
ustadz Rizal dan katya yang mendengar pembicaraan tersebut hanya bisa terdiam sambil saling melirik satu sama lain
" Arif izin kan aku untuk bertugas hari ini saja " ujar mirna
" silahkan bertugas, aku dan teman ku akan membereskan kasus ini, dan kamu akan di tangkap, ingat jangan coba kabur Karna aku selalu mengikuti kamu " ujar Arif yang mulai mengancam
" iya Arif " ujar Mirna kemudian membuka pintu dan pergi dari ruangan tersebut
Arif pun mulai menghampiri ustadz Rizal dan juga Katya
" ayo keluar " ujar Arif sambil tersenyum
mereka pun keluar, dan mulai memfoto mayat Arif sebagai bukti untuk di laporkan ke pihak rumah sakit, setelah itu ustadz Rizal dan Katya pun segera melaporkan hal ini ke pihak rumah sakit, pak Wawan sebagai dokter yang bertanggung jawab di rumah sakit itu segera menuju ruang organ tubuh manusia itu
" saya tidak menyangka jika ada kasus pembunuhan di rumah sakit ini " ujar pak Wawan
" lalu dari mana kalian tau bahwa ada mayat di ruangan ini ??" tanya pak Wawan serius
" mungkin ini kesan nya mustahil pak untuk di percaya, tapi kami sendiri mengalami nya, bahwa arwah dokter Arif mendatangi kami untuk meminta bantuan agar mayat nya segera di urus dan pelaku di tangkap " ujar Katya mantap
__ADS_1
" dokter Arif adalah dokter baru di rumah sakit ini, lantas siapa yang berani melakukan hal jahat ini kepada dokter Arif, kami semua pihak rumah sakit menerima dokter Arif dengan tangan terbuka dan hati yang senang " ujar pak Wawan
" seorang suster bernama Mirna pak, dia telah membunuh dokter Arif " ujar Katya yang membuat pak Wawan terkejut
" apa !!!, keterlaluan " ujar pak Wawan
" baiklah karena saya sendiri sudah menyaksikan hal ini, dan saya percaya atas pernyataan kalian, saya akan urus kasus ini hingga ke pengadilan, dan juga akan melaporkan Mirna ke pihak berwajib, Terimakasih atas bantuan nya, jika tidak ada kalian kami pihak rumah sakit tidak akan tau dengan kejadian ini " ujar pak Wawan
Tiba-tiba dokter Arif datang sambil tersenyum kepada ustadz Rizal dan Katya
" Terimakasih telah membantu aku, semoga kalian selalu di beri kelancaran dan berkat yang terus mengalir " ujar dokter Arif
dokter Arif pun menghilang dan sudah tenang di alam nya sana, kini Katya dan ustadz Rizal menghampiri Vina di kamar Willy
Ceklekkkkk
" Assalamualaikum" ujar Katya dan ustadz Rizal bersamaan saat masuk ke dalam kamar Willy
" Waallaikumsalam kak Katya, Rizal" jawab Vina
__ADS_1
" Vin kamu nangis sampe matanya sembab " ujar ustadz Rizal
" aku kasian sama Willy zal, dia harus jadi korban dari kejahatan ayah nya "ujar Vina sambil menangis
" Willy pasti sembuh kok Vin " ujar Katya dengan senyum manis nya
" sekarang kita balik dulu ke kamar kamu, dokter sebentar lagi mau ngecek keadaan kamu, kan ini hari terakhir kamu di rumah sakit" ujar ustadz Rizal
" iya Vin, nanti kalo udah selesai kita kesini lagi " ujar Katya
" kita kesana berdua aja kak , biar Rizal jagain Willy, kasian kalo nanti Willy bangun terus gak ada orang di samping dia " ujar Vina dengan mata yang berkaca-kaca
" gimana zal kamu mau gak ?" tanya Katya
" apa pun yang Vina minta pasti aku mau" ujar ustadz Rizal sambil tersenyum
" makasih banyak ya Rizal " ujar Vina kemudian dia dan Katya menuju kamar nya
ustadz Rizal pun duduk di samping Willy sambil melantunkan ayat suci Al-Qur'an sebagai teman di saat dia kesepian, dia pun teringat dengan Vina yang begitu khawatir dengan keadaan Willy
__ADS_1
" aku akan terus berusaha Vin, kamu adalah cinta pertama ku, walaupun aku tau kamu tidak pernah ada rasa untuk aku " ujar ustadz Rizal lirih