
malam harinya.
Alya masuk keruang kerja Daniel Membuka pintu tanpa permisi lalu menghampiri suami nya yang tengah sibuk di depan layar komputer.
" Daddyh " sapa Alya hangat dan Ceria berdiri di belakang kursi kerja Daniel lalu memeluk leher pria dewasa itu dari belakang .
" Al bikinin Daddy kopi sana " perintah Daniel pada istrinya tanpa mengalihkan tatapannya dari komputer dengan jari yang sibuk mengetik di keyboard.
" Nggak punya Kopi adanya air susu " ketus Alya merasa jengkel dengan suami nya yang tidak bisa diajak mesra kayak suami orang .
Daniel langsung mengalihkan tatapannya dari komputer begitu merasakan sikap Alya berubah tak lagi hangat seperti tadi.
Daniel hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi istri kecilnya yang berjalan dengan kaki menghentak ke lantai itu .
Daniel tau Bocil itu sedang menginginkan perhatian dan kasih sayang serta ingin dimanja tapi untuk 15 menit ke depan Daniel sama sekali tak bisa meninggalkan Komputer nya Karena dia sedang menyalin data.
Alya kembali datang membawa segelas minuman lalu meletakkan nya di samping komputer Daniel dan bergegas pergi .
" Kok Teh sih Al?" komplen Daniel menatap minuman yang Alya antar kan.
Alya berhenti berjalan sebelum mencapai gagang pintu .
Tapi Daniel tetap mencoba minuman yang Alya berikan setelah meniup Daniel meminum beberapa teguk .
" Teh tawar aja Al nggak ada manis nya ?" heran Daniel menatap Alya yang sudah membuka pintu, barangkali dia lupa memberi gula.
" Teh nya udah move on, jadi udah nggak ada rasa " jawaban ketus Alya menutup pintu dengan kasar .
blem
" Hahaha , Istriku sudah merajuk " Kekeh Daniel tak bisa menahan tawa mendengar jawaban istri kecilnya.
" Teh move on 🤣" tawa meledak Daniel seperti orang gila memandang segelas minuman atas meja kerjanya.
20 menit kemudian Daniel keluar dari ruang kerja nya menuju kamar mencari Alya tapi dia sama sekali tak ada di kamar.
" Mungkin Alya sudah menunggu di meja makan" ucap menuju meja makan dan ternyata benar Alya sedang makan di temani banyak sekali bodyguard dan pelayanan di sekitarnya.
" Kamu nggak nungguin Daddy makan Al?" tanya Daniel Karna Alya sudah makan duluan bahkan kali ini Alya membiarkan pelayan yang mengambil Daniel makanan.
" Udah lapar banget " jawaban singkat Alya terus melahap makanan nya .
Sebenarnya melihat begitu banyak pelayanan dan Bodyguard Daniel ingin bertanya lagi pada Alya tapi tidak jadi takut nanti mood makan Alya jadi rusak .
__ADS_1
" Loh Bik masak gulai ikan kok telur ikan nya nggak di masukin ?" tanya Daniel yang sangat suka dengan telur ikan .
" Tadi tidak stok telur ikan Tuan jadi kami hanya masak ikan nya saja " jawab pelayan itu sopan.
" bagaimana bisa telur ikan tidak ada, kalian kan bisa cari ditempat lain " kata Daniel jadi kecewa tidak dapat makanan kesukaannya.
" sudah Tuan memang stok telur ikan sedang langka di pasaran" jelas pelayan itu yang di maklumi Daniel itu bisa saja terjadi .
" Kenapa ya Al telur ikan bisa langka ?" tanya Daniel menatap istrinya yang sekarang irit bicara biasa nya nyoceh Mulu.
Daniel tau Istrinya sedang merajuk yang hanya saja dia ingin tau seperti apa sifat istri nya yang sesungguhnya saat keinginan nya tak terpenuhi .
" ikan betina nya nggak bisa bertelur" jawab Alya tanpa ekspresi.
" lah kenapa ?" tanya Daniel spontan lalu minum segelas air putih merasa jawaban Alya tak logis .
" Karna Janda" jawab Alya menantang mata Daniel .
uhukkk
Daniel tersedak mendengar jawaban istri kecilnya sampai para Bodyguard pun menahan tawa .
"Ikan mana ada yang janda Al" kekeh Daniel menutup mulut nya menahan tawa.
Daniel tersenyum lebar melihat wajah cemberut Alya yang mood nya terlihat sangat rusak , rasanya Daniel ingin mengacak rambut nya agar semakin marah .
" Daddy mau di tungguin apa di tinggal ?" dua pilihan Alya yang terdengar begitu menyeramkan di telinga Daniel saat Alya selesai makan .
" emang Daddy fotocopy Al?" perkataan Alya sudah seperti isyarat umum saja .
Alya menatap Daniel sinis seperti harimau yang akan menerkam .
Daniel mengangkat tangan nya meminta seluruh bodyguard dan pelayanan pergi meninggalkan mereka berdua .
Daniel meraih pinggang Alya membawa Alya duduk di atas pangkuan nya .
" Lepasin " tegas Alya menepis tangan Daniel yang melingkar di perut nya .
" Tuh kan nggak bisa jujur sama Daddy " suara hangat Daniel tepat di dekat Alya .
" mana Ada Alya bohongin Daddy " jawab Alya tak terima dengan perkataan Daniel .
" terus mau apa dari Daddy kenapa ngambek tiba-tiba?" tanya Daniel seperti pria tak peka padahal dia sangat peka akan keinginan Alya .
__ADS_1
" Alya nggak ngambek ?" suara keras Alya .
" terus apa ?" tanya Daniel lagi memiringkan duduk Alya lalu mengecup pipi chubby yang sangat kenyal itu berulang kali
" Mau apa kata Daddy ?" Daniel bertanya ulang ingin benar-benar istri nya terbuka pada nya .
" Mau di manja " jawaban ketus Alya buang muka.
" ooo, Istri Daddy mau di manja juga kayak istri orang ?" kata Daniel dengan tampang polos nya seolah dia tak mengerti apa yang Alya rasakan .
" Humm" Alya tersenyum kecut saat menatap intens wajah Daniel dia tau kalau Daniel sedang berpura-pura tak peka .
" Nggak, suami Alya kan bukan orang " jawab Alya dengan nada tinggi .
" Lalu "
" Setan " jawab Alya semakin kesal saat pria dewasa itu malah memperolok nya .
" itu sebabnya kau selalu seperti orang kesetanan di atas ranjang oleh suami mu?" bisik sensual Daniel di dekat telinga Alya mengingat percintaan mereka sore tadi .
" huftt Daddy selalu saja memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" hujat Alya tak menyangka Mengurus surat tilang di kantor polisi sesimple tadi .
Daniel benar-benar mengambil kesempatan dalam kesempitan dan Alya tak berdaya karna sudah terlanjur berjanji .
" Harus Sayang itu baru nama nya Jenius " senyum merekah Daniel mengangkat Alya menuju kamar mereka .
" Daddy sebenarnya Romantis Sayang hanya kadang tidak punya waktu saja " Kata Daniel meletakkan Alya di tengah ranjang lalu mematikan lampu utama kamar .
" omong kosong , Alya tidak pernah merasakan nya " tatapan sebelah mata Alya .
sejujurnya sebagai seorang istri Alya juga ingin merasakan keromantisan dalam rumah tangga, tapi yang ada setiap hari suaminya hanya sibuk bekerja dan bekerja untuk itulah Alya melakukan sedikit pemberontakan .
Dan Daniel menerima pemberontakan itu .
" Jadi kamu membutuhkan lebih banyak waktu bersama Daddy ketimbang uang ?" tanya Daniel ikut berbaring menghadap Alya yang tidur telentang.
" Uang udah banyak waktu Daddy untuk Alya saja yang sedikit " komplen Alya .
" Mmm, Baiklah jika itu mau mu 4 jam untuk bekerja dan 20 Jam untuk mu mulai sekarang" senyum lebar Daniel mengecup kening istrinya .
bagaimana komentar kalian?
next .
__ADS_1
...Biarkan saja di menikmati masa-masa nya , paling bentar lagi juga kena karma....