Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
cinta ustadz Rizal


__ADS_3

ustadz Rizal kembali ke kamar dengan perasaan sedih, di kamar dia melihat Vina yang sedang tertidur pulas, ustadz Rizal hanya bisa duduk di samping Vina sambil menatap nya dengan lekat, tiba-tiba air mata nya menetes


"kau tau Vin, wanita yang selalu aku diskusikan dengan Tuhan dia adalah dirimu, bagaimana bisa aku membiarkan wanita ku seperti ini, terluka dan lemah, aku mencintaimu Vin,aku mencintaimu, biarkan aku yang menjadi suami tersabar mu, agar tidak ada laki-laki yang menyia-nyiakan diri mu" guman ustadz Rizal sambil mengusap air mata nya


kak Katya memandang ustadz Rizal yang menangis lewat jendela kamar rumah sakit


" aku masuk apa gak ya ?, si Rizal kenapa nangis " guman Katya yang hanya bisa memandang ustadz Rizal dari jendela


Katya pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar rumah sakit


ceklekkkkk


" Assalamualaikum Rizal" ujar Katya yang tersenyum manis sambil berjalan ke ranjang Vina


" ouhhh Waallaikumsalam Katya " jawab ustadz Rizal sambil mengusap air mata nya


" sebenarnya ada apa zal, knp nangis " ujar Katya sambil tersenyum maniis Kepada Rizal


" Kat,... aku tadi di ajak ke ruangan dokter, di sana aku di kasih tau bahwa tusukan di perut Vina itu membuat salah satu rahim nya tidak berfungsi, tapi Alhamdulillah nya Vina memiliki dua rahim jadi masih ada satu rahim di tubuh Vina, tapi itu tetap aja buat aku nyesel, karna rahim yang ada di tubuh Vina lemah, itu yang membuat Vina sulit memiliki anak, kalau saja waktu itu aku bisa menjaga Vina pasti dia akan memiliki anak kembar suatu saat nanti" ujar ustadz dengan perasaan bersalah

__ADS_1


" astagfirullah, jadi Vina kehilangan satu rahim nya, itu pasti suatu pukulan terbesar buat Vina kalau Vina tau dengan kondisi nya sekarang" ujar Katya ikut sedih dan cemas


" Aku harap rahasiakan hal ini ke semua orang Kat, aku gak mau Vina kehilangan semangat hidup" ujar ustadz Rizal dengan serius


" oke zal aku pasti rahasiakan ini" ujar Katya dengan mantap


" lalu bagaimana keadaan Vina sekarang apa dia ada kemajuan?" tanya Katya penasaran


" Alhamdulillah besok pagi Vina sudah bisa di bawa pulang Karna keadaan nya sudah membaik, aku harap kamu masih setia menemani Vina Kat, Vina sangat membutuhkan kasih sayang kita sebagai sahabat nya " ujar ustadz Rizal


" aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk bikin Vina kembali seperti Vina yang dulu, sebenarnya zal.....aku juga butuh semangat" ujar Katya kala dia mengingat sosok Faisal seorang pemuda yang sudah membuat dia jatuh hati


"Kat yakin lah bahwa Tuhan telah menyiapkan orang yang tepat untuk kamu " ujar ustadz Rizal sambil tersenyum maniis Kepada Katya


" mahh .... sementara mama di apartemen Willy dulu, biar Willy yang menyelesaikan kasus pembunuhan di rumah, mamah jangan kemana-mana ya mah " ujar Willy sambil mengelus rambut Bu Ida yang berantakan dan kusut


tok .....tok. ..tok ...tok


" masuk " ujar Willy yang sedang duduk bersama Bu Ida

__ADS_1


pak Dadang masuk dengan senyum nya yang sinis


" ada apa? " tanya Willy cuek dengan tatapan nya yang dingin


pak Dadang hanya bisa tersenyum tipis dan tak bersuara, raut wajah nya memendam seribu kekesalan dan amaran


" mah masuk ke kamar mandi cepet !!" perintah Willy kepada Bu Ida dengan nada nya yang tinggi


" lho ada apa Willy, knp mama harus masuk kamar mandi ?" tanya Bu Ida yang tidak tau apa-apa


pak Dadang dengan senyum sinis nya mengambil pisau di balik kantong celana nya kemudian berjalan pelan ke arah Willy dan Bu Ida


" tidak ada yang boleh hidup di keluarga ini, jika aku mati, kalian juga harus mati hahaha, dan kau Willy jangan harap hidup mu akan tenang sebelum kau lenyap dari dunia ini !!!" teriak pak Dadang yang telah di Rasuki oleh pak Lukman


" mah cepetan masuk kamar mandi dan tutup pintu nya !" Willy berteriak dengan keras sampai Bu Ida ketakutan dan langsung lari menuju kamar


" Willy hati-hati nak" ujar Bu Ida kemudian berlari kedalam kamar mandi agak pak Lukman tidak melukai Bu Ida


"maaf kan aku mah, jika saja mama tidak menjadi buronan polisi, aku akan menyuruh mama pergi jauh dari apartemen ini,dari pada harus di kamar mandi yang entah apa aku bisa tetap mencegah papa untuk membuka nya atau tidak " guman Willy sambil memasang kuda-kuda jika ayah nya mulai menyerang

__ADS_1


Di belakang pak Dadang ada seorang wanita pucat yang menggunakan baju pengantin dan merasa terganggu dengan ke hadiran Willy dan pak Dadang


" sial !, mengapa harus situasi seperti ini ada sosok makhluk yang menampakkan diri nya kepada ku " guman Willy yang merasa pasrah dengan keadaan di sekitar nya


__ADS_2