Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Willy terlambat


__ADS_3

lengan Vina tertusuk oleh pisau, untung saja Vina berhasil menghindar, dia pun mendorong tubuh pak Lukman kemudian menendang kepala pak Lukman dengan kaki nya, tapi pak Lukman langsung menarik kaki Vina hingga Vina terjatuh, di samping mereka sudah ada tebing yang curam dengan danau di bawah nya, membuat Vina menjadi semakin takut, Vina hanya bisa pasrah saat dia tersungkur lemas, tubuh nya penuh darah dan tanah, pak Lukman pun menindih kaki Vina dengan cara menduduki kaki Vina dengan tubuh nya dan mengarahkan pisau ke arah Vina, kali ini Vina tidak bisa menghindar karena tubuh pak Lukman, pak Lukman pun tak menyiakan kesempatan itu, dan langsung saja menusukan pisau nya ke arah perut Vina dan......


jlebb


satu tusukan kembali mendarat di perut Vina


" ahhh" pekik Vina


Vina lemas hidup nya semakin dekat dengan ajal nya, kemudian pak Lukman melayangkan pisau nya kembali dan


Dorrr Dorrrr


pak Lukman tersungkur dengan dua tembakan di kepala nya


" Willy" ujar Vina lirih


Willy berlari menghampiri Vina, dengan mata berkaca-kaca dia langsung menjatuhkan badan nya dan memeluk Vina


" maaf kan aku ,aku terlambat, aku tidak bisa menjaga mu maaf kan aku Vina" ujar wily


" aku haus " ujar , Vina menghabiskan banyak tenaga malam itu


Willy pun mengambil air minum di tas yang dia bawa dan meminum kan nya ke pada Vina


" aku sudah membawa polisi ke sini, kasus ini akan selesai Vin"ujar Willy sambil mengusap darah dan tanah di wajah Vina


Willy pun menggendong Vina untuk keluar dari hutan, Willy tidak mau Vina terlambat mendapatkan pertolongan


Willy pun terus berjalan melewati darah Vina yang berceceran di hutan, sesekali dia menetes kan air mata Karna terlambat menolong Vina


****

__ADS_1


keesokan paginya Vina terbangun di kamar rumah sakit, kepala Vina pusing dan rasanya sulit mengerakkan tubuh nya, kemudian dia melihat Willy yang tertidur di samping nya


"terimakasih telah menolong ku" ujar Vina lirih


kemudian datang seorang dokter muda, sambil memeriksa keadaan Vina


" bagaimana nona Vina, apa keadaan nya sudah membaik" ujar dokter itu dengan senyum manis nya dan mulai memeriksa tubuh Vina dengan alat yang dia bawa


" badan saya sulit di gerakan dok, rasa nya tubuh saya juga tidak ada tenaga nya, " ujar Vina lirih


"Untung saja pria itu membawa nona kesini secepatnya, jika tidak mungkin nyawa nona bisa melayang karena kehabisan darah" ujar dokter itu


" jangan terlalu banyak bergerak nona, badan nona sedang mengalami cidera serius itu yang mengakibatkan nona susah bergerak" ujar dokter muda itu, kemudian memberikan obat ke Vina


" maaf nona saya akan meminumkan nya ke nona karena keadaan nona sangat lemah, boleh kah " ujar dokter muda itu


Vina yang menyadari tubuh nya lemah itu hanya diam, kemudian memandang Willy yang ada di samping nya sedang tertidur


Vina pun menganggukkan kepalanya kepada dokter itu, dengan pelan-pelan dokter muda itu meminumkan obat tersebut kepada Vina


" istirahat yang cukup ya nona, saya akan kembali lagi" ujar dokter itu kemudian meninggalkan vina


Vina hanya terdiam, vina ingin mengelus rambut Willy tapi kenyataannya dia lemah, bahkan membawa kepala nya pun sangat sulit rasa nya, air mata nya menetes , membayangkan kejadian tadi malam


tok tok tok


kak Katya datang, membawa buah Dan makanan


" Vina " ujar katya sambil memeluk Vina dan menangis


" kak ...." ujar Vina lirih

__ADS_1


"kau tau aku sangat mencemaskan mu , untung saja Willy menolong mu walaupun terlambat, tapi kau selamat Vin" ujar Katya yang belum melepaskan pelukannya


" maafkan aku" ujar Vina


" ini aku bawakan bubur ayam, aku membuat nya sendiri sepesial untuk mu, aku Suapin ya, kau pasti lapar sekali" ujar kak Katya melepaskan pelukannya kemudian menyuapi Vina


Vina merasakan kedamaian di rumah sakit itu bersama Katya dan Willy, bubur yang Katya buat semakin nikmat dengan wajah Katya yang manis dan juga suapan dari Katya


" Vin ...pak Lukman sudah di aman kan oleh polisi, kedua orang tua mu juga, kini mereka semua sudah siap untuk di semayamkan, ustadz Rizal dan orang tua ku juga sudah ada di sana, hanya aku yang kemari, aku hanya ingin menjauh dari orang yang telah membunuh Faisal" ujar Katya sedih


" kak, aku tau perasaan mu" ujar Vina lirih sambil menatap Katya


" sudah lah, sebentar lagi orang tua mu dan Faisal akan kesini, mereka sedang menunggu mayat nya di kubur kan , aku akan vc ibuku ya, agar kau bisa melihat mereka di kuburkan " ujar Katya


 


Katya pun mengambil ponsel nya dan menelpon ibunya


tuttt tuttt


" hallo Katya " ujar ibu Katya lewat Vidio call yang memperlihatkan kuburan di sekeliling


" mah, aku dan Vina akan melihat penguburan nya dari sini, jangan di matiin ya panggilan nya" ujar Katya sambil tersenyum


" okedeh" ujar ibu Katya sambil terus mengarah kan ponsel nya ke arah penguburan orang tua vina dan pak Lukman serta kedua anak buah nya


" itu penguburan siapa " ujar wily yang tiba-tiba mengejutkan Vina dan Katya


 


" ohhh ini penguburan ayah mu dan orang tua vina " ujar Katya

__ADS_1


Willy menjadi sedih melihat ayah nya yang meninggal karena ulah nya , Willy meneteskan air mata nya, mengingat hal indah bersama ayah nya, tapi ....semua itu hanya kenangan, Willy menyadari bahwa dia melakukan ini karena dia ingin menyelamatkan Vina dan keluarga nya atas perbuatan ayah nya


__ADS_2