
" Daddy Sayang jangan cemburuan gitu dong , kan udah Alya jelasin semua nya " ucap Alya menatap Daniel yang sudah berubah ekspresi wajah datar itu.
" Udah lah Sayang kamu nggak akan pernah mengerti apa yang Daddy rasakan " lesu Daniel tiba-tiba merasa Alya tak bisa mengerti dengan perasaan nya.
" Daddy " panggil Alya yang masih duduk setelah makan menatap Daniel yang tiba-tiba pergi tanpa menunggu Alya lagi .
" Ish, Apa lah Daddy ini " Alya menatap punggung Daniel yang perlahan menghilang menaiki tangga.
Alya berlari mengejar Daniel yang sudah sampai di seperempat tangga .
" Jangan lari Alya" ucap Daniel berhenti melangkah mendengar langkah kaki Alya yang begitu cepat .
" Mmm, tapi Daddy tinggalin Alya" rengek Alya saat sampai dekat Daniel langsung bergelayut manja di lengan pria dewasa itu .
" Ya kamu nggak bisa ngertiin dikit perasaan Daddy apa ?" ucap Daniel kembali berjalan .
" Astaga Daddy " gemas Alya juga bingung harus bilang bagaimana lagi pada suaminya.
Lagian Alya juga bingung kenapa Daniel terlihat begitu cemas tak hanya sebatas cemburu sepertinya.
" Harus gimana lagi sih Alya jelasin sama Daddy . Kami itu nggak ada hubungan apa-apa" ucap Alya merasa aneh saja dengan suaminya yang begitu cemburuan sekarang bahkan terkesan posesif.
__ADS_1
" Iya semua Daddy yang salah " suara keras Daniel menghambur keatas ranjang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .
Alya hanya berdiri terdiam menatap Daniel yang sudah menutup seluruh tubuh nya dengan selimut .
" Huftt" senyum jahil Alya , walaupun setengah percaya tapi begini lah suami nya sekarang sangat sensitif.
Serta Alya juga teringat pesan teman-teman Daniel pada nya bahwa perasaan Daniel semakin sensitif.
Tapi kalau di mainin balik pasti Assyik .
" Daddy " panggil Alya yang terdengar begitu seram sampai Daniel yang menyembunyikan wajahnya di dalam selimut itu nyeri mendengar suara jahil Alya.
" enggak " suara kecil Daniel dari balik selimut .
" Suami nya Akuh" bisik penuh cinta Alya membuka selimut yang menutupi wajah Daniel lalu berbisik pada pria dewasa yang kini berubah menjadi selucu pokemon itu.
" Enggak kamu udah nggak Sayang Daddy lagi " buang muka Daniel berbaring telungkup menempelkan wajah nya ke bantal.
Dengan seulas senyuman manis Alya berbaring lalu merangkul kepala Daniel agar masuk ke pelukan hangat nya.
Much
__ADS_1
" enggak mau ,, kamu jahat" Daniel terus menjauh menginginkan perhatian lebih dari istri kecilnya.
" Daddy tenang " gertak Alya yang membuat Daniel yang terus menjauh itu akhirnya tunduk .
" bandel Ya orang peluk malah menjauh terus " omel Alya pada Daniel yang kini berbaring diam dalam pelukan nya .
Alya bisa merasakan Daniel tunduk padanya saat dia marah .
" Astaga apa benar ya Alya hamil tapi Daddy kena kehamilan simpatik " batin Alya secara spontanitas mengelus punggung Daniel Karna perubahan Daniel sangat signifikan.
Alya menyelimuti Daniel dalam pelukannya itu sambil terus mengelus kepala Daniel yang kini juga membalas pelukannya.
" Tidur " tegas Alya pada Daniel yang malah mendongak menatap nya .
" Iya " jawab Daniel seperti orang takut dan langsung menutup mata .
" Ihhhs ,, gemes banget kalau nanti Baby nya selucu Daddy sekarang" senyum nakal Alya membayangkan anak nya nanti .
" Sayang Daddy haus " pinta Daniel memasukkan tangan nya ke dalam baju Alya .
next .
__ADS_1
mohon maaf ya readers semua Author jarang update soalnya sekarang kegiatan kampus Author sangat padat sekali seminggu ini . Tapi kedepannya itu akan normal kembali .
Jangan lupa like and vote yaa