
" Ohhh jadi kamu beneran mau sama dia?" Sewot Daniel dengan suara meninggi yang jelas sekali kecemburuan dalam ucapan nya .
" menurut Daddy kami cocok nggak?" tanya Bocil bandel itu terus bertanya ingin mengotak Atik perasaan suami nya .
Tapi pelukan Alya sangat erat di tubuh Daniel sampai menjauh pun Daniel tak bisa .
" Lepasin Daddy " tegas Daniel merasa begitu marah tiba-tiba bahkan hatinya yang tadi tenang kini memberontak.
" Jawab dulu nanti Alya lepasin ?" Alya semakin iseng dengan mode seriusnya.
Saat Alya terus membahas Jack tanpa mau melepaskan Daniel membuat pria dewasa itu benar-benar marah .
Daniel melepaskan paksa pelukan Alya dari tubuh nya lalu berdiri dan pergi keruang ganti dengan wajah tak karuan nya .
" Hehehe perasaan si Daddy sensitif banget , kerjain ah " semangat Bocil bandel itu berjalan mengikuti suami nya yang kembali menyala kan lampu .
" Daddy mau kemana ?" tanya Alya berdiri diambang pintu menatap Daniel yang sibuk mencari baju di lemari .
Seolah tanpa dosa telah menyakiti hati Daniel yang sekarang berubah sangat sensitif.
" Keluar " jawab Daniel ketus .
wajah ngambek Daniel terlihat sangat lucu Dimata Istri kecil nya, ternyata saat pria dingin itu ngambek dia berubah seperti anak-anak.
Alya semakin semangat menjahili nya.
" Bagus juga keluar malam masih jam 9 Lo Daddy" kata Alya memberi tau .
" Yaudah tidur kamu sana" perintah Daniel ketus merasa kesal melihat istrinya yang tak peka-peka.
" Alya nggak ngantuk " jawab Alya lagi terus menatap Daniel yang sudah mengacak ngacak hampir separuh isi lemari.
Saat ini Daniel hanya ingin bertemu teman-teman nya lalu meminta pendapat, entahlah perasaan dan hati Daniel selain rapuh juga sangat sensitif sekarang sehingga dia jadi tak punya pendirian.
" Ikut dong " pinta Alya ikutan mencari baju di lemari bersama Daniel dengan semangat .
" Enggak boleh , urusin aja pria yang kamu sukai itu " ketus Daniel galak mengambil kemeja hitam lalu langsung menutup lemari tak membiarkan Alya mencari baju nya.
__ADS_1
Berharap Alya peka akan apa yang membuat Daniel tiba-tiba marah-marah bahkan berubah mood.
" Alya kan suka dia dulu Daddy bukan sekarang" jelas Alya tersenyum lebar menatap Daniel yang berdiri di depan cermin melepas baju nya itu .
" Kalian bisa aja CLBK kan terus kamu pergi sama dia" suara keras Daniel memakai dengan cepat kemejanya tak bisa membayangkan jika hal itu beneran terjadi .
" Katanya istri Daddy nggak boleh jadi penyembuh luka orang lain terus kenapa bilang gitu " tanya Bocil itu semakin membuat Daniel justru tak mengerti dengan perasaan nya sendiri.
" Ya tapi istriku mencintai pria itu " kesal Daniel menatap Alya berdiri tak jauh darinya.
" Mmm, Nggak ada Lo Daddy itukan dulu sekarang semua perasaan Alya buat Daddy " ucapan manis Bocil itu memeluk Daniel yang merapikan rambut nya di depan cermin dari belakang.
" Tadi aja kamu bilang sendiri sama Daddy, kamu keceplosan kan " sewot Daniel tak mau Alya peluk .
Pria dewasa itu benar-benar cemburu sekarang sampai di sentuh pun tak mau .
" Bukan keceplosan, Alya cuma jujur sama Daddy katanya nggak boleh bohong sama suami " jawab Alya lagi dengan polos nya yang membuat Daniel semakin bimbang .
Entah harus senang atau justru kecewa mendengar kejujuran Istri kecil nya.
" Tapi kejujuran kamu menyakiti Hati Daddy Al , kamu sadar nggak sih " Daniel menarik nafas panjang lalu berjalan keluar kamar dengan langkah lebarnya.
Serta Daniel juga bingung entah harus marah atau bersyukur saat Istri kecil nya mau jujur tanpa menutupi apapun .
" itu kan dulu Daddy ketika Alya masih Bocil " jelas Alya yang berjalan di belakang Daniel mengikuti langkah lebar pria dewasa itu walaupun sambil sedikit lari.
Dulu Alya hanya menyukai Jack karna dia ganteng dan baik tapi perasaan itu sudah hilang sejak lama apalagi sejak Jack punya pacar, sehingga Alya akhirnya menganggap Jack sebatas kakak begitulah sampai sekarang.
Tapi emang lah Jack lumayan untuk memanas-manasi Daniel serta untuk tau seperti apa perasaan dan sikap Daniel yang sebenarnya.
Hanya itu tujuan Alya !.
" Kamu pikir sekarang udah dewasa kamu Hahh" suara tegas Daniel menatap gadis kecil yang berjalan mengikuti nya itu sampai ke ruang tengah .
" Sekarang Daddy mau pergi ke luar , tidur udah malam " kata Daniel berhenti berjalan saat ingat Alya sedang hamil .
Setelah memperingati Daniel kembali berjalan menuju teras dimana bodyguard sudah menyiapkan nya mobil .
__ADS_1
" Kamu tidak mendengar Daddy " tanya Daniel beneran marah kali ini saat Alya justru ikut keluar sampai teras bersama Daniel padahal malam ini cukup dingin diluar.
Alya hanya memakai rok pendek dengan atasan crop top Korean style.
Alya tidak menjawab tapi dia terus mengikuti Daniel,
" Masuk " tegas Daniel menunjuk kedalam rumah .
" Iya " jawab Alya patuh .
Tapi masuk ke mobil.
" Enggak keluar Alya" Daniel kembali bergegas membuka pintu.
" Mau ikut Yank😍" rengek Alya dengan mata panda belum lagi panggilan khas orang pacaran membuat Daniel semakin tak karuan menghadapi gadis kecil itu .
Daniel kembali menutup pintu mobil kehabisan cara dengan gadis kecil itu, ngambek pada nya dia tak peka, Marah sekalipun dia tetap manja jadi Daniel harus apa agar bisa mengekspresikan kecemburuan nya .
Setelah beberapa saat Daniel mencoba meredam emosi akhirnya Daniel memilih membawa Alya takut nanti Bocil bandel itu malah melakukan hal-hal diluar kendali jika di tinggal
Daniel mencoba berdamai dengan keadaan mungkin memang bawaan bayi aja sehingga Alya jadi begini sudah tidak peka manja pula.
" Yaudah ganti baju sana dulu , pake celana jangan rok pendek seperti ini " ucap Daniel yang berdiri didepan pintu mobil yang sudah di buka .
Menatap Alya yang sudah duduk di dalam mobil dengan paha yang terekspos karna rok nya begitu pendek.
" Pake ini Aja Yank " ucapan cetar membahana Alya menatap Daniel penuh cinta.
Daniel membuka pintu belakang, mengambil jaket nya lalu menutup kaki Alya .
Much
" Makasi Yank " saat Daniel menunduk menutupi paha nya dengan jaket Alya mengecup pipi Daniel sampai pria yang sedang marah itu terdiam.
" Kau memang pria baik suamiku , Bahkan disaat kau marahpun kau masih peduli serta perhatian" batin Alya menatap Daniel dengan seulas senyum.
Bukan tanpa alasan Alya membuat Daniel marah semarah marah nya seperti sekarang, Alya hanya ingin tau sifat asli Daniel .
__ADS_1
Next .
...Ternyata capek juga ya, harus memaklumi hal yang sama berkali-kali....