Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Vano


__ADS_3

" yaudah iya " ujar ustadz Rizal


Vina pun Menganti baju nya, kini dia menggunakan baju lengan pendek dan celana pendek selutut


" pake baju ini gapapa mas ? " tanya Vina


" gapapa Vin " ujar ustadz Rizal


Vina pun merebahkan tubuhnya di kasur, ada sedikit rasa takut dan gugup ketika dia di samping ustadz Rizal


" udah tidur aja, aku gak macem-macem kok " ujar ustadz Rizal yang melihat Vina gugup dan pucat


" iya mas " jawab Vina


Vina pun akhirnya terlelap, ustadz Rizal memandang wajah Vina dengan lembut kemudian mengelus rambut Vina, kini di depan nya sudah ada seorang wanita cantik, yang kini menjadi mahram nya


kemudian ustadz Rizal keluar, dia tau jika dia tetap di kamar itu akan membuat diri nya semakin tersiksa, karena hasrat yang sudah bertahun tahun belum tersalurkan


*****


Katya berusaha menyimpan semua barang-barang yang di berikan Faisal ke dalam sebuah kardus


" maafin Katya mas Faisal, barang-barang ini hanya buat katya semakin tersiksa, begitu pun juga mas Faisal, Katya harus simpan ini di gudang, aku harap mas Faisal paham dengan keputusan Katya " ujar Katya lirih sambil mengusap air mata nya


tok tok tok


Bu Santi yaitu ibu Katya membuka pintu kamar Katya


" Katya , ada temen kamu datang " ujar Bu Santi


" siapa mah ?" tanya Katya yang penasaran


" si vano Kat " ujar Bu Santi

__ADS_1


" ohh iya mahh " ujar Katya kemudian beranjak dari tempat duduknya


Katya pun menghampiri vano yang duduk di ruang tamu


" haii... " ujar Katya sambil tersenyum


" Katya " ujar vano sambil tersenyum


" kamu udah pulang " ujar Katya sambil duduk di sofa


" udah kok Kat " ujar vano sambil tersenyum tipis


" aku turut beduka cita atas kematian Faisal ya kat, maaf aku baru bisa datang sekarang " ujar vano yaitu sahabat Katya yang sudah 3 tahun ini pergi merantau ke Dubai


" gak papa kok Van aku tau kamu sibuk di sana " ujar katya sambil tersenyum manis


" emm kamu sibuk gak Kat hari ini ?" tanya vano


" emmm aku lagi beresin barang-barang sih di kamar " ujar Katya


" lain kali aja ya van , aku masih ingin sendiri dulu " ujar Katya sambil tersenyum tipis


" ini mas kopi hangat nya " ujar Bu Imah asisten rumah tangga Katya


" iya bi makasih banyak ya" ujar vano


Bu Imah pun langsung menuju dapur kembali


" emm Kat kayaknya aku gak bisa lama deh, aku gak mau ganggu kamu dulu " ujar vano kemudian menyeruput kopi nya


" maaf ya van, aku harap kamu ngerti perasaan aku " ujar Katya dengan mata nya yang berkaca-kaca


" iya gapapa aku tau kamu masih belom terbiasa " ujar vano

__ADS_1


vano pun menghabiskan kopi nya dan pamitan pulang


*****


malam pun tiba, Vina dan Bu Sarah sedang asyik masak untuk makan malam, sedang kan ustadz Rizal sibuk menghitung pengeluaran dan pemasukan restoran keluarga nya, ustadz Rizal memiliki usaha restoran yang menyajikan makanan halal, karena usia pak Abdul yang sudah tidak muda lagi, akhirnya pak Abdul menyerahkan restoran itu kepada ustadz Rizal sebagai penerus nya , walaupun ustadz Rizal sibuk berdakwah di berbagai daerah, namun Ustadz Rizal masih menyempatkan dirinya untuk restoran itu


" ayo semua nya makan, udah Mateng nih " teriak Bu Sarah


" Oma..." panggil rose yang berlari menghampiri Bu Sarah di belakang nya di susul pak Abdul


" rose sudah selesai ngaji bareng opa ? " tanya Bu Sarah sambil menunduk badan nya


" sudah Oma " jawab rose kecil yang membuat Bu Sarah gemas


" rose makan sama kakak ya " ujar Vina sambil tersenyum maniis


" gak mau, rose mau di suapin sama opa " ujar rose


" haha yasudah gapapa Vin, mungkin dia lagi akur sama Abi " ujar Bu Sarah


" wahhh masak apa nih umi " ujar Ustadz Rizal sambil duduk di samping Vina


" umi masak capcay , sama ayam goreng, yang simpel aja lah zal, udah malem jugaan mau masak yang lainnya males " ujar Bu Sarah sambil mengambil nasi untuk pak Abdul


" apapun yang umi masak pasti Rizal makan umi " ujar ustadz Rizal


" aku ambil ya mas " ujar Vina sambil tersenyum


mereka pun makan dengan nikmat malam itu, sesekali rose kecil membuat candaan yang menghangatkan suasana malam itu


mereka pun melanjutkan kebersamaan mereka dengan bercerita dan bercanda gurau, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.15, rose sudah tertidur di pangkuan Bu Sarah


" yuk tidur udah malam " ujar Bu Sarah sambil menggendong rose

__ADS_1


" iya umi " ujar Vina


mereka pun menuju kamar masing-masing


__ADS_2