Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
kondisi Vina


__ADS_3

sebelum lanjut, jangan lupa di like,komen dan vote ya manteman, 🙏🙏😊


Katya duduk sambil memainkan ponselnya nya, di pangkuan nya ada rose yang semakin dekat dengan nya


"assalamualaikum " salam mama Katya yang baru saja pulang


" waallaikumsalam, tumben mah sampe malem pulang nya" ujar Katya


" iya Kat, tadi tuh pas mama pulang lewat rumah Bu Ida ramai banget rumah Bu Ida, mama penasaran kan, pas mama lihat ternyata di rumah Bu Ida habis ada kasus pembunuhan 1 pembantu nya tewas dan satu nya lagi sekarat " ujar mama Katya sambil duduk di samping rose


" mama tau siapa pelakunya" tanya Katya dengan serius


" denger-denger sih katanya Bu Ida pelakunya" jawab mama Katya


" mama percaya kalau Bu Ida pelakunya nya" tanya Katya kembali


" ngga tau juga Kat, mama rasa Bu Ida bukan orang yang seperti itu" ujar mama Katya


"hemm, aku harus beritahu Rizal ,selama ini dia yang mengajari Bu Ida tentang agama, aku harus tau apa Bu Ida dulu nya punya sifat tempramen sehingga dia tega membunuh pembantu nya " Guman Katya


" mahh Katya izin ke rumah sakit buat jenguk Vina ya mah" ujar Katya dengan senyum termanis nya


" tapi ini sudah malam Kat, apa gak sebaik nya besok aja" ujar mama Katya yang khawatir


" terus yang jagain Vina siapa mah, di rumah sakit hanya ada Rizal mah, Katya juga ingin ikut menjaga Vina, agar Rizal juga bisa beristirahat" Katya memberikan alasan selogis mungkin agar mama nya mau memberi izin


"baik lah jangan lupa sholat lho ya Kat" perintah mama Katya

__ADS_1


" ia mahh " ujar Katya sambil masuk ke dalam kamar


" bi ....buatin SOP ayam ini Katya mau jenguk Vina ke rumah sakit " teriak mama Katya kepada pembantu di rumah nya


******


"Vin.....aku ke toilet bentar ya " ujar ustadz Rizal yang dari tadi duduk di samping ranjang Vina


" iya zal" ujar Vina sambil tersenyum maniis


vina sudah merasa lebih baik dari pada sebelumnya, namun rasa sakit bekas tusukan di perut nya masih tetap terasa


tok tok tok


" selamat malam nona Vina " salam dari dokter yang memeriksa Vina


" apa nona sendirian di rumah sakit, tidak ada yang menjenguk" ujar dokter itu


" ada dok saya bersama sahabat saya seorang ustadz" ujar Vina sambil tersenyum maniis


" baiklah saya periksa dulu ya keadaan nya " ujar dokter itu


vina pun kembali mengubah posisi duduk nya menjadi tiduran


ceklekk


ustadz Rizal keluar dari kamar mandi, kemudian berdiri di samping Vina sambil melihat dokter muda di samping Vina yang sedang fokus mengecek tubuh Vina

__ADS_1


" jadi bagaimana dok keadaan Vina " tanya ustadz Rizal yang penasaran


" ustadz Rizal mari ikut ke ruangan saya, ada hal penting yang harus saya sampaikan" ujar dokter muda itu dengan wajah yang cemas kemudian keluar dari kamar vina


" baik dok " jawab ustadz Rizal sambil berjalan di belakang dokter muda itu


Vina yang merasa penasaran hanya bisa berdiam diri sambil menunggu ustadz Rizal kembali ke kamar


sesampainya di ruangan dokter muda itu ....


" silahkan duduk ustadz Rizal" ujar dokter muda itu sambil tersenyum tipis


" baik dok " ujar ustadz Rizal sambil duduk di kursi yang telah di sediakan


" saya hanya ingin menyampaikan kabar baik bahwa nona Vina besok sudah mulai bisa pulang,tapi kabar buruk nya ..." ujar dokter muda itu sambil cemas dan diam sejenak


" kabar buruk nya apa dok" tanya ustadz Rizal yang penasaran


" baik lah saya akan katakan sekarang, sulit sekali bagi Vina untuk memiliki keturunan, Karna salah satu dingin rahim nya terkena tusukan pisau tapi tenang saja vina memiliki dua rahim jadi masih ada harapan walaupun itu sulit " ujar dokter muda itu sambil tersenyum tipis Karna kondisi Vina


" maksud dokter Vina memiliki dua rahim" ujar ustadz Rizal yang terlihat tidak percaya


" ini memang benar, jarang sekali seorang wanita memiliki dua rahim, tapi Vina adalah gadis yang beruntung, sayang sekali sekarang dia hanya memiliki satu rahim, padahal jika rahim Vina yang sebelumnya tidak terkena tusukan itu, Vina bisa mempunyai anak kembar, dan saya harap Vina bisa mendapatkan suami yang baik hati karena kemungkinan rahim Vina yang ada di dirinya sekarang lemah "ujar dokter muda itu kepada ustadz Rizal


ustadz Rizal hanya bisa menutup wajah dengan kedua tangan nya sambil memijit-mijit dahi nya, jika saja dia lebih perhatikan keadaan Vina pasti Vina baik-baik saja


"kalo begitu saya permisi dok terima kasih" ujar ustadz Rizal dengan senyum manis nya walaupun sebenarnya ustadz Rizal sangat terpukul dengan keadaan vina

__ADS_1


__ADS_2