Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Willy terluka


__ADS_3

Willy pun mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sambil terus berjaga, terlihat di sana pak Dadang terus berjalan maju sambil membawa pisau yang mengacu ke arah Willy


"Qul a`udu birabbil-falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri gasiqin iza waqab. Wa min syarrin-naffasati fil-uqad. Wa min syarri hasidin iza Hasad" ujar wily sambil tetap fokus memang dua sosok yang menyeramkan di depan nya


Sosok wanita itu mengikuti ucapan yang di ucapkan oleh Willy, kemudian dia tertawa terbahak-bahak bak kuntilanak


" Jika aku mati kau juga harus mati Wil" teriak pak Dadang sambil berlari menghampiri Willy


" pah jangan pahhh " teriak Willy


secara tiba-tiba lampu menjadi padam dan seisi ruangan menjadi gelap, cahaya bulan hanya terlihat samar-samar menembus fentilasi


" huaaaaahuaaaaaaa" kuntilanak itu tertawa sambil berterbangan ke sana kemari memutari ruangan apartemen Willy


Willy pun pasrah dengan apa yang akan terjadi dengan dia


kuntilanak itupun pergi dan meninggalkan mereka berdua


jlebb.. ....


" ahhhh" suara Willy yang terkena tusukan pisau


Darah segar mulai mengalir di bagian perut Willy, Willy yang tadi nya memasang kuda-kuda kini tertunduk lemas, ia tau hidup nya akan berakhir sekarang karena dia tidak punya kemampuan untuk melawan ayah nya di situasi gelap dan dingin itu, ia kemudian membayang masa-masa hidup nya dulu yang penuh ketakutan karena sikap ayah nya yang tempramen, kemudian dia membayangkan mamah nya , orang yang sabar dan selalu ingin melindungi Willy bahkan ibu nya rela bertengkar dengan ayah nya hanya untuk kebebasan Willy, wily menangis membayangkan nasip mamah nya yang ada di kamar mandi


jleb......


"ahhhh" untuk ke dua kali nya Willy di tusuk di bagian paha sebelah kanan nya

__ADS_1


jlebb....


"ahhhhhhhhh" kali ini di bagian betis kanan Willy


Willy memejamkan mata nya, kemudian dia mengingat kejadian yang menimpa Vina waktu itu, pasti Vina juga mengalami hal yang sama, Willy meneteskan air mata nya, dia mengingat janji nya kepada ke dua orang tua Vina dan kak faisal, bahwa dia akan menjaga Vina sampai dia mati sekali pun, namun belum sempat dia melakukan nya, dia sudah berakhir duluan


" pah.....jika memang Willy harus berakhir sekarang, tolong setelah ini papah tenang di alam papah, jangan membunuh orang yang tak bersalah pahh, biarkan mereka hidup" ujar Willy lirih


jlebbbb... ... jlebbbb..... jlebbbb


tiga tusukan berjalan mulus di bagian paha kiri dan betis kiri Willy dan satu lagi di bagian perut nya


ketika pak Dadang akan menusukan pisau ke wajah Willy, Rita datang dan mendorong tubuh pak Dadang sampai terpental jauh dan menabrak pintu apartemen, lampu seketika hidup dan terlihat di sana kepala pak Dadang berdarah karena terbentur pintu apartemen


"Rita....." ujar wily dengan lirih dan bersimbah darah


" pak Lukman jika kau tetap begini terpaksa aku akan mengunci arwah mu di dalam gua yang jauh dari kota, kau sangat berbahaya pak Lukman" ujar Rita sambil marah dan menarik paksa pak Lukman dari tubuh pak Dadang


Willy bisa melihat ayah nya yang memberontak ketika di tarik oleh Rita, di lihat nya pak Dadang yang menjadi boneka ayah terus saja bergerak-gerak kesana kemari


" sialan ....." teriak Rita yang tak sabar


kemudian Rita menekan jempol pak Dadang menggunakan tangan nya


" ahhhhhhhhh" suara pak Lukman yang berhasil keluar dari tubuh pak Dadang


Rita pun menarik tubuh pak Lukman dan mereka melayang di udara, kemudian Rita tersenyum manis kepada Willy

__ADS_1


" sebentar lagi akan ada pertolongan datang bertahan lah Will kau pasti kuat " ujar Rita kemudian membawa pak Lukman jauh dari apartemen itu


ceklekkkkk .....


Bu Ida keluar dari kamar mandi sambil ketakutan dan menangis


" Willy .. ..." teriak Bu Ida yang terkejut dengan ke adaan Willy


" mah .. .." ujar Willy dengan suara nya yang lemah


" mama akan panggil security dulu Wil, kamu bertahan ya sayang" ujar Bu Ida sambil mengambil selimut kemudian mengenakan nya ke tubuh Willy agar Willy tidak kedinginan


" aaaaaa" Bu Ida terkejut karena pak Dadang juga terluka


kemudian Bu Ida menggeret tubuh pak Dadang Karna tubuh pak Dadang berada tepat di depan pintu apartemen


Bu Ida berlari mencari seseorang yang bertugas di apartemen tersebut, Bu Ida melihat seorang security yang sedang berjaga


" pak pak....." teriak Bu Ida sambil menghampiri security tersebut


" iya Bu ada apa " ujar security tersebut


sekilas Bu Ida membaca nama security itu di baju nya "Handoko"


" pak Handoko tolong anak dan supir saya terluka di apartemen saya tolong pak" ujar Bu Ida sambil menangis


" Masya Allah Bu, yaudah ayo Bu kita segera kesana " ujar pak Handoko sambil berjalan mengikuti Bu Ida yang ada di depan nya

__ADS_1


__ADS_2