Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Bu Ida


__ADS_3

Bu Ida yang di Rasuki pak Lukman langsung turun dari lantai ke tiga menuju lantai satu, baju nya yang bersih kini sudah berlumuran darah, sambil memandangi foto-foto di dinding Bu Ida tertawa terbahak-bahak, jiwa nya benar-benar di kuasai oleh pak Lukman


" mamah....." Willy memanggil mamah nya, Bu Ida hanya terdiam melihat wajah Willy, ada sedikit rasa marah saat melihat Willy Karna Willy yang telah membunuh pak Lukman


" kamu anak durhaka " ujar Bu Ida sambil menghampiri Willy


" aku tau kalo papa sedang merasuki tubuh mama, mau papa apa " ujar Willy sambil berjalan mundur


" kau harus mati juga Willy Karna kau yang membuat aku mati, dasar anak durhaka" teriak pak Lukman yang membuat Willy kaget


Willy pun langsung berlari sekuat tenaga, dia langsung menuju parkiran dan mengemudi kan mobil nya


" pak Dadang ayo cepetan kunci gerbang nya, kita harus lari" teriak Willy kepada pak Dadang untuk mengunci gerbang nya dan ikut serta dengan Willy di dalam mobil


" baik ....baik mas Willy" ujar pak Dadang gugup

__ADS_1


pak Dadang langsung mengunci gerbang nya dan masuk ke dalam mobil


" Willy .....buka pintu nya nak, mengapa Willy kunci gerbang nya" teriak Bu Ida dari balik gerbang


" mas Willy bagaimana ini mau di buka apa tutup aja " tanya pak Dadang


" aku yakin tubuh mamah masih di Rasuki papa, ayo kita pergi " ujar Willy kemudian meninggalkan ibu nya


" Wily .....buka gerbang nya " teriak Bu Ida saat Willy meninggalkan Bu Ida sendiri di rumah itu


Bu Ida pun berjalan di lihat nya 2 pembantu yang mati karena tusukan pisau di sekujur badan nya, dan wajah yang hancur karena terlempar dari lantai 3


" apa yang kamu lakukan mas, anak ku sendiri sampai meninggal kan ku sendiri di rumah ini, lalu mengapa aku bisa melihat raga mu yang tidak tenang ini" ujar Bu Ida sambil meneteskan air mata


" haha aku yang menginginkan kau melihat ku, aku belom siap jika harus kehilangan mu sayang" ujar pak Lukman sambil mendekatkan dirinya kepada Bu Ida

__ADS_1


Bu Ida pun melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, walaupun Bu Ida belum begitu fasih Al-Qur'an Karna dulu nya Bu ida seorang mualaf, tapi Bu Ida terus mencoba sambil menangis


" A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim" ujar Bu Ida sambil menutup mata nya, berulang kali Bu Ida menyebutkan kalimat itu sampai akhirnya sayup-sayup terdengar suara orang-orang di luar gerbang rumah Bu Ida


Bu Ida membuka mata nya, di lihat nya pak Lukman sudah pergi kemudian Bu Ida pun berjalan menuju luar rumah, banyak warga yang berkerumuhan di depan gerbang bu Ida Karna melihat mayat di depan rumah Bu Ida


" Bu Ida.....Bu Ida....." teriak para warga yang penasaran dengan apa yang terjadi, untung saja gerbang rumah Bu Ida di gembok jadi mereka tidak bisa masuk ke halaman rumah


" iya pak" ujar Bu Ida yang tau tujuan warga yang berkerumuhan di depan gerbang bu Ida


" Bu Ida harus kita bawa ke polisi, Bu Ida sudah membunuh pembantu Bu Ida " ujar salah satu warga


" pak ini bukan salah saya pak, saya bisa jelaskan semua nya " ujar Bu Ida yang lemas


" hoalahhh Bu udah jelas-jelas ibu Iki bajune darah tok, masih aja mau ngeles, wes kita bawa Bu Ida Iki ke kantor polisi bapak-bapak, sebelum nanti kita juga jadi korban ganas nya Bu Ida Iki" ujar salah satu ibu-ibu rempong yang ada di kerumunan itu

__ADS_1


" iya ayo kita bawa Bu Ida ke kantor polisi" ujar semua warga mereka mendobrak gerbang rumah Bu Ida


Bu Ida pun langsung lari menuju rumah, dia ingin pergi Lewat pintu belakang, namun siapa duga tiba-tiba.........


__ADS_2