Jaga Dia Untuk Ku

Jaga Dia Untuk Ku
Rose


__ADS_3

Acara pemakaman sudah selesai semua orang perlahan pamit kepada Bu Ida dan Willy, jam sudah menunjukan pukul 14.00, hanya ada ustadz Rizal, Bu Ida dan Willy di pemakaman itu, wajah sedih Bu Ida tidak bisa di tutupi, walaupun dia kecewa dengan pak Lukman tapi pak Lukman lah orang yang di cintai Bu Ida , perlahan Bu Ida memandang wajah Willy, seketika ucapan syukur keluar dari mulut Bu Ida Karna dia tidak sendirian masih ada Willy di hidup nya


" Bu Ida mari kita pulang, hari sudah siang Bu, bukan kah lebih baik ibu istirahat di rumah" ujar ustadz Rizal yang masih senantiasa menunggu Bu Ida dan Willy di pemakaman pak Lukman


" saya masih mau bersama suami saya pak ustadz, rasanya ini semua seperti mimpi " ujar Bu Ida yang belum mengikhlaskan kepergian pak Lukman


" mah...., besok mama bisa kesini lagi, kita pulang yuk mah, mamah belom makan kan mah" ujar wily sambil mengangkat tubuh Bu Ida yang duduk di samping makam pak Lukman


" iya ayo kita pulang" ujar Bu Ida kemudian berdiri dan berjalan pelan keluar dari pemakaman itu


*****


Hari sudah sore, kak Katya terlihat tertidur di sofa, Vina hanya bisa menatap kak Katya dengan perasaan bahagia dan prihatin, kemudian datang orang tua Vina dan Faisal,tak lupa Rita juga datang


" Vina ... bagaimana ke adaan mu nak " ujar ibu vina yang tiba-tiba datang


" Bu ,....badan Vina tidak bisa di gerakan, perut Vina juga sakit sekali rasanya " ujar Vina lirih

__ADS_1


" maafkan ayah ya Vin, jika saja dulu ayah mau di ajak kerjasama dengan Lukman, pasti ke adaan keluarga kita akan baik-baik saja sampai saat ini" ujar ayah Vina


" ayah kalo boleh tau, mengapa pak Lukman sangat benci dengan keluarga kita" ujar Vina yang penasaran


" pak Lukman tidak suka jika usaha kita maju, pak Lukman juga seorang psikopat, jika ada orang yang menyinggung perasaan nya sedikit saja, dia akan berbuat kasar pada orang tersebut, kesalahan ayah adalah, tidak mau di ajak kerja sama oleh nya, Karna pada saat itu perusahaan ayah dan pak Lukman saling bersaing, namun ayah tidak menduga jika pak Lukman akan membunuh ayah hanya demi uang dan gelar nya itu" ujar ayah Vina


" Vin ibu harap kamu jangan pernah berurusan dengan keluarga pak Lukman, ibu takut jika mereka masih ingin membunuh keluarga kita" ujar ibu Vina


" Bu....hanya pak Lukman yang jahat, kemarin Willy membantu Vina Bu, jika tidak ada Willy mungkin Vina bisa mengalami hal yang sama, dan bahkan kasus ini belum terpecahkan " ujar Vina lirih, Vina sangat kecewa dengan perkataan ibu nya, dia sangat ingin tetap dekat dengan Willy


" tapi kamu harus tetap waspada, Karna sebelum nya pak Lukman juga baik kepada kita Vin, pada saat kita terlena dia mulai membunuh kita satu persatu, dan Untung saja aku yang menjadi target setalah ibu dan ayah bukan kamu" ujar kak Faisal ikut menasehati Vina agar berhati-hati, biar bagaimana pun, Willy adalah orang yang baru dia kenal


tiba-tiba ustadz Rizal datang membawa parsel buah, dengan senyum manis nya dia masuk ruangan


" Assalamualaikum " ujar ustadz Rizal sambil membuka pintu kamar


" waallaikumsalam" ujar semua nya serempak, namun ustadz Rizal hanya bisa mendengar suara Katya, Karna memang dia tidak tau jika ada keluarga Vina di dalam

__ADS_1


" Vin apa sudah lebih baik keadaan mu" ujar ustadz Rizal sambil duduk di samping Vina


" sudah mendingan Rizal, tapi perut ku sangat sakit sekali" ujar Vina lirih


" maafkan aku yang tidak bisa menolong mu saat itu Vin, aku sama sekali tidak tau, bahkan kau tidak mengabari aku" ujar ustadz Rizal


" semua terjadi begitu saja Rizal, saat itu aku sedang duduk di kafe Tan menunggu Willy untuk mengungkapkan kasus kematian orang tua ku dan kak Faisal, tapi sepertinya gerak gerik ku di ketahui oleh pak Lukman, pada akhirnya pak Lukman menutup mulut ku dan membawa ku ke arah mobil nya, saat itu aku pingsan , saat aku sadar aku sudah tertembak di bagian perut, rasanya sangat panas dan sakit, setelah itu aku di bawa ke hutan dan sempat berkelahi dengan mereka ,untung saja aku selamat, Karna wily menolong ku" ujar Vina lirih tapi masih bisa terdengar jelas


" apakah pak Lukman juga menyuruh anak buahnya untuk membunuh mu Vin" ujar ustadz Rizal yang belum melepaskan pandangannya


Vina hanya mengangguk kan kepala nya, Karna saat ustadz Rizal mengatakan anak buah, Vina teringat akan hal tersadis yang dia lakukan selama hidup nya yaitu membunuh mereka berdua


" Vina maafkan aku, aku harus pulang, Karna ibu akan pergi, jadi aku harus menjaga anak kecil itu" ujar kak Katya dengan senyum nya dan menghampiri Vina kemudian mencium dahi nya


" kak...aku mau nama anak anak itu rose, sesuai dengan wajah nya cantik" ujar Vina lirih tapi masih berusaha tersenyum tipis


" baiklah kita panggil dia rose" ujar kak Katya kemudian meninggalkan Vina dan ustadz Rizal

__ADS_1


" Vin aku ingin bicara penting dengan mu " ujar ustadz Rizal


__ADS_2