius
Vina pun mencoba mengalihkan pembicaraan yang tentu saja membuat hati Vina sedih, karena untuk menjauhi Bu Ida adalah hal mustahil yang dia lakukan
" aku akhir-akhir ini gak liat Rita kemana ya kak si Rita " ujar Vina
" kayaknya dia lagi cekikikan bareng ibu sama bapak mu di rumah " ujar katya
" huahaha, sampe segitu nya, bahkan aku luka juga dia gak jenguk aku " ujar Vina
" yaudah yuk istirahat kamu kan besok pulang, harus vit badan nya supaya boleh pulang " ujar Katya dengan senyum termanis nya
" iya kak, aku juga udah ngantuk banget ini " ujar Vina yang kemudian membuat katya melajukan langkah kaki nya
tiba-tiba
" Astagfirullah" pekik Vina yang kini mata nya sedang menatap dokter muda dengan darah yang mengucur segar di kepala dan dada nya
" vin aku gak bisa jalan ini " ujar Katya yang seketika gemetaran
" kakak nih gimana sih, kan udah biasa liat begituan " ujar Vina yang tak kalah panik
" kalo aku lari duluan kamu marah gak " ujar Katya yang benar-benar tidak sanggup dengan pemandangan di depan nya
" sebelum tuh demit tau kita lagi ngeliatin dia, mendingan kita langsung cus aja kak ke kamar" ujar vina panik
" ayo kita ke kamar " ujar Katya
__ADS_1
namun sialnya di rumah sakit itu banyak sekali hantu penasaran yang berkeliaran
" pantes hantu nya pada liar, ini jam dua belas malam Vin " ujar Katya yang berjalan sambil mendorong kursi roda Vina
" kak kenapa rasanya lebih serem di rumah sakit sih dari pada di kuburan" ujar Vina
belom juga Katya menjawab tiba-tiba tangan Katya di pegang oleh seseorang dari belakang
" Astagfirullah, A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim" teriak Katya dengan wajah nya yang panik
" huahaha kamu kenapa sih Kat " ujat ustadz Rizal yang terbahak-bahak melihat Katya
" ya ampun Rizal, maaf ya aku kira kamu demit yang ada di depan tadi " ujar Katya dengan wajah polos nya yang imut
" udah yuk masuk udah malem, ini Waktu nya kita istirahat " ujar ustadz Rizal
" iya tapi aku takut mau maju di depan ada mba suster ngesot yang lagi kelsotan di lantai " ujar Katya
" maju saja insyaallah tidak akan terjadi apa-apa " ujar Rizal dengan senyum nya
" duh zal, kamu bisa ngomong gitu karena kamu gak bisa liat, coba aja kalo kamu liat, pasti udah lari duluan " ujar Katya
" aku bantuin baca doa ya kalian maju, ayo jangan takut, kita ini makhluk yang paling tinggi derajatnya di bandingkan mereka " ujar ustadz Rizal
mereka pun dengan hati-hati menuju kamar Vina, saat melewati mba suster, wajah Vina dan Katya panik, mereka pun ikut membaca doa dengan suara yang sedikit bergetar
" Alhamdulillah akhirnya sampe juga" ujar Katya yang wajah nya di penuhi kering sebesar biji jagung
" kalian langsung tidur ya jangan lupa sholat tahajud, kita doakan Willy dan pak Dadang agar cepat sembuh " ujar ustadz Rizal
" hallo semua nya " teriak Rita yang tiba-tiba nongol di balik jendela kamar pasien
__ADS_1
" ehhh buset " teriak Vina yang membuat ustadz Rizal kaget
" kamu gak mau sholat tahajud Vin " ujar ustadz Rizal yang kaget dengan teriakan Vina
" ehhh bukan gitu zal, ini ada si Rita tiba-tiba nongol, bikin jantungan aja " ujar Vina sambil mengelus dada nya
" hehe sorry ya aku kira kamu gak kaget " ujar Rita cengengesan
" hadehhh rit untung aja aku lagi dalam mode off, coba aja kalo mode normal ,udah aku sentil ginjal mu " ujar Vina yang membuat Katya cekikikan melihat kedua nya, sedang kan ustadz Rizal mencoba mencerna obrolan gaib Vina
" ayo Vin tiduran di kasur " ujar Katya sambil membantu Vina naik ke kasur
" makasih kak Katya" ujar Vina
" Vin mulai saat ini kamu jangan takut sama kehadiran pak Lukman lagi ya, karena aku udah membawa pak Lukman ke gunung untuk di rantai sama temen-temen ku di sana" ujar Rita yang membuat Katya dan Vina menjadi terkejut
" hahh, beneran " ujar Katya
"iya aku ceritain semua kejadian yang aku liat ke temen-temen aku di gunung, dan mereka setuju kalo pak Lukman di kurung aja ,karena membahayakan manusia " ujar Rita sambil tersenyum
" wahhh hebat ya temen-temen kamu "ujar Vina bangga
" iya karena mereka itu hantu baik " ujar Rita
" jadi bisa dong, ini demit-demit yang ada di rumah sakit sekalian di angkut kesana, membahayakan manusia juga sih, tadi aku sama Vina hampir aja mati di tempat liat mereka berkeliaran, banyak banget lagi serem muka nya " ujar Katya yang membayang betapa mantap nya adegan tadi saat dia melihat seorang dokter muda yang penuh luka di sekujur tubuh nya
" hahahaha kalo itu mah mau kakak kali " ujar Vina
" hantu yang di sini rata-rata korban pembunuhan " ujar Rita santai
" APA!!!! " teriak Vina dan Katya
__ADS_1