
setelah sampai di ruang tamu ustadz Rizal pun terkejut karena yang datang adalah teman nya semasa dia di pondok pesantren
" Ibrahim ! " panggil ustadz Rizal dengan senyum yang manis
" Rizal " ujar Ibrahim langsung memeluk teman lama nya itu
" wahh ternyata kamu masih ingat dengan aku " ujar ustadz Rizal antusias
" wahh ini siapa zal " ujar Ibrahim sambil melihat Vina
Vina pun memberi salam kepada Ibrahim
" dia istri ku "ujar ustadz Rizal tersenyum manis
Ibrahim sangat terkejut dengan pertanyaan itu bahkan dia tidak pernah bahwa Ustadz Rizal sudah menikah
" silahkan duduk Ibrahim" ujar ustadz Rizal yang membuyarkan lamunan Ibrahim
Ibrahim pun tidak ingin basa basi dia langsung ingin membicarakan hal penting dengan ustadz Rizal
" jadi begini zal, kedatangan saya kesini ingin menyampaikan pesan dari pak ustadz Yusuf, dia sekarang sedang terbaring di pondok karena serangan jantung yang menimpa nya seminggu lalu, beliau ingin bertemu dengan diri mu zal " ujar Ibrahim serius
" Astagfirullah, Ustadz Yusuf sakit jantung, lalu kapan aku bisa kesana ? " tanya ustadz Rizal dengan panik
" jika kamu berkenan Ustadz Yusuf Sangat mengharapkan kedatangan mu secepatnya " ujat Ibrahim
__ADS_1
" besok aku akan kesana, aku masih memiliki janji dengan istri ku " ujar ustadz Rizal
" tak bisa kah kau kesana sekarang zal " ujar Ibrahim memohon
" aku masih memiliki janji dengan istri ku im , aku harap kau mengerti bahwa aku sekarang sudah berkeluarga, tidak mudah untuk pergi dengan sesuka hati ku seperti dulu " ujar ustadz Rizal sambil menggenggam tangan Vina dengan lembut
" ohh iya ustadz Yusuf menitipkan surat kepada mu, dia sangat berharap dengan kedatangan mu " ujar Ibrahim sambil menyerahkan surat tersebut
" kalo begitu aku permisi dulu Rizal, masih banyak yang harus aku lakukan di pesantren " ujar Ibrahim sambil berdiri dari tempat duduk nya
" Assalamualaikum" ujar Ibrahim sambil bersalaman dengan ustadz Rizal
" waallaikumsalam " ujar Ustadz Rizal sambil mengantar Ibrahim keluar
Vina pun masuk ke kamar nya sambil duduk di tepi ranjang
" Vin " panggil ustadz Rizal
" iya mas " jawab Vina
" maafkan aku ya jika aku harus meninggalkan mu beberapa hari ini " ujar ustadz Rizal
" gapapa kok mas, aku ngerti, hati-hati nanti di sana oke " ujar Vina sambil tersenyum
" sarapan yuk mas, mas belom sarapan kan " ujar Vina sambil mengelus rambut suami nya
__ADS_1
ustadz Rizal pun tersenyum, hidup bersama dengan Vina adalah impian nya sejak dia lulus kuliah, Vina adalah sahabat yang selalu membuat dia tertawa di kala dia sedih, teman yang bisa membuat dia gila jika sudah bermain bersama, dan sekarang dia kehilangan Vina nya yang dulu, kini Vina menjadi gadis yang pendiam dan asing di depan nya, walaupun demikian Ustadz Rizal tau bahwa Vina akan kembali seperti dulu, ini hanya tekanan yang membuat Vina seperti ini
ustadz Rizal pun langsung menyusul Vina di ruang makan
dia pun mulai sarapan di temani Vina
" mas setelah ini kita akan ke rumah Bu Nadin kan ? " tanya Vina
" iya kita akan kesana, tinggal menunggu polisi datang saja " ujar ustadz Rizal sambil menikmati sarapan nya
setelah sarapan mereka memutuskan untuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawa ustadz Rizal
" mas kira-kira surat yang di kasih Ibrahim isi nya apa ya mas ? " tanya Vina
" belom aku buka sih Vin apa itu isinya " ujar ustadz Rizal
" mas gak penasaran apa isi nya " ujar Vina
" nanti kita buka bareng-bareng ya " ujar ustadz Rizal sambil mencubit hidung Vina
tiba-tiba ponsel ustadz Rizal berdering
yaitu seorang polisi yang mengabari ustadz Rizal bahwa mereka sudah sampai di sana
" ayo kita ke rumah Bu Nadin , polisi sudah sampai" ujar ustadz Rizal
__ADS_1
" oke mas "jawab Vina antusias